Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

3 Kebaikan dalam Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi dan Ma’ruf Amin

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
21 Oktober 2020
A A
3 Kebaikan dalam Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi dan Ma’ruf Amin

3 Kebaikan dalam Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi dan Ma’ruf Amin

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin ada banyak hal baik yang terjadi. Kami rangkum beberapa di antaranya.

Satu tahun sudah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin memimpin Indonesia. Sejak dilantik pada 20 Oktober 2019 silam ada banyak hal baik yang terjadi. Setidaknya, beliau berdua telah membawa Indonesia menjadi negara yang kuat dalam melawan rakyatnya sendiri.

Meski ada beberapa pihak yang menyebut Jokowi dan Ma’ruf Amin cenderung layak mendapat rapot merah dalam kepemimpinan (baik dari pakar maupun parpol oposisi), tapi sebagai bangsa yang selalu suka berhusnuzan, mari kita lihat saja prestasi-prestasi satu tahun Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Sukses meredam potensi konflik horizontal

Polarisasi yang menjadi sampah sejak Pilpres 2014 harus diakui cukup bisa diredam selama satu tahun Jokowi dan Ma’ruf Amin. Dengan menggandeng duo-Prabowo ke dalam koalisi, Jokowi sukses meredakan “sedikit” potensi konflik horizontal dari pihak yang kalah pada Pilpres 2019.

Dengan masuknya nama Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan dan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan, Jokowi sebagai pemimpin sukses mengawinkan pucukan kepala cebong dan kepala kampret. Ini jelas prestasi besar yang pantang untuk diremehkan.

Hal ini pun memperjelas visi seorang pemimpin, bahwa ketimbang terjadi konflik horizontal, lebih baik konfliknya itu terjadi secara vertikal saja. Artinya, dalam satu tahun Jokowi dan Ma’ruf ini terlihat jelas bagaimana Pemerintah rela mengorbankan dirinya menjadi common enemy.

Hm, hebat kan?

Merangsang rakyat buat sering demo

Demonstrasi merupakan salah satu indikator sebuah negara punya sistem demokrasi yang bagus. Jika sebuah negara kok sampai tidak pernah ada demonstrasi, maka bisa berarti ada dua hal.

Pertama, pemerintah di negara itu emang sudah kebangetan bagusnya jadi nggak perlu ada yang didemo; atau kedua, sebaliknya, pemerintah di negara itu sudah sebegitu tirani pemerintahannya.

Hal ini rupanya yang ingin diajarkan dalam satu tahun Jokowi dan Ma’ruf Amin ke seluruh rakyat Indonesia, sekaligus menunjukkan kepada dunia internasiyinil bahwa demokrasi di Indonesia sedang baik-baik saja.

Apalagi, secara terbuka Jokowi sendiri pernah ngomong secara terbuka kalau dirinya kangen didemo ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo pada Juli 2012. Dan puji Tuhan, permohonan Pak Jokowi ini akhirnya mustajab beberapa periode kemudian.

Setidaknya, kalau kita mau fokus pada satu tahun Jokowi dan Ma’ruf Amin, ada dua demonstrasi besar-besaran yang terjadi. Pertama soal revisi UU KPK dan kedua soal Omnibus Law UU Cipta Kerja. Bahkan saat demonstrasi soal revisi UU KPK Presiden Jokowi belum dilantik untuk periode kedua. Benar-benar warbiyasa.

Ini jelas hal baik dari Presiden kita tercinta, bahwa ketika rakyat mendidik penguasa dengan demonstrasi, penguasa malah berharap rakyatnya untuk demonstrasi.

Kalau soal kenapa yang demonstrasi itu tidak pernah disambut (atau minimal didengar) Jokowi, ya kan yang penting ada demo. Perkara aspirasinya didengar kan itu soal lain.

Iklan

Siapa saja berpeluang jadi pejabat

Dalam masa satu tahun Jokowi dan Ma’ruf pula kita bisa melihat bagaimana peluang seorang rakyat jelata bisa menjadi pejabat jadi memungkinkan. Contoh itu bahkan sudah terwakilkan dari perjalanan karier Jokowi dan Ma’ruf Amin sendiri.

Coba ngana perhatikan. Rakyat bisa dengan gamblang melihat bagaimana seorang pengusaha mebel biasa akhirnya bisa jadi presiden, atau seorang pengajar ngaji yang mendalami ilmu agama bertahun-tahun juga bisa menjadi wakil presiden.

Bahkan kalau kamu masih belum percaya bahwa siapapun bisa jadi pejabat di negeri ini, kamu bisa melirik ke kota Solo.

Di sana, ada seorang calon wali kota yang memiliki latar belakang sebagai tukang jahit yang berpasangan dengan seorang Ketua RW. Dengan pengalaman politik yang nol, keduanya berniat maju mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo.

Uniknya, lawan tukang jahit dan Ketua RW itu pun bukan seorang politisi tulen. Blio masih muda dan masih awam pula di dunia politik. Bahkan tidak seperti calon-calon pejabat pada umumnya, calon wali kota yang jadi lawannya ini hanya seorang pedagang martabak dan pengusaha katering kecil-kecilan.

Tukang jahit versus penjual martabak. Hm, asyik banget kan?

Dari hal tersebut kita bisa belajar bahwa hanya pada periode ini saja, semua orang berpeluang* jadi pejabat di negara ini. Warbiyasa sekali memang pemerintahan periode ini.

Terima kasih Pak Jokowi, terima kasih Pak Ma’ruf Amin.


*) Syarat dan ketentuan berlaku.

BACA JUGA Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi-Amin, Masih Banyak Terjadi Pelanggaran HAM dan tulisan POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2020 oleh

Tags: martabakomnibus lawprabowosatu tahun jokowi ma'rufUU KPK
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026 MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026.MOJOK.CO

Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026

22 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Open Donasi Bodong Mengeksploitasi Kemiskinan MOJOK.CO

Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah

22 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.