Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Sumur Tua di Belakang Rumah yang memikat Orang untuk Bunuh Diri

Haryo Tri Aji oleh Haryo Tri Aji
13 April 2023
A A
Sumur Tua yang memikat Orang untuk Bunuh Diri MOJOK.CO

Ilustrasi Sumur Tua yang memikat Orang untuk Bunuh Diri. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sumur itu seperti mempunyai magnet. Menarik orang untuk mendekat dan bunuh diri dengan menceburkan diri. Misteri yang tak terpecahkan hingga kini.

Dua rumah itu menempel satu sama lain. Sebagai sumber air, keduanya berbagi satu sumur. Airnya bagus, tidak pernah habis atau menjadi dangkal, bahkan di musim kemarau yang keras. Masalahnya, sumur itu seperti mempunyai magnet. Menarik orang yang sedang tidak “lurus” untuk terjun ke dalamnya; bunuh diri.

Sebenarnya, dahulu, dua rumah itu adalah satu bangunan. Namun, oleh pemiliknya yang tidak lagi mukim di Jogja, dibagi menjadi dua untuk dikontrakkan. Rumah sisi kiri ditempati oleh sebuah keluarga yang tertutup dan konon mengidap gangguan jiwa. Sementara itu, sisi kanan digunakan sebagai tempat jasa. Saya tidak boleh menyebutkan jenis usahanya karena akan dapat dengan mudah diidentifikasi oleh pembaca yang akrab dengan daerah di sekitar sebuah stadion.

Mundur jauh ke belakang, sebelum rumah itu dibagi menjadi dua, ada sebuah keluarga yang menghuninya. Bukan, keluarga ini bukan pemilik sah. Saya dan keluarga tidak begitu tahu asal-usul keluarga tersebut. Satu hal yang pasti, keluarga itu sudah mukim di sana sejak zaman buyut masih ada.

Keluarga tersebut dari satu keluarga inti berjumlah lima orang; orang tua dan tiga anak. Selain itu, ada sepupu mereka yang ikut mukim di sana. Mereka mempunyai kebiasaan untuk duduk meriung di sekitar sumur itu untuk mengobrol sampai melakukan kegiatan sehari-hari seperti memasak dan mencuci. Tetangga bisa melihat aktivitas mereka karena tembok belakang rumah pendek saja, tidak seperti sekarang yang sudah ditiunggikan.

Kasus percobaan bunuh diri yang pertama terjadi tidak lama setelah si sepupu mulai ikut tinggal di sana. Sebuah kejadian yang menggegerkan satu kampung.

Kasus bunuh diri pertama

Si sepupu ini bernama Kelik. Tentu saja bukan nama sebenarnya. Usianya baru awal 30 tahun kalau saya tidak salah mengingat. Sebagai pendatang, Kelik sangat mudah akrab dengan pemuda setempat. Dia selalu punya tabungan tema untuk membuka obrolan dengan orang yang baru ditemui. Dia cukup kuat minum alkohol. Sifat yang membuatnya langsung disukai para pemuda.

Namun, kalau sudah mulai mabuk, Kelik suka meracau. Para pemuda zaman itu menganggapnya sebagai hal yang wajar. Orang mabuk memang suka menunjukkan perilaku yang terbilang ajaib. Anehnya, racauan Kelik ya itu-itu saja. Soal penunggu sumur, seorang perempuan yang masih remaja, dengan senyum menggoda. Si penunggu ini, kata Kelik, sering bilang kalau air di dalam sumur itu ajaib dan bisa menyembuhkan banyak penyakit dan kesusahan hidup.

Yah, tidak ada yang menyangka kalau racauan itu sebetulnya penanda ketakutan Kelik. Lantaran dibalut dengan kondisi mabuk, tidak ada yang menganggapnya serius. Apalagi, sebelumnya, tidak pernah ada cerita seram dari rumah dan sumur tua di belakangnya. Semuanya baik-baik saja sampai Kelik melompat ke dalam sumur itu untuk bunuh diri.

Percobaan bunuh diri Kelik ini sungguh dramatis. Kejadiannya di siang bolong dan banyak saksi.

Tetangga samping dan belakang rumah bisa melihat kejadian horor itu. Kelik berlari dengan cepat, naik ke bibir sumur, dan melompat ke dalam. Konon, ada yang melihatnya menangis ketika melakukan percobaan bunuh diri itu. Saya sebut “percobaan” karena Kelik berhasil diselamatkan.

Baca halaman selanjutnya

Pengakuan Kelik

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 April 2023 oleh

Tags: bunuh diricerita seramMalam Jumatsumur tua
Haryo Tri Aji

Haryo Tri Aji

Liverpudlian, guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah swasta di Yogyakarta. Punya cita-cita jadi kepala sekolah. Sekarang Kepala Yayasan dulu.

Artikel Terkait

19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO
Malam Jumat

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
Dosen UNIMA diduga lakukan kekerasan seksual ke mahasiswi FIPP hingga trauma dan bunuh diri MOJOK.CO
Aktual

Trauma Serius Mahasiswi UNIMA akibat Ulah Menjijikkan Oknum Dosen, Tertekan hingga Gantung Diri

2 Januari 2026
Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Asrama Horor di Sudut Magelang MOJOK.CO
Malam Jumat

Asrama Horor di Sudut Magelang: Tentang Bisikan Dingin yang Tidak Terjawab

6 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.