Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Masruroh, Ibu Penjual Burjo Gerobak yang Bahagia Bisa Antarkan Anak Lulus Cumlaude di UNY

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
6 Maret 2024
A A
Masruroh, Ibu Penjual Burjo Gerobak yang Bahagia Bisa Antarkan Anak Lulus Cumlaude di UNY MOJOK.CO

Ilustrasi Masruroh, Ibu Penjual Burjo Gerobak yang Bahagia Bisa Antarkan Anak Lulus Cumlaude di UNY. (Agung P/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gerobak warisan suami yang memberi barokah

Gerobak yang ia pakai saat ini adalah warisan suaminya yang dibuat tahun 1993. Meski terlihat kecil dan sederhana, gerobak tersebut jadi saksi perjuangan sekaligus memberi barokah untuk keluarga Masruroh. “Ini masih awet Mas, karena suami saya berpesan, gerobak itu harus masuk rumah. Kita tidur di dalam rumah, maka gerobak juga dimasukan ke dalam rumah,” kata Masruroh. 

Suaminya menganggap gerobak burjo bukan sekadar gerobak, sehingga sangat diperhatikan dan disayang. Maka meski sudah berusia lebih dari 30 tahun, gerobak itu masih awet. “Paling kemarin saya cat dan perbaiki sendiri, kalau lagi di rumah, gerobak ini nggak boleh kehujanan atau kepanasan, harus ada di dalam rumah,” kata Masruroh. 

Masruroh menceritakan suka dukanya jualan burjo selama lebih dari 30 tahun bersama suaminya. Ia biasa bangun pukul setengah dua malam. “Pertama saya curhat sama Allah segala hal, jam dua baru mulai masak bubur, jam 5 mulai jualan,” ujar Masruroh. 

Masruroh punya angan-angan memiliki kios untuk jualan burjo. (Agung P/Mojok.co)

Semangkuk burjo ia jual Rp5.000. Rata-rata Masruroh menghabiskan 1 kg bahan baku kacang ijo dalam sehari. Angka itu sama dengan sekitar 100-200 bungkus burjo.

“Jam setengah sebelas saya harus sampai rumah, jadi kalau misal jam 10 belum habis, biasanya saya kasih ke ojek online atau orang-orang,” kata Masruroh. 

Berharap punya kios burjo

Khusus hari Jumat, Masruroh menyiapkan bahan lebih banyak, sekitar 1,5 kg kacang ijo. Ini untuk ia gunakan program Jumat berkah. “Jadi saya jualnya Rp10 ribu dapat tiga bungkus,” katanya. 

Masruroh mengatakan, ia tidak punya hari libur dalam berjualan. Hampir setiap hari ia menjual bubur kacang ijo di tempat yang sama. Kalau sampai libur artinya ada keperluan yang mendesak. “Kalau cuma sakit ringan, saya usahakan jualan, nggak ada hari libur,” katanya ceria. 

Masruroh masih punya angan-angan bisa sewa kios untuk jualan burjo sekaligus ia ingin jualan makanan yang ia masak sendiri. Namun, ia menyadari hal itu tidak mudah, sehingga ia merasa bersyukur dengan apa yang ia dapatkan saat ini.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Mas Tatang dari Majenang: Tinggalkan Jakarta Meski Punya Gaji Tetap, Pilih Buka Usaha Jahit Keliling di Jogja yang Pendapatannya Tak Menentu

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2024 oleh

Tags: bubur kacang ijoburjogerobak burjoinspiratiforang biasauny
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO
Kampus

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Didikan bapak penjual es teh antar anak jadi sarjana pertama keluarga dan jadi lulusan terbaik Ilmu Komunikasi UNY lewat beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Kampus

Didikan Bapak Penjual Es Teh untuk Anak yang Kuliah di UNY, Jadi Lulusan dengan IPK Tertinggi

29 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Anak pulang ke rumah dari perantauan ditunggu, tapi justru sakiti dan beri duka karena sepelekan masakan ibu MOJOK.CO

Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

11 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Potret kasih sayang keluarga (ayah, ibu, dan anak) dalam momen mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagi Ibu, Tak Apa Membayar Tiket Mahal untuk Mudik demi Bisa Kumpul Bersama “Anak Kecilnya” yang Berjuang di Perantauan

5 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.