Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Maret 2026
A A
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Ilustrasi - Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selama menjadi WNI kerap menerima perlakuan buruk dan rasis. Akhirnya putuskan lepas paspor Indonesia untuk jadi WNA di Jerman dan temukan kehidupan yang cenderung lebih mudah dari sebelumnya.

***

Lahir sebagai keturunan Tionghoa membuat Anne (42), bukan nama asli, sudah berhadapan dengan situasi buruk sejak kecil. Tinggal di Jakarta, ia dan keluarganya kerap menjadi sasaran rasis. Apalagi di tahun 1998. 

Sebenarnya sejak kecil Anne telah membekali diri dengan beragam tameng. Ia belajar bela diri, sedia pisau di tas kalau sedang keluar karena takut jadi korban pelecehan seksual. 

“Belum lagi urusan administratif sebagai WNI yang rasa-rasanya selalu dipersulit,” ungkap Anne berbagi cerita pada Senin (9/3/2026) sore. 

Itulah kenapa, pada akhirnya Anne berpikir untuk meninggalkan Indonesia, menjauh dari Jakarta (tempat ia dan keluarganya tinggal). 

WNI asing di negara sendiri, pilih pindah ke Jerman

Pada 2008, Anne bertemu dengan laki-laki WNA (yang kemudian menjadi suaminya). Bersama sang suami, Anne memutuskan pindah ke Jerman. 

“Waktu itu nggak ada diskusi panjang dengan keluarga di Jakarta. Karena menurutku kalau di negara sendiri dianggap asing (meski masih berstatus WNI), kenapa nggak sekalian mencoba hidup di negara asing,” beber Anne. 

Keluarga Anne mengerti keputusan Anne untuk pindah ke Jerman. Karena faktanya memang Indonesia tidak ramah untuk WNI dengan garis keturunan seperti keluarga Anne. 

Lepas paspor Indonesia dan status WNI karena tidak mau ribet

Setelah bertahun-tahun tinggal di Jerman, pada 2022 Anne memutuskan untuk melepas paspor Indonesia/status WNI. 

“Karena di Indonesia waktu itu ada lagi perubahan aturan mengenai nama: di mana nama di paspor harus sesuai dengan KTP Indonesia. Kecuali kita melakukan banding di pengadilan,” ungkap Anne. 

“Meskipun nama di LN sudah sejak lama ditambahkan nama suami dan selama itu juga di paspor ada nama suami di halaman depan, eh mendadak di Indo ganti aturan,” sambungnya. 

Karena tidak mau ribet-ribet lagi, Anne pun mantap melepas status WNI dan paspor Indonesia yang selama ini ia pegang. Sekalian pindah jadi WNA saja. 

Belum pernah terima perlakuan buruk meski berbeda, tak seperti di Indonesia

Sedari awal pindah ke Jerman, walaupun masih status WNI, Anne mengaku tidak mendapat perlakuan rasis. Bahkan hingga sekarang. 

Iklan

“Ya ada satu/dua tindakan rasis. Tapi bisa dihitung jari. Yang jelas nggak separah di Indonesia,” katanya. “Itu pun selalu ada orang lokal (WN setempat) yang meminta maaf atas perilaku asosial pelaku rasis tersebut.”

Selain itu, Anne nyaris tidak pernah menerima olok-olok sebagaimana yang ia alami sejak kecil hanya karena beda warna kulit dan bulatan mata. Bahkan, di Jerman, sekalipun bahasa Jerman Anne masih kacau di awal-awal (indikasi bukan warga asli Jerman), tidak ada yang lantas menjadikannya olokan. 

Rasakan kemudahan kerja di Jerman, nelangsa sama orang Indonesia

Selain itu, dengan melepas status WNI dan paspor Indonesia, Anne merasa lebih mudah dalam bekerja. 

“Karena aku kerja di Jerman yang kerjaanku mengharuskan banyak on the way. Kalau pakai paspor Indonesia report apply visa melulu, ribet,” ucap Anne. Selain juga memudahkan dalam urusan perjalanan yang lain dan saat sesekali mengundang keluarga Indonesia ke Jerman. 

Saat Anne memutuskan pindah dan kerja di Jerman, keluarganya (orang tua dan adik Anne) memilih tetap menetap di Indonesia sebagai WNI. Ada banyak alasan kenapa keluarga Anne enggan ikut pindah. Di antara yang fundamental karena sudah berkeluarga dan tidak cocok dengan cuaca di Jerman. 

“Kalau tidak kuundang di Jerman, aku masih sesekali pulang ke Jakarta,” tutur Anne. 

Di konteks minimnya perbuatan rasis padanya sekaligus kemudahan akses kerja, Anne memang bersyukur pindah ke Jerman. Namun, tentu ada sisi sentimentil lantaran melepas status WNI sebagai negara tempat keluarganya berkumpul. 

“Tapi di satu sisi juga nelangsa melihat kondisi Indonesia yang semakin ke sini kok kelihatan tambah memburuk,” pungkas Anne. Karena memang, nyaris setiap hari ada saja kebijakan aneh yang tidak berpihak ke rakyat dan kabar buruk-kabar buruk lain akibat ulah pejabat. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2026 oleh

Tags: jermankerja di Jermanlepas wnipaspor indonesiaWNIwni di jermanwni kerja di jerman
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO
Kilas

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO
Aktual

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO
Edumojok

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja Mojok.co

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

26 Maret 2026
Dosa Mahasiswa Interior di Surabaya: Memuja Garis Presisi di Studio, tapi Menyembah Kue Lembek di Dapur MOJOK.CO

Dosa Mahasiswa Interior di Surabaya: Memuja Garis Presisi di Studio, tapi Menyembah Kue Lembek di Dapur

25 Maret 2026
Jalan rusak di Taniwel, Maluku. MOJOK.CO

Ratusan Anak Sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat Dibiarkan Menderita dari Tahun ke Tahun oleh Maluku

30 Maret 2026
Trauma memelihara kucing sampai meninggal. MOJOK.CO

Trauma Pelihara Kucing: Penuhi Ego di Masa Kecil, Saat Dewasa Malah Merasa Bersalah usai Anabul Kesayangan Mati

26 Maret 2026
Mahasiswa Malaysia menyesal kuliah di Universitas Islam Negeri di Indonesia. Lulusan UIN mentok gitu-gitu aja MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Malaysia Kuliah di UIN demi Murah, Hadapi Banyak Hal Tak Mutu dan Lulusan UIN yang “Mentok Segitu”

26 Maret 2026
Alumnus UT Dapat Cuan dari Tren Foto Newspaper Photobooth di Jalan Tunjungan Surabaya. MOJOK.CO

Alumnus UT Buka Bisnis Foto ala Newspaper di Jalan Tunjungan, Satu Cetak Hanya Rp5 Ribu tapi Untungnya Bisa Sejuta dalam Sehari

25 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.