Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
26 Februari 2026
A A
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kerja di Jakarta (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kerja di Jakarta tak pernah mudah. Selalu ada drama yang kalau diingat kadang bikin sedih, sekaligus tertawa. 

Salah satunya kisah Lita (28), lulusan cumlaude salah satu PTN di Jogja yang nekat mengadu nasib di ibu kota. Ia berhasil dapat kerja dan keluarganya telanjur bikin syukuran. Namun, kantornya bubar duluan padahal gaji pertama belum turun.

Gaji di Magelang dan Jogja rendah, memutuskan merantau sebagai fresh graduate

Bagi Lita, tahun 2022 adalah masa yang kalau diingat lagi sekarang, rasanya campur aduk antara ingin menangis dan tertawa. Perempuan asal Magelang ini lulus dari sebuah PTN top di Jogja pada 2021. 

IPK-nya di atas 3,5 alias cumlaude. Dulu, ia pikir gelar mentereng itu akan memuluskan jalannya untuk kerja di Jakarta. Nyatanya, ibu kota punya cara sendiri untuk menguji mental anak rantau.

Lulus di tengah bayang-bayang pandemi Covid-19 adalah masa yang berat bagi angkatan 2017 seperti Lita. Saat itu perekonomian belum sepenuhnya pulih dan hampir tidak ada lowongan pekerjaan yang buka. Banyak perusahaan menahan pengeluaran besar-besaran. Alhasil, selama setahun penuh sejak wisuda, Lita terpaksa menganggur. 

“Hari-hari aku habisin buat ngirim puluhan lamaran di LinkedIn sama Jobstreet, sambil berharap paling nggak ada satu lah yang nyantol,” kisahnya kepada Mojok, Selasa (24/2/2026).

Sebenarnya, ada beberapa panggilan wawancara di sekitar Magelang dan Jogja. Namun, tawaran gajinya bikin sakit kepala. Tawaran paling tinggi hanya di angka Rp2,5 juta. Bahkan, tidak sedikit perusahaan yang menawarkan gaji di bawah UMR setempat, padahal tuntutan pekerjaannya cukup berat. 

Sebagai lulusan cumlaude, Lita tentu merasa harus mencari peluang yang lebih masuk akal. Kesadaran untuk segera meringankan beban finansial orang tua inilah yang membuat Lita membulatkan tekad untuk mencari kerja di Jakarta.

Dapat kerja di Jakarta, syukuran sekampung

Penantian panjang itu akhirnya membuahkan hasil pada pertengahan 2022. Sebuah perusahaan di ibu kota membalas lamarannya. Setelah melewati beberapa tahap wawancara secara daring yang menegangkan, Lita dinyatakan lolos.

Surat penawaran atau offering letter pun turun. Angkanya lumayan: Rp4,5 juta per bulan untuk tiga bulan pertama masa percobaan. Pihak HRD juga menjanjikan kenaikan gaji yang cukup besar jika Lita nantinya berhasil diangkat menjadi karyawan tetap. 

“Buat fresh graduate kayak aku yang sudah setahun nganggur, angka itu gede banget. Nggak ada drama babibu, aku langsung pamitan sama bapak dan ibu buat kerja di Jakarta,” ungkapnya.

Kabar bahagia ini disambut dengan sangat antusias oleh keluarganya di Magelang. Saking bangganya melihat anak perempuan mereka akhirnya mendapat pekerjaan bergaji lumayan di ibu kota, orang tua Lita memutuskan untuk menggelar acara syukuran.

Di kampung halamannya, syukuran atau selametan bukan acara main-main. Tetangga satu RT diundang ke rumah. Doa bersama dipanjatkan agar urusan Lita di perantauan lancar. Saat pulang, para tetangga dibawakan besek berisi makanan. 

Omongan tetangga yang memuji-muji kepintaran Lita (yang kalau dia ingat sebenarnya agak norak) pun membuat orang tuanya makin bangga melepas anaknya kerja di Jakarta. Beban di pundaknya memang bertambah berat karena ekspektasi itu, tapi saat itu ia mengaku sangat siap dan percaya diri.

Iklan

Baru dua minggu kerja, kantor malah tutup

Sesampainya di ibu kota, Lita mulai bekerja. Kantornya menyewa sebuah ruang kerja bersama (coworking space) di kawasan Jakarta Selatan. Awalnya, semua tampak normal. Lita bekerja keras setiap hari, datang pagi pulang malam, berusaha membuktikan bahwa perusahaan tidak salah merekrut dirinya.

Namun, petaka itu datang tepat di minggu ketiga. Cuma 10 hari sebelum tanggal gajian tiba, pimpinan perusahaan mendadak mengumpulkan semua karyawan. Lewat pertemuan yang singkat dan tegang, sang bos mengumumkan bahwa perusahaan harus tutup paling lambat bulan ini. 

