Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Beberapa Kebiasaan “Hidup Bersih” yang Ternyata Buruk Bagi Kesehatan

Redaksi oleh Redaksi
29 Maret 2019
A A
sikat gigi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak kecil, kita selalu diajarkan untuk menjaga kebersihan diri dan belajar perilaku hidup bersih. Hal ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap kesehatan diri sendiri, sehingga kita menerapkan perilaku hidup yang bersih. Contoh sederhananya misal seperti mandi dua kali sehari atau mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Kegiatan ini selalu kita lakukan setiap harinya demi menjaga kebersihan.

Hidup bersih merupakan cerminan hidup yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan.  Setiap hal-hal yang dapat membuat kesehatan memburuk akan kita hindari. Karena itulah, kita menerapkan perilaku hidup yang bersih untuk mencegah badan kita menjadi sarang bakteri maupun virus sumber penyakit. Dengan harapan, kesehatan kita akan selalu terjaga dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Namun, ternyata, tidak semua perilaku hidup yang bersih yang selama ini kita terapkan baik bagi kesehatan. Faktanya, beberapa perilaku hidup yang menurut kita terlihat baik dilakukan demi menjaga kebersihan dan kesehatan, justru dapat menjadi buruk dan merusak kesehatan. Untuk itu, kita harus jeli dalam mencari berbagai informasi agar kita tidak membahayakan kesehatan diri sendiri.

Nah, berikut adalah 4 contoh perilaku hidup yang kebanyakan dianggap sehat oleh orang-orang tetapi ternyata buruk bagi kesehatan sehingga harus segera dirubah dan dihindari.

Langsung sikat gigi setelah makan

Sikat gigi beberapa menit setelah makan biasanya dilakukan untuk menghindari makanan terselip di gigi yang dapat menjadi sumber penyakit, Namun, ketika makanan masuk ke mulut dan dilumatkan oleh liur akan menghasilkan asam. Jika kita menggosok gigi langsung, asam tersebut akan masuk ke email gigi dan mengikisnya dari dalam, sehingga gigi akan lebih sensitif dan mudah ngilu. Jadi, tunggulah sekitar 30-60 menit setelah makan jika ingin sikat gigi.

Sering menggunakan hand sanitizer.

Hand sanitizer berguna untuk membantu membersihkan tangan dari kuman. Namun, menggunakan hand sanitizer terlalu sering justru buruk bagi kesehatan karena dapat menyebabkan iritasi, kulit mudah terbakar, dan infeksi. Untuk itu, lebih aman jika mencuci tangan menggunakan sabun dan dibilas dengan air.

Menggunakan sabun sirih untuk membersihkan daerah kewanitaan.

Segala jenis sabun kewanitaan sebenarnya tidak direkomendasikan dipakai untuk membersihkan vagina. Perilaku hidup bersih yang satu ini dapat mengakibatkan zat-zat kimia dalam sabun kewanitaan akan mengganggu keseimbangan pH vagina dan mematikan bakteri baik di dalamnya. Hal ini dapat meningkatkan resiko terkena infeksi bakteri maupun jamur vagina. Lebih baik, bersihkanlah dengan air bersih mengalir dan menjaganya tetap kering.

Membersihkan telinga dengan cotton bud.

Banyak orang yang menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga, namun ini merupakan kebiasaan yang buruk bagi kesehatan. Memang ada sedikit kotoran yang menempel pada kapas, tetapi pada saat yang bersamaan kotoran akan terdorong masuk lebih dalam ke telinga yang  dapat menyebabkan infeksi atau gangguan pendengaran jika mengeras. Lebih aman jika memasukkan air ke telinga saat mandi untuk mengeluarkan kotoran.

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2019 oleh

Tags: bersihhidup sehatKesehatan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

tindihan.MOJOK.CO
Ragam

Menemui Orang yang Pernah Tindihan: Kehadiran Sosok Hitam hingga Penjelasan Ilmiahnya

26 Desember 2023
obat gusi bengkak.mojok.co
Kesehatan

5 Obat Gusi Bengkak yang Cepat Meredakan Ngilu

21 Oktober 2023
Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan
Video

Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan

12 Juli 2023
KTR Malioboro.MOJOK.CO
Kilas

Kasus Covid-19 di DIY Meningkat Tajam, Segera Vaksinasi Masyarakat Berisiko Tinggi

2 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.