Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
9 Maret 2026
A A
Mendambakan seperti suami Sheila Dara, Vidi Aldiano. Cara hidup dan perginya bikin iri banyak orang MOJOK.CO

Ilustrasi - Mendambakan seperti suami Sheila Dara, Vidi Aldiano. Cara hidup dan perginya bikin iri banyak orang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ucapan duka masih membumbung atas kepergian Vidi Aldiano hingga Senin (9/3/2026). Suami Sheila Dara itu meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.30 WIB setelah 7 tahun berjuang melawan kanker ginjal. 

Senyampang itu Mojok menampung berbagai ungkapan dari warganet yang merasa iri dengan cara hidup dan cara pergi Vidi. Lima orang warganet itu bahkan mulai bertanya-tanya: apakah mereka sudah menjalani hidup sebagaimana yang Vidi Aldiano jalani sehingga kelak bisa pergi sebagaimana sosok yang kerap dilabeli “duta persahabatan” itu pergi?

Merangkum ungkapan dari lima warganet tersebut pada Minggu (8/3/2027), hari ketika jenazah Vidi dikebumikan, berikut adalah cara hidup dan cara pergi Vidi Aldiano yang didambakan oleh banyak orang (setidaknya dari lima warganet yang menjadi responden Mojok): 

#1 Hidup hangat nan tulus ala Vidi Aldiano

Bukan tanpa alasan kenapa suami Sheila Dara tersebut dilabeli “duta persahabatan” oleh lingkaran pertemanannya. Pasalnya, penyanyi sekaligus host di program PodHub tersebut memang dikenal sangat mudah bergaul dengan siapa pun. 

Dari pengakuan para sahabtanya sesama artis, juga dari tayangan-tayangan program yang ada Vidi di dalamnya, tampak betul bahwa Vidi adalah sosok yang sangat positive vibes: rasa-rasanya tidak ada yang tidak merasa senang tiap bertemu dengannya. 

Kehangatan itu pun tidak dibuat-buat atau sekadar formalitas belaka. Tapi benar-benar tulus: karena Vidi memang suka berteman dengan banyak orang. 

Cara hidup semacam itu amat didambakan oleh lima warganet responden Mojok: menjadi orang yang dianggap positive vibes sehingga bisa masuk atau diterima di lingkaran mana saja. 

#2 Hidup penuh cinta tanpa banyak drama

Bagi lima responden Mojok, Suami Sheila Dara itu juga dikenal sebagai sosok penuh cinta dan tanpa banyak drama. Setidaknya dari konten-konten yang bertebaran. 

Tujuh tahun Vidi Aldiano membina rumah tangga bersama Sheila Dara. Nyaris tidak ada kabar miring kecuali datang dari mulut netizen julid. 

Justru, Vidi selalu menunjukkan kalau hubungannya dengan sang istri justru kian “penuh kecintaan” seiring bertambahnya usia pernikahan. 

Tidak hanya penuh cinta ke istri, ia juga penuh cinta ke keluarga dan sahabat-sahabatnya. Cara hidup yang penuh cinta itu membuat “iri” lima responden Mojok. 

Mereka mendambakan bisa hidup dengan cinta di hati, sehingga alih-alih musuh, yang berdatangan justru orang-orang baik yang bisa menjadi support system. Dan itu terus bertambah seiring cinta yang terus ditebar. 

Setidaknya dari dua cara hidup yang kasat di mata publik itu, berimplikasi terhadap cara pergi Vidi: 

#3 Kesaksian usai kepergian Vidi Aldiano

Seluruh sahabat-sahabat Vidi Aldiano memberi satu kesaksian yang sama usai kepergian suami Sheila Dara tersebut: bersaksi bahwa Vidi adalah orang baik. 

Iklan

Kesaksian itu diperkuat dengan wafatnya Vidi yang juga bertepatan dengan bulan baik dan mulia: Ramadan. Bulan yang, menurut penjelasan Habib Jafar saat melayat ke pemakaman Vidi, merupakan bulan di mana tidak ada pembatas antara ampunan Allah Swt dengan hamba-Nya. Bulan ketika pintu neraka ditutup, dan surga menjadi satu-satunya pintu yang terbuka. 

Lima responden Mojok mengaku “merinding” melihat kesaksian-kesaksian tersebut: tidak ada hal lain yang disaksikan dan dirasakan orang-orang di sekitar Vidi Aldiano selain kebaikan. 

#4 Diantar dan dikenang tanpa sibuk kekontenan

Bagi lima responden Mojok yang sejak Sabtu malam mengikuti perkembangan berita soal meninggalnya Vidi Aldiano, hanya satu yang membuat mereka terasa terganggu. Yakni momen di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 

Mereka mengaku kesal sekali dengan ulah wartawan gosip yang seolah tidak punya empati. Urusannya hanya sebatas harus rebutan ungkapan Sheila Dara tanpa mempertimbangkan bahwa ia masih dalam kondisi berduka. 

Namun, lima responden Mojok tidak melihat sahabat dan kerabat Vidi yang sibuk ngonten saat di pemakaman. Semua fokus mengantar dan mendoakan kepergian Vidi. 

Setelahnya jasad Vidi diturunkan ke liang lahad, nama dan sosok Vidi Aldioano kemudian dikenang dengan semestinya. Disimpan rapat-rapat dalam memori indah sahabat dan kerabatnya. 

Kalau kata lima responden Mojok, memangnya siapa yang tidak ingin pergi dalam kondisi seperti itu: diantar, didoakan, dan dikenang dengan begitu tulus dan penuh cinta.  

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Panduan Penting Persahabatan Laki-Laki dan Perempuan Anti Ambyar atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: duta persahabatankebaikan vidi aldianokenangan vidi aldianosheila daraVidi Aldiano
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Film Sore bukan sekadar romantis dan menggemaskan, tapi harapan semu kala berumah tangga MOJOK.CO
Aktual

Film “Sore: Istri dari Masa Depan” Memberi Penyesalan, Harapan Semu, dan Dendam pada Kehidupan Rumah Tangga di Masa Lalu

18 Juli 2025
Pojokan

Lagu BTS Fake Love, Balasan untuk Lagu Vidi Aldiano?

19 Mei 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Potret kasih sayang keluarga (ayah, ibu, dan anak) dalam momen mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagi Ibu, Tak Apa Membayar Tiket Mahal untuk Mudik demi Bisa Kumpul Bersama “Anak Kecilnya” yang Berjuang di Perantauan

5 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Sambut Cherrypop 2026, Cherry District Hadirkan Kolaborasi Ekosistem Kreatif di GIK UGM.MOJOK.CO

Sambut Cherrypop 2026, Cherry District Hadirkan Kolaborasi Ekosistem Kreatif di GIK UGM

3 Maret 2026
SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026
Kurir Alfagift, layanan Alfamart penyelamat pekerja Jakarta

Alfagift, Penyelamat Pekerja Jakarta dari “Mati” Kelaparan karena Kelelahan dan Tak Punya Teman Makan

4 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026

Video Terbaru

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.