Karyawan tetap akan migrasi ke sister company, sementara para pekerja probation seperti Lita, terpaksa diberhentikan. “Padahal itu jumlah yang probation cukup banyak,” kata dia.

Alasannya sangat khas perusahaan rintisan di tahun 2022: investor tiba-tiba menarik dana dan perusahaan kehabisan uang kas untuk beroperasi. Ini adalah realita pahit kerja di Jakarta yang sama sekali tidak pernah dibayangkan Lita sebelumnya.

Lita lemas tak bisa berkata-kata. Jangankan bicara soal diangkat jadi karyawan tetap beberapa bulan lagi, gaji bulan pertama yang sudah ia bayangkan untuk membayar uang kos dan makan bulan depan saja dipastikan tidak akan pernah turun. Perusahaan bubar jalan begitu saja tanpa pesangon yang jelas.

Malam itu, Lita menangis sejadi-jadinya. Uang sisa bekal dari orang tuanya sudah sangat menipis. Ia tidak sanggup membayangkan wajah orang tuanya di Magelang. Ia juga langsung teringat wajah tetangga-tetangganya yang baru sebulan lalu memakan nasi besek dari acara syukurannya.

“Coba kalau kamu jadi aku, mau nangis apa ketawa? Gimana cara jelasin ke ortu kalau anaknya yang di-selamtin kemarin itu udah nganggur lagi?”

Kisah ngenes kerja di Jakarta bukan kisah tunggal

Cerita nyesek yang dialami Lita ternyata bukan satu-satunya fenomena. Cerita Lita pernah dialami Dito. Mojok sendiri pernah menuliskan ceritanya dalam liputan berjudul “Lulusan S2 Nekat Merantau ke Jakarta karena Muak dengan UMR Jogja: Baru Sebulan Kerja Balik Nganggur, Kantor Bangkrut“. 

Diceritakan bahwa Dito adalah lulusan S2 dari sebuah PTN di Jogja yang nekat mengadu nasib ke ibu kota demi memutus rantai kemiskinan keluarganya. Sebagai sandwich generation yang harus menghidupi ibunya yang janda serta satu adik berkebutuhan khusus, gaji Rp2,7 juta di Jogja dirasa Dito seperti menguap begitu saja. 

Harapannya melambung ketika ia diterima di sebuah perusahaan startup coworking-space di Jakarta Pusat dengan tawaran gaji standar UMR, hampir dua kali lipat dari gajinya di Jogja. 

Sayangnya, niat mulia menaikkan derajat keluarga lewat kerja di Jakarta kembali digilas realita. Baru sebulan Dito menikmati kerasnya ibu kota, kantor tempatnya bekerja malah dilanda gonjang-ganjing dan berujung bangkrut. Lulusan S2 itu terpaksa menelan pil pahit yang sama dengan Lita: kembali berstatus pengangguran.

***

Kini, di tahun 2026, Lita sudah bekerja di perusahaan lain yang jauh lebih sehat secara finansial. Ia sudah berdamai dan bisa menertawakan kejadian pahit empat tahun lalu itu saat nongkrong bersama teman-temannya.

Untuk bisa bertahan hidup di ibu kota setelah kejadian itu, ia harus menekan gengsi. Ia sempat meminjam uang dari teman dekatnya dan mengambil pekerjaan lepas sana-sini sampai akhirnya mendapat pekerjaan tetap.

Pengalaman apes itu memberinya satu pelajaran berharga tentang kerasnya ibu kota.

“Sekarang kalau dengar ada tawaran kerja di Jakarta dengan gaji besar, aku sudah nggak mau buru-buru potong tumpeng,” ujarnya sambil tertawa. “Mending pastikan dulu kantornya beneran ada uang buat bayar karyawan apa nggak,” tutupnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Meninggalkan Pekerjaan Gaji Rp150 Ribu per Hari di Desa Demi Ego Merantau, Berujung Sesal karena Kerja di Jakarta Tak Sesuai Ekspektasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2026 oleh

Tags: cari kerja di jakartaCumlaudefresh graduategaji di Jakartajakartalulusan ptnlulusan S1merantau ke jakartapengalaman fresh graduatepilihan redaksiPTN
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO
Edumojok

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO
Sehari-hari

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO
Cuan

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Musik BTS bukan K-Pop. MOJOK.CO

Kisah Pembenci Musik K-Pop yang Hidupnya Terselamatkan oleh Lagu BTS: Mereka Itu Aslinya “Motivator Mental Health”

31 Maret 2026
Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang! MOJOK.CO

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang!

30 Maret 2026
Album baru ARIRANG BTS. MOJOK.CO

Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang

29 Maret 2026
Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.