Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Seni

The Grovvs: Band Indie Asal Magelang yang Ingin Jadi Teman “Tumbuh” di Tengah Keresahan Anak Muda

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
22 Agustus 2025
A A
The Grovvs, band indie asal Magelang. MOJOK.CO

ilustrasi - The Grovvs, band indie yang ingin menjadi teman tumbuh. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

The Grovvs merupakan band indie bergenre alternative pop asal Magelang yang dibentuk tahun 2021. Melalui lagu yang mereka buat, The Grovvs berharap bisa menjadi teman “tumbuh” bagi pendengarnya. Terutama bagi mereka sedang resah, patah hati, atau kesulitan mewujudkan mimpi di usia 20 tahun ke atas.

***

“All along, I can’t find peace of mind. All along, I sleepless on my mind. And God tell me how? And God tell me why?”

Penggalan lirik dari lagu The Grovvs berjudul “When I Was 21” terus terngiang dalam pikiran saya. Hari-hari saat menjelang tidur, bangun pagi, maupun pulang bekerja sambil mengendarai sepeda motor.

Setiap kalimatnya sederhana, tapi mampu menggambarkan segala kerumitan yang ada di kepala. Sama seperti orang dewasa yang dituntut tidak grusa-grusu dalam menghadapi masalah, lagu ini mampu membuatmu merasa tenang seketika dengan tidak meninggalkan semua resah yang masih tersimpan. 

Oleh karena itu, nama band The Grovvs pun tak terlepas dari permasalahan orang dewasa. Grovvs berarti tumbuh, plesetan kata dari bahasa Inggris yakni grow. Lewat lagu-lagunya, band indie tersebut ingin menjadi teman tumbuh bagi mereka yang sedang resah, patah hati, atau bingung akan masa depan.

Berawal dari panggung pentas seni sekolah

5 tahun yang lalu, The Grovvs adalah band yang beranggotakan anak-anak SMA dengan minat musik yang sama. Saat itu, panggung terbesar mereka hanyalah pentas seni sekolah. Ivan Adis bermain synth, Handy Aldiawan memegang bass, Iqbal bermain drum, serta Raafi An dan Wisnu sebagai gitaris. 

“Dua tahun setelah kelulusan SMA pada 2021, kami memutuskan untuk berkumpul kembali dan jamming di studio langganan kami,” ujar Raafi kepada Mojok, Selasa (19/8/2025).

Band indie asal Magelang. MOJOK.CO
Personel The Grovvs. (Dok. Pribadi)

Di sanalah mereka berembuk untuk membuat band bernama The Grovvs. Walau dalam perjalanannya, beberapa anggota memutuskan untuk keluar karena urusan pribadi.

“Barangkali seperti band pada umumnya, kami juga menjumpai tantangan dari segi waktu dan ego. Misalnya, kami harus mengesampingkan jadwal kuliah demi tampil di atas panggung atau menyisihkan uang jajan untuk rekaman,” ujar pemuda asal Magelang tersebut.

Persoalan itu masih terjadi hingga saat ini, tapi Raafi pribadi mewajari. Setiap orang, kata dia, punya latar belakang, pemikiran, dan prioritas masing-masing. Pada akhirnya, mereka hanya mengikuti seleksi alam tapi tetap mendukung satu sama lain.

Kini personel The Grovvs berjumlah tiga orang yakni Raafi, Ivan, dan Handy. Seperti namanya, The Grovvs terus tumbuh dan konsisten tampil di atas panggung.

The Grovvs: Membawa suasana hidup

The Grovvs pun mulai aktif sebagai band pembuka di tour konser bersama band-band ternama seperti Niskala, The Dare, Korekayu, hingga Olski. Salah satu moment paling berkesan adalah saat mereka manggung di JRNY Coffee & Records dalam acara Kill Your Idol Vol.5.

“Saat itu kami meng-cover lagu berjudul Girlfriend In A Coma dari The Smiths, lalu Rumah Sakit berjudul Kuning,” kata Raaif.

Iklan
Personel band indie. MOJOK.CO
Anggota band indie The Grovvs. (Dok. Pribadi).

Tanpa mereka sangka, banyak penonton yang mengapresiasi penampilan mereka dengan ikut bernyanyi sepanjang lagu. Terutama saat mereka membawakan lagu milik Rumah Sakit berjudul Kuning.

“Kami sangat merinding.Tidak menyangka kalau penonton ikut sing along, bahkan sampai dua  mic vokal yang kami gunakan hilang entah ke mana. Barangkali sudah diambil penonton untuk sing along, tapi kami sangat senang. Kami merasa penonton mengapresiasi penampilan kami di panggung saat itu,” tutur pemuda asal Magelang tersebut.

Tidak berhenti bertumbuh

Seiring berjalannya waktu, The Grovvs terus tumbuh dan mulai percaya diri membawakan lagu mereka sendiri dengan lirik berbahasa Inggris. Salah satunya ialah lagu berjudul Happier Time yang mereka buat saat SMA.

“Jadi sebetulnya, band kami sudah pernah rekaman saat SMA. Ada lagu berjudul Happier Time. Tapi kami bingung mau mixing ke mana?” ujar Raafi.

“Kebetulan ada satu teman kami yang kenal dengan Pandu Fuzztoni (produser rekaman sekaligus gitaris Morfem dan Zzuf). Dari situ terciptalah lagu Happier Time versi beliau,” lanjut pemuda asal Magelang tersebut.

Bagi band indie tersebut, bekerja dengan seorang Pandu Fuzztoni adalah pengalaman berharga. Mereka mendengar banyak masukan tanpa hilang rasa segan. Mereka pun tak menyangka bisa melangkah jauh seperti sekarang.

“Musik adalah ungkapan rasa dalam kami berkarya. Dengan chord yang miring-miring dan minor-minor, kami berharap bisa mengungkapkan emosi pendengar yang tidak bisa diutarakan lewat kata-kata,” kata Raafi.

Terbaru, The Grovvs juga telah mengeluarkan mini album “V2” yang memotret keresahan dan energi masa muda. Lagu ini menggambarkan bahwa masa muda tak selalu berarti bebas dan bahagia.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Cherrypop 2025 Deklarasikan Diri sebagai Gelanggang Musik Anak Muda Lintas Genre atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2025 oleh

Tags: anak mudaband asal Magelangband indieHappier Timemusik indieThe Grovvs
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pekerja muda hobi bikin kue
Sehari-hari

Dicap Hobi Kuno, Bikin Kue Jadi Jalan Gen Z Jakarta Tetap Waras dari Beban Kerja Usai Ibu Tiada

10 Februari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Ragam

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
anak muda.MOJOK.CO
Mendalam

Anak Muda Tidak Lemah, Masa Depan yang Tak Terlalu Ramah

20 November 2025
Benarkah Freelance Lebih Menjanjikan Buat Gen Z dan Milenial di 2025?.MOJOK.CO
Ragam

Benarkah Freelance Lebih Menjanjikan Buat Gen Z dan Milenial di 2025?

16 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026
Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026
Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.