Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Lulusan S2 UGM dengan IPK Tinggi Jualan Bakso di Jogja Kala Mimpi Jadi Dosen Tertunda

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 Mei 2025
A A
Lulusan S2 Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih jualan bakso di Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Lulusan S2 Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih jualan bakso di Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gagal PNS dosen padahal tinggal selangkah

Dika lulus S1 Peternakan UGM dengan di IPK 3,2. Atas dorongan dari orangtua, Dika lalu melanjutkan S2 Peternakan UGM.

“S2 mulai fokus kuliah. Nggak sambil jualan. Karena saya pengin lulus secepatnya. Alhamdulillah lulus dengan IPK 3,8 selama 4 semester,” tutur Dika.

Tak hanya itu, dia juga memiliki publikasi internasional dengan judul “Perceptions and Economic Losses of Foot and Mouth Disease to Beef Cattle Farmers in Bantul Regency, Yogyakarta”.

Setelah lulus S2 Peternakan UGM, Dika sempat coba-coba mengikuti seleksi PNS untuk formasi dosen. Dika gagal di tahap SKB karena kalah perankingan.

Alhasil, Dika mulai berpikir untuk merintis usaha sendiri, sambil mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi PNS dosen di tahun depan. Sebab, bagaimanapun, menjadi dosen adalah cita-citanya dan orangtua. Jadi harus dia wujudkan.

“Karena kalau saya cuma jadi dosen, nanti pulang cuma bawa gaji. Kalau sambil bikin usaha, nggak cuma gaji, tapi ada sesuatu yang saya bangun,” ujar pemuda berbadan tegap dan kekar itu.

Toh untungnya, orangtua Dika support-support saja dengan pilihan sang anak merintis usaha bakso. Karena masih sejalan dengan usaha yang orangtuanya rintis.

Ilmu S2 Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) tetap berguna

Jangan salah. Kendati termanya jualan, tapi ilmu S1 hingga S2 di Peternakan UGM bagi Dika sangat terpakai.

“Terutama Untuk menentukan kualitas daging yang cocok buat bakso. Karena kan nggak semua bagian daging sapi itu bagus buat bakso,” terang Dika. “Begitu juga dalam memilih bahan-bahan lain.”

Ilmu bagaimana cara menyimpan daging yang Dika dapat dari Peternakan UGM pun sangat aplikatif dalam usaha warung baksonya.

“Itulah kenapa saya siapkan lemari es untuk mempertahankan kualitas daging. Jadi baksonya nggak di-display di depan. Karena kalau di-display dari pagi sampai malam, itu kan terjadi proses pembusukan,” beber Dika.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @baksobanguyo_jogja

Iklan

Dika memang benar-benar memperhatikan kualitas bakso yang dia jual.

Sejak dua bulan buka, bakso Bang Uyo miliknya memang jadi jujukan pembeli lantaran strategi promosi di media sosial, seperti melalui TikTok dan Instagram.

Akan tetapi, baginya, media sosial hanyalah alat untuk menarik massa. Yang paling penting adalah bagaimana konsumen puas, lalu kembali, atau bahkan turut merekomendasikan ke orang lain. Maka, kualitas produk harus benar-benar memuaskan.

Semakin tinggi pendidikan, cara pandangnya harusnya makin luas

“Semakin tinggi pendidikan seseorang, harusnya semakin luas cara pandangnya,” begitu cara lulusan S2 Peternakan UGM itu memaknai pendidikan tinggi.

Selama ini, ada kecenderungan lulusan S2, bahkan S1 sekalipun, merasa gengsi kalau tidak bekerja di instansi pemerintah atau perusahaan.

Lulusan S2 Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih jualan bakso di Jogja MOJOK.CO
Dika Widia Putra (27), lulusan S2 Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih jualan bakso di Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Sementara bagi Dika, harusnya lulusan perguruan tinggi itu memiliki pandangan luas terhadap dunia kerja. Bukannya malah membatasi diri. Seharusnya juga bisa membaca banyak peluang lain.

“Masuk BUMN misalnya, itu bagus. Tapi kalau rezekinya nggak di situ ya harus buka peluang lain. Kalau nggak nanti nggak kerja-kerja,” tegas Dika.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Tipu Orangtua Rp10 Juta buat Joki UTBK demi Kuliah Teknik Elektro, Berujung DO karena Kesulitan dan Jadi Sampah Keluarga atau liputan Muchamad Aly Reza lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2025 oleh

Tags: lulusan s2lulusan s2 ugmpeternakan ugms2 ugmUGMUniversitas Gadjah Mada
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Waspada "Silent Killer", Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi.MOJOK.CO
Kesehatan

Waspada “Silent Killer”, Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi

30 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.