Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kampus yang Mendahulukan Mahasiswa Cumlaude untuk Maju Lebih Dulu Itu Diskriminatif

Redaksi oleh Redaksi
3 September 2023
A A
Masihkah Cumlaude Itu Istimewa? MOJOK.CO

Masihkah Cumlaude Itu Istimewa?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hari ini akhirnya selesai sudah masa-masa perkuliahan yang selama ini saya tempuh.  Prosesi, wisuda menjadi penanda akhir dari proses belajar selama 4 tahun lamanya. Saat prosesi pemanggilan untuk penyerahan ijazah sangat banyak sekali mahasiswa yang mendapat gelar pujian atau “cumlaude”. 

Bahkan saya kira lebih banyak yang cumlaude daripada yang tidak. Saya kira hampir 70% mahasiswa cumlaude dan sisanya non-cumlaude. 

Kampus mendahulukan mahasiswa yang mendapatkan gelar cumlaude untuk maju terlebih dulu. Kemudian menyusul di belakangnya mahasiswa yang tidak mendapat gelar tersebut.

Saya rasa dengan mendahulukan mahasiswa yang mendapat gelar cumlaude dan menyisakan belakangan mahasiswa yang non-pujian itu adalah bentuk diskriminasi.

Apakah klaim itu benar?

Ketika proses pemanggilan itu teman-teman saya yang tidak mendapat gelar cumlaude merasa bahwa mereka itu adalah mahasiswa bodoh. Perasaan itu kembali lagi saat proses pemberian Ijazah. 

Mahasiswa yang mendapat gelar pujian berkesempatan mendapatkan ucapan selamat dari rektor dan dekan. Berbanding terbalik dengan mahasiswa yang tidak mendapat gelar pujian yang hanya disalami oleh Dekan. 

Hmmm… sungguh diskriminatif kampus itu. Saya sangat kecewa dengan tindakan diskriminatif itu.

Masihkah istimewa gelar “cumlaude” jika mayoritas cumlaude?

SAYA RASA TIDAK

Bagaimana jika mahasiswa yang tidak mendapat gelar itu adalah mahasiswa yang secara “ideologis” atau pengetahuan atau mahasiswa yang memiliki preferensi kebenaran yang berbeda dengan yang kampus ajarkan. Sebab ada mahasiswa yang tidak sejalan dengan kebenaran yang ada di kampus dan memilih untuk mencari kebenaran lain di dunia luar.

Lalu apakah mahasiswa yang tidak mendapat gelar cumlaude itu dapat dikatakan bodoh dan berhak mendapatkan tindakan diskriminatif dari kampus? TIDAK

Pembelaan dari seorang mahasiswa bodoh.

Aksal Al, Desa Cihanjuang Rahayu, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat

BACA JUGA Derita Mahasiswa Muhammadiyah Ikut PMII dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2023 oleh

Tags: Cumlaudedengan pujianKampuswisuda
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO
Esai

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO
Tajuk

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO
Esai

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.