Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Perawatan Kecantikan yang Sebaiknya Nggak Dilakukan Mendekati Pesta Pernikahan

Redaksi oleh Redaksi
18 Juni 2019
A A
perawatan kecantikan pesta pernikahan mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski calon pengantin perempuan ngebet pengin tampak cantik maksimal di pesta pernikahan, nggak perlu juga melakukan perawatan kecantikan sampai segitunya~

Menjelang pernikahan, rasa-rasanya sebagai calon pengantin perempuan pengin banget bisa tampil cantik maksimal—demi yang disebut-sebut sebuah prosesi sakral satu kali seumur hidup! Jadi, semakin mendekati pesta pernikahan, berbagai perawatan kecantikan yang bisa diusahakan, berusaha diusahakan mati-matian. Kalau bisa, dilakukan aja semua-muanya. Mahal-mahal dikit juga nggak apa-apa, kok! Uang bisa dicari, tapi momen tidak bisa diulang kembali. Halah.

Nyatanya, segala hal yang serba berlebihan memang tidak baik adanya. Sebaliknya, kita memang nggak perlu-perlu amat berusaha melakukan perawatan kecantikan sedemikian rupa. Kalau perlu, ya, biasa aja lah. Nggak perlu berusaha melakukan perawatan kecantikan gila-gilaan, cukup sewajarnya aja. Nggak usah terlalu ngoyo-ngoyo juga.

Anjuran ini sungguh beralasan. Mau tahu alasannya? Mari kita simak bersama-sama….

Pertama, bagi kita yang sudah punya rutinitas pakai perawatan kecantikan dari dokter. Lebih baik di-stop dulu menjelang pesta pernikahan. Tapi, terus, gimana ceritanya bisa kelihatan cantik? Kalau usaha kita malah jadi biasa-biasa saja? Apalagi kalau harus berhenti sementara dari perawatan dokter. Lha, kalau nanti malah breakout dan muka jadi nggak karu-karuan, gimana? Percuma aja, dong, usaha keras belasan bulan untuk menjaga kemulusan dan kekinclongan kulit muka?

Ya, mohon maaf, nih. Memang begitu adanya. Jadi, krim perawatan kecantikan dari dokter ini, sangat teramat sangat disarankan untuk dihentikan pemakaiannya, paling lambat satu minggu sebelum pesta pernikahan. Pasalnya, jika tidak, maka biasanya si make up ini nggak terlalu mau nempel di kulit wajah kita. Treatment untuk make up pesta pernikahan dan make up daily, tentu saja berbeda. Biasanya untuk make up pesta pernikahan, foundation, bedak, dan lain sebagainya, itu jauh lebih tebel dibandingkan biasanya. Sehingga, perlu kondisi kulit yang kuat untuk menopangnya dengan erat. Kalau memaksakan pakai krim-krim dokter itu, yang terjadi biasanya si foundation agak tampak mengelupas seperti karet. Lha, kalau foundation-nya aja nggak mau nempel, bagaimana dia menopang make up yang lain?

Kedua, selain menghentikan pemakaian krim perawatan kecantikan dari dokter. Ada ritual kecantikan lainnya yang sebaiknya juga tidak dilakukan mendekati hari pernikahan, yakni facial atau aktivitas yang mirip-mirip dengannya. Memang treatment ini menjanjikan kulit menjadi lebih bersih, halus, dan cerah. Akan tetapi, biasanya setelah perawatan, kulit justru mengalami iritasi, lebih sensitif, memerah, bahkan mengelupas. Lagi-lagi, hal ini akan berdampak pada riasan wajah di hari pernikahan nanti dengan makeup yang “berat”.

Ketiga, tahan juga tangan-tangan gatel kita yang pengin mencetin jerawat atau komedo di wajah. Memang, keberadaan mereka ini sungguh membuat kesal dan menganggunya minta ampun—apalagi kalau kita lagi pengin tampak mulus pas bercermin. Namun, memaksakan diri untuk memencet si komedo atau jerawat supaya mereka lenyap, ternyata adalah tindakan yang sia-sia. Pasalnya, bukannya mereka minggat, yang mungkin terjadi justru sebaliknya. Mereka akan meninggalkan bekas hitam atau justru semakin meradang dan beranak pinak. Kalau kayak gini, mah. Mau tampil prima jadi malah semakin nggak prima. Yha, kan?

Keempat, untuk kita yang pengin melakukan perawatan kecantikan dengan mengubah tampilan rambut menjelang pernikahan. Sebaiknya, juga nggak perlu lah. Apalagi kalau baru kepikiran mengubah gaya rambut misalnya dengan memotongnya sangat pendek atau sampai mengganti warna rambut, pas udah mepet-mepet hari H. Pasalnya, model rambut yang baru tentu perlu waktu untuk menyesuaikan dengan kepribadian kita, bukan? Dan, nggak semua pergantian gaya rambut akan selalu cocok sama kita. Apalagi kalau ternyata, gaya rambut yang baru tersebut kurang pas sama pakaian pesta pernikahan yang sudah kita pesan sebelumnya. Meski sebetulnya, nggak masalah juga sih kamu mau potong rambut kayak gimana pun. Kalau kamu sebetulnya berkerudung. Wqwq.

Fyi aja, segala kekhawatiran dan ketakutan kita tampil jelek—lalu melakukan berbagai perawatan kecantikan—saat pesta pernikahan, sepertinya tidak perlu lagi ada. Semua itu dengan mudah dapat diatasi dengan keahlian para MUA-MUA yang sungguh mumpuni. Yang sanggup membuat kita tampil kinclong. Bahkan, nggak sedikit, yang nggak sekadar mengeluarkan aura kecantikan kita saja. Namun, juga bisa membuat wajah sangat manglili, sampai nggak bisa dikenali. Kalau udah kayak gini, sih, lebih baik jangan. Ya, bukannya gimana-gimana, ya. Kasihan (((kalau))) kita punya anak nanti, mereka malah nggak mengenali perempuan di samping bapaknya adalah ibunya sendiri~ (A/L)

Terakhir diperbarui pada 5 September 2019 oleh

Tags: facialperawatan dokterperawatan kecantikanpesta pernikahanpotong rambut
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kebiasaan di tukang pangkas gegayaan potong rambut di barbershop. Berakhir konyol dan menderita MOJOK.CO
Ragam

Pertama ke Barbershop untuk Gaya-gayaan: Jadi Goblok Perkara “Undercut”, Kelaparan Seharian karena Bayar Mahal demi Potong Rambut Tak Memuaskan

8 Oktober 2025
model rambut pria mojok.co
Kilas

7 Model Rambut Pria yang Bisa Dicoba di 2023, Cepmek Termasuk?

11 Januari 2023
Udin, Tukang Potong Rambut Terakhir di Sor Ringin Alun-alun Utara Yogya
Liputan

Udin, Tukang Potong Rambut Terakhir di Sor Ringin Alun-alun Utara Yogya

16 Februari 2022
Tukang cukur mojok.co
Liputan

Tukang Cukur Tradisional Vs Barbershop: Beda Kelas, Beda Kualitas?

24 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.