Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kedermawanan Ibu Kantin Sekolah, Penolong Siswa Sebelum Ada Program Makan Bergizi Gratis

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
17 Januari 2025
A A
Program makan bergizi gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto sudah berlangsung di Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - Menu makan bergizi gratis. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Salah satu pedagang kantin sekolah di Jogja, Sugi Gunardi (56) mengaku penghasilannya turun selama satu minggu ini, akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Meski begitu, dia tetap mendukung program tersebut karena dirasa bermanfaat untuk para siswa. 

***

Sugi sudah empat tahun berjualan makan dan minuman di Sekolah Dasar (SD) Sinduadi Timur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dulunya dia bekerja sebagai guru dan sudah pensiun. Kini, dia memilih berjualan di kantin.

Jajanan yang dijual cukup banyak, mulai dari makanan ringan, gorengan, mie instan, dan aneka minuman. Namun, dia tidak lagi menjual makanan berat seperti nasi. Sugi bilang selama satu minggu ini dia mulai kehilangan pelanggan karena program makan siang gratis. 

“Dulu sih jual kayak nasi goreng sama nasi kucing, saya patok harga Rp4 ribu. Porsinya ya untuk anak-anak, tapi sekarang sudah ada program pemerintah,” ujar pedagang kantin sekolah itu kepada Mojok, Jumat (17/1/2024).

Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program andalan Presiden Prabowo Subianto saat kampanye Pilpres kemarin. Dia menginginkan para siswa, balita, serta ibu hamil dan menyusui menerima makanan bergizi secara gratis.

Program ini sudah mulai berjalan sejak Senin (6/1/2025). Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, program ini baru berjalan Senin (13/1/2025). Salah satunya, di SD Sinduadi Timur.

Penghasilan pedagang kantin sekolah di Jogja menurun

Siang itu, Sugi tampak sibuk melayani murid-murid yang ingin membeli barang dagangannya sepulang sekolah. Sesekali dia masuk ke dapur untuk membuat pesanan minuman. Lalu, kembali ke depan hanya memberikan kembalian.

Kantin di sudut sekolah. MOJOK.CO
Sejumlah siswa menunggu jemputan di dekat kantin sekolah. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selama 15 menit ikut jajan dan duduk di sana, saya menghitung 3-5 murid membeli barang dagangan Sugi. Kebanyakan dari mereka sedang menunggu jemputan. Ada juga yang memilih jajan sambil menunggu kegiatan Pramuka. Hari Jumat memang menjadi jadwal rutin para siswa kelas 6 untuk mengikuti ekstrakurikuler tersebut.

Oleh karena itu, Sugi juga menyesuaikan jadwal mereka. Dia akan tutup sehabis ashar setelah kegiatan sekolah mulai sepi atau sudah tidak ada pembeli. Sugi berujar satu minggu ini jumlah pelanggannya mulai menurun.

“Mungkin sekitar 50 persen ya. Yang pasti ada pengaruhnya (terhadap penghasilan),” ujar Sugi di SD Sinduadi Timur, Jogja.

Sugi tidak menjelaskan secara rinci berapa penghasilannya per bulan. Dia juga tidak bisa memperkirakan kerugian yang didapat, karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru dilaksanakan lima hari ini.

Membantu siswa yang jarang membawa bekal

Meski berpengaruh besar terhadap mata pencahariannya, Sugi tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Sesuai dengan namanya, Sugi berharap anak-anak bisa memperoleh makanan bergizi secara gratis. Sebab, hanya ada anak-anak yang biasanya tidak sarapan atau tidak membawa bekal dan jajan di kedai miliknya.

Iklan

“Ibu-ibu di sekitar ini kan kegiatannya memang bekerja, selain jadi ibu rumah tangga. Pasti ya mereka merasa terbantu, nggak usah masak buat bekal,” ujarnya. 

Sugi sendiri memiliki seorang cucu yang sekolah di SD Negeri Sinduadi Timur, Jogja. Cucunya biasa membawa bekal dengan menu seadanya. Kalau ibu sedang terburu-buru berangkat kerja, lauk yang dimasak hanyalah bahan instan .

Makan Bergizi Gratis (MBG). MOJOK.CO
Tumpukan wadah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Itu mungkin kurang sehat ya sebetulnya. Nah, dari program ini siswa bisa mendapatkan menu yang bergizi,” ucapnya.

Oleh karena itu, alih-alih mengeluh terhadap penghasilannya yang menurun, Sugi justru mendukung program tersebut. Dia yakin rezeki bisa datang dari mana saja. Toh, kebiasaan anak-anak untuk jajan masih sama.

“Cucu saya uang sakunya masih Rp10 ribu, tidak dikurangi. Syukur-syukur kalau ada sisa ditabung,” ujarnya.

Antusiasme Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri Sinduadi Timur, Haryanto, menegaskan kantin sekolah tetap ada dan buka hingga pulang sekolah. Jadi, siswa tidak perlu khawatir. 

“Kantin tetap menyediakan makanan ringan,” kata Haryanto saat ditemui di kantornya, Jumat (17/1/2025).

Dia sendiri bersyukur karena sekolahnya termasuk yang pertama menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di wilayah itu, baru tiga sekolah yang menjalankan program tersebut.

“Program ini baru hari kelima. Semoga terus berlanjut,” ucapnya.

Haryanto berujar total ada 167 siswa di sekolahnya dari kelas 1 hingga 6. Setiap murid, kata dia, antusias dengan makanan yang diberikan. Jarang sekali ada yang tidak habis. Dia berharap anak-anak tumbuh dengan baik berkat makanan tersebut.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo: Tidak Ada Makan Siang Gratis atau liputan Mojok lainnya di rubrik  Liputan.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2025 oleh

Tags: MBGpedagang kantinPrabowo Subiantoprogram makan bergizi gratissekolah di Jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan
Sehari-hari

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
UGM MBG Mojok.co
Kilas

Gadjah Mada Intellectual Club Kritisi Program MBG yang Menyedot Anggaran Pendidikan

28 November 2025
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membongkar “Black Box” Otak Pemimpin Dunia: Trump dan Netanyahu Seharusnya Berendam, Bukan Perang MOJOK.CO

Membongkar “Black Box” Otak Pemimpin Dunia: Trump dan Netanyahu Seharusnya Berendam, Bukan Perang

6 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan

6 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ogah mudik apalagi kumpul keluarga saat Lebaran. MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.