Terpaksa Jadi Buruh Pabrik di Batam karena Terusir dan Bapak Enggan Biayai Kuliah, Langsung Sombongkan Gaji ke Bapak yang Hidup Prihatin dengan Istri Baru

Kerja di Batam buat Sombong ke Bapak yang Tak Beri Nafkah MOJOK.CO

Ingin pamer pencapaian ke bapak

Sejak akhirnya bisa kuliah dengan biaya sendiri dan bahkan bisa menghidupi sang ibu, Ayu tak memungkiri ada perasaan ingin pamer pencapaian ke sang bapak. Ia benar-benar ingin menunjukkan bahwa tanpa sang bapak, Ayu bisa mendapat kehidupan yang lebih layak.

Satu sisi Ayu sebenarnya tak ingin punya pikiran yang demikian, karena terkesan sebagai anak durhaka. Tapi jika mengingat apa yang telah sang bapak perbuat, ia merasa apa yang ia niatkan (pamer pencapaian ke bapak) rasa-rasanya tak salah-salah amat.

Untuk saat ini, kerja di sebuah instanasi pemerintah di Pasaman Barat gajinya memang kalah besar dari di Batam. Oleh karena itu, Ayu masih berupaya mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar. Sehingga pantas kalau buat pembuktian diri ke bapaknya yang kini hidup prihatin dengan istri barunya itu.

“Nggak ada niatan balik kerja ke Batam?” tanya saya.

“Sementara ini belum, biar nggak jauh-jauh dari ibu dulu, sambil cari-cari (kerja lain),” jawab Ayu. 

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Siswa Tergoblok Lolos SNBP Universitas Brawijaya Malang, Guru BK Tak Mau Apresiasi tapi Malah Meremehkan Berujung Nasibnya Jadi Tertawaan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 3 April 2024 oleh

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Exit mobile version