Keputusan Alfin Setiawan (22) untuk merantau dari Pemalang ke Jakarta setelah lulus SMA memang terbilang nekat. Namun, dia tetap merasa beruntung bisa langsung dapat kerja sebagai cleaning service, sembari menempuh kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Indonesia.
Jadi cleaning service setelah lulus SMA
Satu-satunya alasan Alfin pergi ke Jakarta adalah untuk kuliah sambil bekerja agar bisa mandiri secara finansial. Bagi Alfin yang berasal dari keluarga menengah ke bawah, dia merasa perlu bekerja di ibu kota yang setidaknya memberi upah tinggi dibandingkan di Pemalang.
Kerja apa pun, kata dia, bakal dia jalani asal halal. Sebab menurutnya, tidak ada pekerjaan yang rendah asal dilakukan dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Toh, dia tidak punya pilihan karena hanya berbekal ijazah SMA.
“Akhirnya saya memutuskan menjadi cleaning service, karena pekerjaan ini terbuka untuk siapa saja yang mau bekerja keras dan masih bisa saya jalani sesuai kemampuan saya,” kata Alfin kepada Mojok, Senin (20/7/2026).
Diragukan karena hanya punya modal ijazah SMA
Ketika memutuskan merantau ke Jakarta setelah lulus SMA, Alfin tak berbohong kepada orang tuanya. Mereka pun tak pernah melarang hal tersebut dan justru mendukungnya. Namun, nyinyiran dari orang-orang sekitar tetap tidak terhindarkan. Apalagi, dia baru lulus SMA.
“Awalnya banyak yang heran, karena saya memilih bekerja sebagai cleaning service sambil kuliah. Ada juga yang bertanya, ‘kenapa kuliah tapi kerja jadi cleaning service?’,” kata Alfin.
“Namun bagi saya, tidak ada pekerjaan yang memalukan. Cleaning service justru mengajarkan saya kedisiplinan, menghargai waktu, bertanggung jawab, dan menghormati setiap profesi,” lanjutnya.
Seiring berjalannya waktu, Alfin pun kerap membuat konten di media sosial seputar pekerjaan cleaning service dengan modal ijazah SMA. Dari sana, cara pandang Alfin dan orang-orang di sekitarnya terhadap hidup pun mulai berubah.
“Pekerjaan ini bukan soal gengsi, tetapi tentang tanggung jawab dan perjuangan,” ucapnya.
Cleaning service adalah pekerjaan yang tak dianggap
Bagi Alfin, tugas cleaning service memang membutuhkan tuntutan fisik yang tinggi, pemahaman teknis soal penggunaan bahan kimia, serta harus tahan mental dalam menghadapi perilaku orang lain. Namun, bukan berarti pekerjaan itu tidak dapat dilakukan oleh lulusan SMA.
“Saya belajar menghadapi berbagai macam karakter orang,” ujar pemuda asal Pemalang yang kini kerja di Jakarta itu.
Beberapa orang pun meremehkannya. Saat Alfin sibuk membersihkan area sekitar, ada saja orang yang lalu lalang tanpa peduli dengan area yang sudah Alfin bersihkan. Kejadian yang tidak bisa dia kontrol itu kadang-kadang membuatnya lelah.
Beruntung, Alfin masih bertemu banyak rekan kerja dan atasan yang baik, yang menghargai setiap usahanya. Dari situ Alfin belajar bahwa sekecil apapun pekerjaan kita, tetap punya arti dan manfaat bagi orang lain. Terlepas dari latar belakangnya yang hanya lulusan SMA.
Resign dari cleaning service, pilih mengejar mimpi
Lebih dari itu, Alfin bangga bisa membiayai kebutuhan hidupnya sendiri setelah lulus SMA. Namun akhirnya, Alfin memutuskan resign sebagai cleaning service tahun 2026 ini. Bukan karena dia membenci pekerjaan tersebut tapi untuk mengejar mimpinya.
“Sekarang saya memilih memulai perjalanan keliling Indonesia untuk mengenal lebih banyak budaya, bertemu orang-orang baru, dan membuktikan bahwa mimpi bisa diperjuangkan, meski dimulai dari seseorang yang pernah bekerja sebagai cleaning service,” kata Alfin.
Alfin sadar perjalanannya bakal penuh risiko dan ketidakpastian, tapi dia percaya bahwa kesempatan tidak selalu datang dua kali. Lewat keputusannya ini, dia berharap bisa menginspirasi orang lain agar tidak takut memulai, apa pun latar belakangnya. Seperti dirinya yang hanya lulusan SMA, walaupun saat ini masih kuliah.
Menjelajah Indonesia untuk menginspirasi anak muda
Keputusan Alfin resign dari cleaning service ke traveler bukan tanpa persiapan. Selain menyisihkan gaji untuk kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, selama ini Alfin sudah menabung untuk membeli perlengkapan traveling seperti carrier dan perlengkapan camping.
Di sela-sela kesibukannya bekerja dan kuliah, Alfin juga menyisihkan waktu untuk belajar membuat konten di media sosial, serta menyusun rute perjalanan dengan harapan pengeluarannya tidak melebihi budget.
“Saya ingin menunjukkan bahwa seseorang yang pernah bekerja sebagai cleaning service dan masih kuliah pun tetap bisa berani melangkah dan mewujudkan impiannya, asalkan mau berusaha dan konsisten,” kata Alfin yang masih memegang ijazah SMA.
Di sisi lain, Alfin juga ingin memperkenalkan keindahan Indonesia lewat konten yang dia buat, sehingga semakin banyak orang yang menghargai budaya, alam, dan potensi daerah-daerah di Indonesia.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan
