ADVERTISEMENT

Jasa Fancam Konser K-Pop, Dapat Cuan Besar dari Orang FOMO dan Fandom yang Kurang Beruntung

Fancam konser Musik K-Pop.MOJOK.CO

Awalnya cuma iseng. Namun, berbekal tiket dan HP, joki fancam konser K-Pop berhasil meraup jutaan rupiah dengan menjual video kepada kaum FOMO yang sekadar butuh validasi di media sosial.

***

Februari tahun lalu, grup K-Pop Seventeen menggelar konser di Jakarta. Bagi Cika (26), ini adalah momen yang tak boleh dilewatkan. 

Perempuan asal Solo ini memang baru sekitar dua tahun nyebur ke dunia K-Pop, itu pun setelah dicekoki sepupunya. Namun, cintanya pada grup tersebut sudah kadung dalam. 

Ketika ia berhasil memenangkan war tiket yang brutal itu karena harus rebutan tiket dengan fans lain, rasa bangganya membuncah.

“Ini jadi pencapaian tertinggi karena menang war. Sekaligus juga konser K-Pop pertamaku,” ujarnya, Minggu (4/10/2026)

Cika pun iseng memamerkan tiketnya di grup-grup fandom yang ia ikuti. Responsnya sudah bisa ditebak, banyak teman sesama penggemar yang meratapi nasib karena kalah cepat dan tak kebagian tiket.

Rezeki tak terduga setelah beli tiket mahal

Namun, dari ratapan itu, malah muncul sebuah peluang cuan yang sama sekali tak Cika duga. Kotak masuk pesannya mendadak penuh. 

Bukan nitip dibelikan merchandise resmi, teman-temannya justru meminta Cika merekam video alias fancam selama konser K-Pop ini berlangsung.

Mereka berani membayar karena tahu Cika memegang tiket kategori “BLUE”. Meski bukan kategori VIP yang menempel persis dengan pagar barricade, posisi kategori BLUE sangat strategis. 

“Jadi tiket kategoriku itu kalau dari layout panggung posisinya cukup dekat buat mereka wajah para anggota Seventeen secara close up,” jelasnya.

Dijual murah, bundling Rp100 ribu per lima video

Awalnya Cika bimbang. Niat awalnya datang ke stadion memang untuk bersenang-senang dan menikmati aksi bias kesayangannya. 

Ia tidak mau repot menjadi kameramen “titipan” orang. 

Namun, karena yang merengek rata-rata adalah kenalannya sendiri sesama penggemar yang kurang beruntung, hatinya luluh.

“Karena aku kenal orang-orang kini, mutualan juga di medsos, jadi aku iyakan saja. Karena ada perasaan kasihan sih mereka nggak kebagian tiket,” jelas fans K-Pop ini.

Cika akhirnya nekat membuka “jasa” fancam seadanya. Karena buta harga pasar, ia asal saja mematok tarif. 

Ia menjual sistem bundling seharga Rp100 ribu untuk lima video. Kalau ada yang punya request khusus untuk merekam satu anggota secara spesifik dari awal sampai akhir, ia meminta mereka bernegosiasi lewat pesan pribadi untuk penyesuaian harga.

Sambil menyelam minum air, nonton idola tetap cuan dua jutaan

Tiba di hari konser, Cika benar-benar mempraktikkan peribahasa “sambil menyelam minum air”. Berbekal ponsel flagship spesifikasi dewa miliknya, ia menikmati alunan musik sambil tangannya sibuk merekam momen-momen krusial di atas panggung. 

Fokus utamanya tetap menonton, tapi ia memastikan pesanan kliennya terekam dengan jernih.

Setelah acara selesai, fans K-Pop memilah video-video tersebut dan mengirimkannya ke belasan pemesan malam itu. Saat iseng merekap pendapatan, ia sendiri kaget. Uang sekitar dua juta rupiah masuk ke rekeningnya. 

Mengingat harga tiket kategori BLUE miliknya seharga Rp3,2 juta, pengeluaran Cika nyaris balik modal. 

“Aku nggak nyangka aja cuannya bisa sebesar ini, nyaris balikin harga beli tiketku. Padahal semua awalnya iseng aja,” akunya.

Pertama dan terakhir jadi joki fancam konser K-Pop 

Itu adalah kali pertama dan terakhir Cika menjadi “joki fancam“. Selain karena Seventeen belum kembali menggelar konser di Indonesia, Cika juga belum punya keinginan menonton puluhan artis Korea lain yang belakangan mampir ke Jakarta.

Setelah Seventeen, sepanjang 2025 artis K-Pop silih berganti manggung di Jakarta. Mulai dari NCT, G-Dragon, Super Junior, hingga Blackpink.

“Kalau mau ditelateni bisa cuan besar. Cuman aku nggak mau aja, harus war dulu, persiapan, dan takutnya sepanjang konser bukan mau menikmati tapi malah fokus cari bahan jualan.”

Joki fancam konser K-Pop diminati kaum FOMO

Namun, meski ia sudah “pensiun dini”, Cika melihat industri jasa fancam K-Pop ini justru makin menggila di media sosial. 

Di platform X maupun Threads, jasa joki fancam kini bertebaran dengan harga yang jauh lebih mahal dan punya menu pesanan yang sangat spesifik.

Menu jualannya juga lebih lengkap. Ada joki yang menawarkan Full fancam (merekam satu lagu dari awal sampai akhir tanpa putus), Cut per song (hanya merekam potongan lagu tertentu), hingga merekam sesi Ment–momen jeda di tengah konser saat artis hanya berdiri mengobrol atau mengelap keringat.

Syarat transaksinya pun makin rapi. Klien sekarang rata-rata mewajibkan joki mengirimkan Raw file (video mentah beresolusi 4K tanpa kompresi) via tautan Google Drive agar kualitas video tidak pecah. 

Di balik perputaran uang yang bisa mencapai jutaan rupiah dalam satu malam itu, Cika menyoroti satu ironi. Dari obrolannya dengan teman-teman yang masih aktif meraup cuan dari profesi ini, terungkap fakta bahwa tidak semua pembeli video mahal itu adalah penggemar garis keras.

Kenyataannya, banyak pesanan justru datang dari orang-orang yang sekadar FOMO. Mereka rela membayar mahal joki fancam demi mendapat video eksklusif jarak dekat untuk diunggah ke Instagram Story. 

“Tujuannya ya gengsi aja. Biar terlihat seolah-olah ikut hadir di konser, ikut nyanyi, padahal kenyataannya mereka nggak ada di lokasi,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Mahasiswa S2 UGM Dicap Buang-buang Waktu karena Suka K-Pop, Malah Bisa ke Luar Negeri berkat Hobi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2026 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.