Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
17 Oktober 2025
A A
4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan

4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

#2 Jarak antara satu tempat wisata dengan tempat wisata lain berjauhan, jalannya pun sulit

Kedua, beberapa teman yang sengaja liburan ke Magelang mengaku kalau jarak antara satu tempat wisata dengan tempat wisata lain berjauhan. Selain itu, mereka juga mengeluhkan akses jalan yang sulit. Umumnya sih menanjak, dan mereka nggak terbiasa dengan jalan seperti itu.

Memang harus diakui, ada banyak destinasi wisata menarik di Magelang. Tetapi lokasinya memang saling berjauhan. Butuh waktu 1-1,5 jam dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain. Saya kasih contoh. Misalnya dari Candi Borobudur ke Ketep Pass jaraknya sekitar 28 kilometer. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan. 

Oleh karena itu saya selalu menyarankan teman atau kerabat yang mau berwisata ke Magelang untuk meluangkan waktu 2-3 hari. Mereka bisa puas berkeliling dan mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada. Sayang kan kalau sudah jauh-jauh ke sini tapi cuma sempat datang ke satu atau dua destinasi wisata.

#3 Kemacetan di beberapa titik destinasi wisata saat libur panjang

Hal lain yang nggak menyenangkan di Magelang dan bikin wisatawan kapok adalah macet. Sebenarnya kemacetan di sini nggak kayak di Jakarta. Macet biasanya kerap terjadi di beberapa destinasi wisata utama seperti kawasan Borobudur, Ketep Pass, dll. Apalagi jika akhir pekan atau libur panjang tiba.

Pasalnya, ruas jalan di Magelang relatif sempit dan banyaknya bus serta kendaraan yang tumpah ke jalan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Akibatnya, perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah jadi melelahkan dan menjengkelkan.

Banyak orang yang nggak menyangka bakal menemui macet di Magelang. Beberapa teman saya bahkan mengaku menghabiskan lebih banyak waktu di jalan ketimbang menikmati objek wisatanya.

#4 Cuaca Magelang sulit diprediksi

Kalau di Jawa Barat ada Bogor yang hampir setiap hari diguyur hujan, saya juga ingin menobatkan Magelang sebagai Kota Hujan di Jawa Tengah. Pasalnya Magelang memiliki curah hujan yang cukup tinggi, terutama selama musim hujan. Rasanya hampir setiap hari turun hujan di sini. Hal ini membuat saya mengalami culture shock saat pertama kali pindah ke sini.

Kadang, siang hari di Magelang begitu terik, tapi begitu memasuki pukul dua siang, tiba-tiba langit bisa sangat mendung. Hujan di sini juga termasuk lucu, karena dalam satu wilayah misalnya, hujannya nggak rata. Saya pernah mengalami kejadian ini. 

Waktu itu saya kehujanan dari daerah Ngembik Magelang Utara. Hujannya deras sekali sampai saya pikir bakal rata sampai Muntilan. Eh, baru sampai alun-alun, tepatnya di depan Klenteng Liong Hok Bio, malah nggak hujan. Benar-benar kering. 

Beberapa kawan yang berwisata ke Magelang juga mengeluhkan hal sama. Menurut mereka, cuaca di Magelang sulit diprediksi. Dan itu menyulitkan mereka ketika bepergian dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain, apalagi jika mereka naik motor.

Itulah beberapa hal nggak menyenangkan di Magelang yang membuat wisatawan kapok berkunjung. Yah beberapa hal di atas memang ada yang nggak bisa diperbaiki, misalnya cuaca. Tetapi sisanya mungkin bisa dibenahi pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah dan pengelola wisata.

Menyediakan transportasi umum yang terintegrasi, misalnya. Atau melakukan rekayasa arus lalu lintas saat musim liburan untuk mengantisipasi kemacetan panjang juga bisa dilakukan. Harapannya supaya wisatawan yang datang ke Magelang nggak kecewa dan tetap ingin balik lagi ke sini.

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pengalaman Pertama ke Borobudur Sendirian terasa Aneh, tapi Berkat “Orang Baru” Perjalanan Saya Jadi Berkesan dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2025 oleh

Tags: candi borobudurkabupaten magelangkota magelangliburan di magelangliburan ke candi borobudurmagelangwisata magelang
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Artikel Terkait

Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO
Cuan

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO
Esai

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO
Kilas

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026
Layung Senja: meditasi melepas kepenatan di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang MOJOK.CO
Kilas

Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan

15 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
Orang tua lebih rela jual tanah dan keluarkan biaya puluhan juta untuk anak LPK kerja di Jepang daripada lanjut kuliah di perguruan tinggi MOJOK.CO

Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

6 Mei 2026
Semester 5 kuliah: Masa paling overthinking kepikiran ortu dan masa depan, percuma cari pelarian MOJOK.CO

Semester 5 Kuliah: Masa paling Overthinking bagi Mahasiswa karena Kepikiran Ortu dan Masa Depan, Percuma Cari Pelarian

5 Mei 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok

6 Mei 2026
Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia MOJOK.CO

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

7 Mei 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

8 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.