Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Tak Ada Pocong yang Tak Islam

Bagus Panuntun oleh Bagus Panuntun
15 Juni 2017
A A
malam_jumat_pocong_silam_mojok

malam_jumat_pocong_silam_mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kendati telah mengenal Ninja RR sebagai tujuan utama pencapaian hidup, warga kampung saya di Wonosobo tetap tak bisa lepas dari segala hil dan hal yang berbau gaib. Hampir saban saya pulang kampung, saya selalu mendengar cerita-cerita yang khayalnya benar-benar ngalaihim. Misalnya cerita bahwa ada portal di Waduk dekat rumah saya yang tersambung langsung dengan Istana Ratu Kidul. Seorang “pintar” yang mengaku pernah menembus portal tersebut pernah bercerita bahwa kabarnya Nyi Roro Kidul kini telah menikah dengan Sunan Kalijaga. Ya Allah …. Gosip cap opoo .…

Namun, mari sejenak kita lupakan narasi-narasi besar dunia mistik. Tinggalkan cantiknya Nyi Roro Kidul, jahatnya Nyi Blorong, atau hitamnya gigi Mak Lampir, dan mari meluncur ke sebuah kisah dari sebuah kampung di pinggiran Wonosobo. Kisah tentang hantu pocong.

Alkisah, hiduplah seorang perempuan bernama Risa Ummayah yang lebih kerap dipanggil Risa U. Risa U adalah tetangga saya yang sejak dua bulan lalu menderita sakit yang aneh. Ibu beranak tiga ini, sejak ditinggal suaminya berselingkuh dengan suami orang lain, mendadak jadi sering merasakan sakit yang luar biasa di kepala dan perutnya. Lama kelamaan kelakuan Risa U jadi semakin nyeleneh: ia mulai suka ngomong sendiri, tertawa cekikikan tiap kali menatap atap rumah, dan yang paling tidak masuk akal ia kerap terlihat sedang minum air peceren (selokan) di samping rumahnya.

Gemesnya, Risa senantiasa sembuh total tiap kali dibawa berobat ke dokter atau bahkan psikiater. Dan sebab pengobatan modern tak dapat melacak jenis penyakitnya, maka disimpulkanlah bahwa Risa U kena guna-guna.

Beruntunglah keluarga Risa U, sebulan yang lalu ada “orang pinter” baru di kampung saya, yang mendapat lmu-ilmunya setelah kuliah S1 di UGM, eh maaf, maksudnya setelah rajin puasa nyenin-kemis.

Ia tetangga saya juga, Mbak Wulan.

Kebetulan, Mbak Wulan adalah teman ngaji Ibu saya, dan kebetulan pula bahwa malam itu Mbak Wulan meminta bantuan Ibu saya untuk mendampingi ritual pengusiran jin yang nempel di tubuh Risa U. Ndilalahnya, saya waktu itu juga sedang pulang kampung. Alhasil, saya pun menonton secara live prosesi yang saya harap mirip prosesi “aing jawara di die” itu.

Dan dimulailah prosesi pengusiran tersebut.

Semua gorden rumah ditutup untuk menghindari ritual ini jadi tontonan warga. Mbak Wulan duduk tepat di depan Risa U. Tak ada kembang tujuh rupa, tak ada wangi-wangian minyak wangi Fanbo, apalagi kemenyan. Mbak Wulan hanya menggenggam secarik kertas bertulisan Arab di tangan kanannya. Dan mulai berkomat-kamitlah mulutnya merapalkan mantra.

“Aaarrgghh…,” Risa U tiba-tiba mengeluarkan suara yang janggal. Matanya melotot dan menatap masing-masing mata kami. Saya merinding. “Siapa kamu berani macam-macam dengan saya?” Ternyata jin telah 100 persen menguasai tubuh Risa U.

“Keluar! Kamu telah mengganggu anak ini,” kata Mbak Wulan, ganti menatap tajam Risa U.

“NGA!”

“Keluar!”

“NGA~”

Iklan

“Kalau tidak, aku akan memaksamu keluar.”

“Nga takut!

“Bis kobas kabis kobas kabis ko.” Mbak Wulan merapalkan mantranya, semakin cepat, tubuhnya bergetar dan peluh mengucur deras dari dahinya.

“Aku tahu siapa kamu,” kata Mbak Wulan. “Wujudmu seperti pocong. Harusnya kamu sudah tenang di alammu. Keluarlah!”

“NGA!”

“Jangan ‘Nga-Nga’ saja.” Mbak Wulan semakin cepat merapal mantranya.

“Aaarrghhh …. Ampun, Bu, ampun. Aaarrgggh.” Risa U meraung-raung, tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan. “Ampun, Bu. Aku nga akan mengganggunya lagi, ampun ….”. Risa U tampaknya benar-benar kesakitan dan menderita, tubuhnya menggelinjang dan kakinya menendang kemana-mana.

Melihat reaksi tersebut, Mbak Wulan pun makin bergelora. Namun, ketika si Jin sudah tampak hampir menyerah, tiba tiba Mbak Wulan menghentikan rapalan mantranya. Strategi ini mengingatkan saya pada cara biksu Tong menghukum Sun Go Kong atau Kagome membuat jera Inuyasha. Cerdyas!

“Sudah to, sekarang sudah mau keluar to?”

“Nga, nga, nga.”

“Lho, mau saya paksa lagi?”

“Ampun, Bu, aku nga akan keluar. Tapi aku janji nga akan mengganggu Risa U lagi. Aku malah akan menjaganya.”

“Halah, dusta. Saya paksa beneran, lo?”

“Ampun, Bu, nga bohong. Demi Allah. Aku nga akan jahat, saksinya Allah. Lha wong saya ini Islam.”

Dan di titik itulah Mbak Wulan habis kesabarannya. Dengan refleks yang luar biasa cepat, ia menyiram tubuh Risa U dengan segelas air doa sambil berteriak:

“SAYA SUDAH TAHU, MEMANGNYA ADA POCONG YANG NGGAK ISLAM?”

Malam pun berakhir dengan kekalahan telak si Pocong dan kemlongoan kami yang baru sadar bahwa “Tak ada pocong yang tak Islam”.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2017 oleh

Tags: hantuIslamJinpocongWonosobo
Bagus Panuntun

Bagus Panuntun

Artikel Terkait

Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium MOJOK.CO
Esai

Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium

16 Februari 2026
Takabur, Band Spesial dari Wonosobo MOJOK.CO
Esai

Takabur, Band Spesial dari Wonosobo: Lirik Lagu Mereka Adalah Obat Kuat untuk Melawan Hujan Kabar Buruk Dari Pemerintah

28 Agustus 2025
Wonosobo yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Dahulu Jauh Lebih Nyaman Mojok.co
Pojokan

Wonosobo yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Dahulu Jauh Lebih Nyaman

23 Juni 2025
Kalau Nanti Punya Uang, Saya Akan Beli Toyota Corolla 76 untuk Bapak MOJOK.CO
Otomojok

Kalau Nanti Punya Uang, Saya Akan Beli Toyota Corolla 76 untuk Bapak

20 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.