Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Fadli Zon: Narasi Orde Baru dalam Bayang-Bayang Reformasi

Redaksi oleh Redaksi
12 Juli 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Fadli Zon—atau yang sekarang lebih cocok disebut Menteri Zon—bukanlah bagian dari aktivis 98. Itu jika kita sepakat bahwa aktivis 98 adalah mereka yang ikut menumbangkan rezim Orde Baru. Sebaliknya, Fadli Zon justru bagian dari sistem itu sendiri. Saat mahasiswa turun ke jalan dan rakyat menuntut keadilan, ia sudah duduk nyaman di kursi parlemen. Ia jadi bagian dari kekuasaan yang mulai sekarat, tapi belum mau menyerah. Fadli hadir bukan sebagai penantang, tapi sebagai penjaga pagar.

Pada masa ketika Orde Baru masuk ke episode sandhyakala, ia tidak bergeser sedikit pun. Ia tetap memilih berteduh di bawah bayang-bayang kekuasaan, bukan berdiri bersama gelombang perubahan. Kini, ketika reformasi telah menua dan sejarah mulai dibaca ulang dengan keberanian baru, Fadli Zon malah muncul sebagai “pelurus sejarah”. Ia menyebut pemerkosaan massal Mei 1998 hanya sebagai rumor belaka—seolah ingin menghapus jejak kekerasan negara dari ingatan publik.

Pernyataan ini bukan sekadar sesat pikir, tapi juga bentuk kesetiaan pada wajah militer yang selama ini ia bela. Padahal, kerusuhan 98 bukan peristiwa spontan. Ia adalah operasi yang rapi dan sistematis, dijalankan oleh institusi dengan logistik kekerasan kelas berat. Ketika Fadli Zon bicara seolah netral, sejatinya ia sedang memainkan ulang naskah lama: menghapus pelaku, mengaburkan korban, dan menyelamatkan nama-nama besar. Karena di negeri ini, meluruskan sejarah tanpa menyebut pelaku hanyalah propaganda bermuka manis.

Simak kisah lengkapnya di episode terbaru Jasmerah. Karena belajar sejarah bukan soal mengingat masa lalu, tapi meneruskan pemahaman akan arah bangsa ke depan.

Tags: Fadli Zonjasmerahmenteri zonOrde Barusejarah 1998

Terpopuler Sepekan

gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.