Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Februari 2026
A A
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pukul 07:30 pagi, saya sampai di Stasiun Tugu untuk mengantar istri. Dia ada pekerjaan di Solo dan akan naik KRL pukul 07:55. Sebelum masuk gerbong KRL, istri saya mampir sejenak ke Indomaret untuk membeli sesuatu. Sementara saya, langsung tancap gas menuju kantor setelah istri saya turun dari motor.

Sekitar 10 menit kemudian, ketika istri saya sudah di dalam gerbong, dia mengirim pesan WhatsApp. Lantaran masih berkendara, tentu saya tidak mau membuka WhatsApp dari istri saya tersebut. Saya baru membuka pesan dari istri saya sekitar 40 menit kemudian, ketika sampai kantor.

Dan, pesan pendek dari istri saya tersebut menjadi pelengkap sebuah daftar yang sedang saya pikirkan. Daftar yang saya maksud adalah semacam “dosa” Indomaret, yang bikin pembeli kecewa, tapi nggak berdaya karena ya nggak bisa apa-apa selain menerima. Inilah mereka.

Baca juga: 4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

#1 Harga minuman/makanan yang lebih mahal

Pesan dari istri saya, bunyinya begini: “Kaget juga. Aqua 600 ml yang biasanya Rp3 ribu, jadi Rp7 di Indomaret dekat stasiun.

Saya tidak membalas pesan dari istri saya tersebut. Lagian, mau balas apa. Kita sama-sama tahu kalau harga makanan atau minuman di dekat “landmark” atau “titik wisata”, pasti lebih mahal. Jadi, kalau harga Aqua di Indomaret dekat stasiun lebih mahal, saya rasa itu wajar.

Menjadi agak tidak wajar pasti karena angkanya. Dari Rp3 ribu menjadi Rp7 ribu itu naik 100% lebih. Shock seperti itu lumrah. Dan lumrah juga ketika pembeli jadi kecewa. 

Tapi, ya mau bagaimana. Sebagai pembeli yang akan segera naik kereta, tidak ada pilihan lain selain “tetap membeli atas nama terpaksa”. Mau jalan dulu ke Indomaret lain? Waktu adalah uang dan kenyataan itu membelenggu kita semua.

#2 Kamar mandi Indomaret yang kurang kasih sayang

Selain di SPBU, kamar mandi Indomaret adalah penyelamat. Semua dokter pasti akan menganjurkan kepada siapa saja untuk tidak menahan pipis atau berak terlalu lama. Oleh sebab itu, ketika sedang dalam perjalanan, khususnya perjalanan darat, minimarket yang hampir ada di seluruh Indonesia ini jadi penyelamat.

Namun, nyatanya, tidak semua kamar mandi Indomaret itu bersih dan wangi. Saya sendiri malah lebih sering menjumpai yang “kurang kasih sayang”. Kata “kurang” berarti sebetulnya sudah ada aktivitas membersihkan di sana. Namun, mungkin kurang rajin saja. Bisa jadi, karena minimarket tersebut kurang orang sebagai tenaga kebersihan. Saya tidak tahu.

Nah, sebagai orang yang “hanya mampir” untuk pipis, kita nggak bisa berbuat banyak. Apa ya mau membersihkan kamar mandi Indomaret dulu sebelum berak? Sebetulnya itu ide menarik, tapi buang waktu nggak, sih.

Oleh sebab itu, atas nama terpaksa, orang yang mampir yang tetap buang hajat. Mungkin, sebagai usaha untuk melampiaskan kekecewaan karena kamar mandi yang kotor, mereka nggak jadi beli sesuatu. 

You know, sebagai “bayaran” atas numpang ke kamar mandi Indomaret, kita biasanya beli sesuatu. Yang murah dan cepat. Biasanya air mineral biar “nggak gratis banget” udah numpang pipis.

Baca juga: 4 Aturan Tidak Tertulis Saat Duduk di Kursi Indomaret, Terpaksa Saya Tulis agar Kewarasan Kita Tetap Terjaga

Iklan

#3 Indomaret yang tak berdaya

Lebih spesifiknya, kru atau manajemen Indomaret yang tak berdaya oleh kemunculan siluman (baca: tukang parkir liar). Mereka sudah menempel poster di pintu kaca. Intinya, khusus pembeli, gratis parkir. Tapi, siluman ini terlalu overpower sehingga kru yang bertugas, serta manajemen, tak berdaya dan diam saja.

Saya tidak menyalahkan kru dan manajemen. Saya aja takut sama tukang parkir liar. You know, lah. Saya tak perlu memberi penjelasan lebih lanjut.

Sebagai pembeli, ya pasti kecewa. Datang dengan hati riang, belanja bulanan lancar, dapat kamar mandi Indomaret yang bersih, ketemu kasir yang ramah, dan pembayaran pakai cash masih boleh. Eh, ketika mau pulang dan memundurkan sepeda motor, tiba-tiba ada tangan siluman memegang handle belakang motor.

Mereka seakan-akan sedang bekerja, membantu kamu memundurkan sepeda motor. Masalahnya, kamu parkir di sebuah tempat yang sejak tadi orang parkir sembarangan dan tiada yang merapikan. Eh, begitu pulang, siluman datang, dengan wajah menantang, dan tangan menengadah minta dua ribuan.

Begitulah, 3 dosa Indomaret yang bikin pembeli kecewa. Tapi, kami tidak bisa berbuat banyak, atas nama keterpaksaan. Kru dan manajemen Indomaret juga nggak bisa berbuat banyak. Pada akhirnya, kita sama-sama kecewa. Mau pelukan?

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Indomaret Sebagai Bagian dari Kehidupan Kita Sudah Saatnya Mempertimbangkan Menyediakan 5 Barang dan Jasa dengan Potensi Cuan Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2026 oleh

Tags: harga aqua di indomaretIndomaretindomaret stasiun tugukamar mandi indomaretStasiun Tugu Jogjatukang parkir indomaretwc indomaret
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Drama sepasang pekerja kabupaten (menikah sesama karyawan Indomaret): jarang ketemu karena beda shift, tak sempat bikin momongan MOJOK.CO
Ragam

Menikah dengan Sesama Karyawan Indomaret: Tak Seperti Berumah Tangga Gara-gara Beda Shift Kerja, Ketemunya di Jalan Bukan di Ranjang

17 Desember 2025
Dari Indomaret Point Jakal km 9, menguak fakta orang-orang yang merasa iri hati pada standar orang lain MOJOK.CO
Ragam

Duduk di Kursi Indomaret Ternyata Juga bikin Orang Makin Nelangsa dan Iri Hati karena Standar Orang Lain

11 November 2025
rekomendasi indomaret di Jogja yang cocok untuk melamun. MOJOK.CO
Ragam

3 Indomaret Unik di Jogja yang Cocok Disinggahi untuk Meromantisasi Hidup, Dijamin bikin Kamu Betah Melamun

10 November 2025
5 Barang dan Jasa yang Seharusnya Mulai Dijual Indomaret MOJOK.CO
Esai

Indomaret Sebagai Bagian dari Kehidupan Kita Sudah Saatnya Mempertimbangkan Menyediakan 5 Barang dan Jasa dengan Potensi Cuan Ini

8 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wawancara beasiswa LPDP

Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

20 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Masjid Menara Kudus yang dibangun Sunan Kudus. MOJOK.CO

Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus

19 Februari 2026
Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.