Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tapak Suci Menyelamatkan Saya yang Nggak Jago Akademik hingga Bisa Kuliah di UNESA, meski Dulu Diremehkan karena Kurang Atletis

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
27 Mei 2025
A A
Tapak Suci Menyelamatkan Saya yang Nggak Jago Akademik hingga Bisa Kuliah di UNESA. MOJOK.CO

ilustrasi - pilih berlatih silat di perguruan pencak silat Tapak Suci agar bisa kuliah di Unesa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak mendapat perhatian setelah setahun latihan

Di awal latihan Tapak Sucinya, Iqal masih belum mendapat perhatian. Lagi-lagi karena di pandang sebelah mata oleh teman-teman maupun para pelatih. Seringkali, ia tak ditunjuk mewakili sekolahnya, karena ada kandidat lain yang dinilai lebih bagus darinya. Bahkan untuk ajang di tingkat cabang, ia tak pernah dipilih.

Meski begitu, Iqal tak pernah berhenti berlatih. Dalam seminggu, ia bisa latihan 4-5 hari. Ia latih fisiknya terus-menerus sampai seorang pelatih, yang kini sudah ia anggap sebagai keluarga, melirik upayanya setelah hampir dua tahun.

“Aku baru mendapat perhatian dari seorang pelatih Tapak Suci namanya Pak Ipul, saat aku duduk di bangku kelas 2 SMP semester 2,” kata Iqal.

Bagi Iqal, momen itu seperti titik balik. Mungkin jika salah seorang pelatih tersebut tak melihat upayanya, Iqal sudah menyerah di tengah jalan. Untungnya, pelatih tersebut melihat kegigihan dan kerja keras Iqal. 

“Kurang lebih selama 11 tahun ini aku dilatih oleh beliau sampai aku berhasil meraih banyak juara, salah satunya aku pernah masuk koalisi pra Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2023,” kata atlet Tapak Suci tersebut.

“Sebelumnya aku dan teman ganda ku Tapak Suci ini juga pernah mendapatkan Juara 1 dalam pertandingan Pencak Silat Piala Kasad, di mana ajang ini diikuti oleh atlet pemusatan latihan daerah (pelatda) dan nasional (pelatnas),” lanjutnya.

Tapak Suci mengantarkan kuliah di UNESA

Dari berbagai lomba pencak silat yang ia ikuti itu, Iqal tak hanya mendapat medali maupun sertifikat, tapi juga uang tunai yang bisa ia tabung. Hitung-hitung untuk uang sakunya saat sekolah.

Bahkan, prestasinya tersebut dapat membawa Iqal memperoleh beasiswa kuliah di Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sejujurnya, ia pernah tak menyangka bisa menempuh pendidikan tinggi sampai kuliah, mengingat untuk membayar biaya SMA saja ia harus berjuang mati-matian.

“Pagi sampai sore aku sekolah, menjelang latihan malam aku ngojol. Di luar jam latihan aku ngelatih silat di sekolah dasar. Kira-kira, tidurku hanya 3 sampai 4 jam dalam sehari,” jelasnya.

Kerja keras itu pun terus berlanjut bahkan saat ia kuliah di Unesa. Sembari mengikuti kegiatan pembelajaran, Iqal tetap latihan, menjadi pelatih di sekolah dasar, menjadi reseller parfum, dan bekerja di sebuah restoran. Dengan segala kesibukannya itu, Iqal masih bisa meraih gelar sarjananya tepat waktu atau dalam rentang empat tahun.

“Aku nggak mau dipandang remeh hanya karena aku lulusan SMA. Kakak-kakakku sendiri tergolong orang-orang yang jago di bidang akademik. Aku enggak mau kalah,” kata Iqal.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: 5 Penyebab Tapak Suci Muhammadiyah Sukar Berkonflik di Jalan dan Meresahkan Layaknya Beberapa Perguruan Lain atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2025 oleh

Tags: beasiswa kuliahjalur prestasiMuhammadiyahperguruan pencak silattapak suciunesa
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO
Urban

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.