Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Mata Batin yang Terbuka Bikin Keponakan Saya Sering Lihat Setan Gosong

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
26 Maret 2020
A A
mata batin MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Keponakan saya punya mata batin. Sudah bawaan sejak lahir. Dulu, dia sering lihat monyet jadi-jadian, lha kok sekarang lain level jadi setan gosong.

Saya percaya ada orang yang mampu melihat makhluk tak kasat mata. Istilahnya punya mata batin. Entah itu bakat turunan atau dilatih secara kontinu. Bicara soal bakat, keponakan saya adalah satu dari sekian orang mata batinnya terbuka sejak lahir.

Sejak balita, terkadang dia suka tertawa sendiri ketika hendak tidur malam. Saat orang tuanya hendak memejamkan mata, dia terkadang tertawa hingga membolak-balikkan badan. Mungkin sedang bercanda main gulat dengan “mereka”.

Orang tuanya tidak begitu yakin mata batin anaknya benar-benar terbuka. Apalagi kita sepakat kalau anak kecil memang sensitif sama makhluk halus. Mereka merasa itu hal biasa. Nanti juga hilang sendiri. Sayangnya, prediksi mereka salah.

Suatu kali, keponakan saya ini diajak main ke luar kota. Malam harinya, ketika melewati jalan aspal dengan pepohonan rindang di kanan dan kiri, keponakan saya ini tiba-tiba bereaksi. Kadang berjoget, kadang tertawa sambil menunjuk sesuatu.

“Lihat apa, Mas?”

“Itu, Bun. Monyetnya lucu. Masak matanya kadang bisa besar, eh, tiba-tiba kecil sekali.” Bundanya yang mendengar hanya bisa mengucap istigfar. Bundanya mulai curiga kalau mata batin si bocah ini memang betulan kebuka. Dia cuma bisa berharap tidak terjadi apa-apa.

Lain waktu, keluarga ini menginap di sebuah kota. Ketika hendak masuk hotel, keponakan saya menangis kencang sekali. Mimik mukanya seperti orang yang sangat ketakutan.

“Ada apa, Mas?” Dia nggak menjawab. Lha wong masih nangis.

Ketika dipaksa diajak masuk hotel, dia meronta-ronta. Rasanya ingin lari dari situ. Alhasil, karena tidak tega, keluarganya pindah hotel. Dalam perjalanan menuju hotel lain, Bapaknya bertanya.

“Tadi kenapa, Mas?”

Dia hanya merengut. Beberapa jam kemudian dia mau cerita. “Tadi itu serem, Pak. Mukanya gosong gitu. Ngeri.”

Kali ini Bapaknya yang mengucap istigfar. Kali ini juga nggak cuma bundanya yang curiga. Bapaknya mulai curiga mata batin keponakan saya betul-betul terbuka. Bapaknya cuma bisa berharap tak terjadi apa-apa di kemudian hari.

Saya jadi ingat ketika menemani keponakan saya ini pergi liburan. Setelah puas jalan-jalan, keluarga kecil ini makan di sebuah restoran yang “ikonik”. Saya bilang demikian karena restoran ini punya sejarah luar biasa. Tapi saya nggak mau bilang nama restorannya.

Iklan

Setelah selesai makan, kami masuk mobil. Keponakan saya duduk di samping saya. Sebelum mobil bergerak, dia berkata, “Monyetnya bagus, Om. Ekornya emas dan panjang.”

Batin saya, “Jangan cerita ke saya, Malih!” Bikin merinding aja.

Perlu kamu ketahui, di tempat itu, jangankan monyet, tikus berkeliaran saja rasa-rasanya nggak mungkin. Restoran itu bersih banget. Lalu, siapa pemilik monyet tersebut? Gak tahu, dong.

Yang bikin heran adalah, kenapa dia suka melihat monyet, ya? Apakah memang makhluk tak kasat mata kebanyakan adalah monyet?

Entahlah.

Selepas usia balita, dia makin jarang cerita jika melihat “sesuatu”. Ketika dalam perjalanan, dia lebih irit bicara. Saya nggak tahu kenapa demikian. Mungkin karena mata batin yang terbuka itu sudah ditutup.

Ternyata, perkiraan saya salah….

Sekarang ini keponakan saya sudah SMP. Dia punya hobi baru, yaitu foto-foto. Dan foto yang paling menjadi pembicaraan keluarga adalah sebuah foto bangunan di Lawang Sewu, Semarang.

Mulanya, foto tersebut akan digunakan orang tuanya sebagai latar belakang di sebuah situsweb. Ketika berkonsultasi dengan fotografer terkait foto anaknya, si fotografer malah bilang:

“Tau aja malam Jumat ngirim beginian.”

“Lah ini tuh mau nanya fotonya bagus atau nggak?”

“Btw, siapa yang fotoin?”

“Anakku.”

Yang bertanya kaget. Mengerutkan dahi. Kemudian berkata….

“Anakmu punya bakat, Bro.”

“Bakat apaan?”

Si fotografer tersebut menjelaskan bahwa anak itu mampu melihat sesuatu yang tak kasat mata. Mata batin terbuka. Dia menjelaskan bahwa di foto tersebut, terdapat tiga sosok yang terbakar. Mereka gosong.

Bapaknya kaget. Suatu kali, foto itu pernah diunggah keponakan saya ke media sosialnya. Keponakan saya ini pakai kapsyen:

“…Crispy….”

Lebih bikin merinding lagi, sebetulnya itu bukan kepsyen asli. Sebelum diedit, kepsyen awal yang keponakan saya gunakan adalah:

“…Bloody Hollow.”

Setelah monyet jadi-jadian, nggak tahu kenapa dia jadi sering lihat setan gosong. Yah, untungnya, sekarang ini dia irit bicara. Yang paling penting, dia nggak terlalu usil menggunakan “kelebihannya”. Seingat saya, pernah satu kali saya dikerjai sama dia.

Ketika itu, saat menginap di rumahnya. Supaya saya bisa tidur saya nyenyak, segala sesuatu yang terang harus redup, bahkan kalau perlu gelap.

Eh, dia menolak.

“Om, kalo tidur, TVnya jangan dimatikan.”

“Waaah. Kok gitu?”

“Nanti makin berisik. TV jangan dimatikan biar mengimbangi suara mereka. Udah kayak pasar!”

Deg….

Buru-buru TV saya nyalakan. Suara agak saya kencangkan. Dan itu menjadi pengingat kenapa sebagian teman saya jika tidur, enggan mematikan TV.

Mungkin karena ada mereka…

…yang berdiri di sampingmu…

…tapi nggak kelihatan itu.

BACA JUGA Sok-sokan Minta Dibuka Mata Batin Sama Anak Indigo, Habis Dibuka Malah Takut Betulan atau tulisan yang bikin merinding lainnya di rubrik MALAM JUMAT.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2020 oleh

Tags: anak indigoindigomata batinmonyet jadi-jadiansetan gosong
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Warisan Ibu dan Kemampuan Khusus dari Keluarga di Tegal MOJOK.CO
Malam Jumat

Warisan Ibu dan Kemampuan Khusus dari Keluarga di Tegal

18 Mei 2023
Kerasukan: Menjadi Medium, Tentang Trauma, dan Luka Ingatan MOJOK.CO
Malam Jumat

Kerasukan: Menjadi Medium, Tentang Trauma, dan Luka Ingatan

19 Mei 2022
Dokter yang Indigo: Diganggu Hantu Usil Hingga Melihat yang Mati karena Pesugihan
Liputan

Dokter yang Indigo: Diganggu Hantu Usil hingga Melihat yang Mati karena Pesugihan

4 September 2021
ilustrasi Skeptis sama Tren Cara Melihat Warna Aura di TikTok dan Apa Faedahnya Narsisin Aura Sendiri? mojok.co
Pojokan

Skeptis sama Tren Cara Melihat Warna Aura di TikTok dan Apa Faedahnya Narsisin Aura Sendiri?

16 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam MOJOK.CO

“Nguping” dan Mengulik Topik Obrolan Penjaga Warung Madura hingga Kuat Teleponan Berjam-jam, Tidak Ada Habisnya

11 Februari 2026
Lulusan SMK ngaku dapat gaji 20 juta saat kerja di Sidoarjo agar orang tua tidak direndahkan karena standar sukses di desa MOJOK.CO

Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa

12 Februari 2026
Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Media pers online harusnya tidak anxiety pada AI dan algoritma. Jurnalisme tidak akan mati MOJOK.CO

Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 

9 Februari 2026
Volunteer di festival dandangan kudus. MOJOK.CO

Pengalaman Sambut Ramadan di Kudus: Menyaksikan Bagaimana Merawat Bumi Ditradisikan Lewat Pembiasaan Sederhana

12 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.