Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pengalaman Pertama Orang Klaten Naik KRL Jogja-Solo, Sok-sokan Berujung Malu karena Tak Paham Kursi Prioritas dan Salah Turun Stasiun

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Juni 2025
A A
pengalaman pertama naik krl jogja-solo, klaten.MOJOK.CO

ilustrasi - Pengalaman Pertama Orang Klaten Naik KRL Jogja-Solo, Sok-sokan Berujung Malu karena Tak Paham Kursi Prioritas dan Salah Turun Stasiun (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak semua orang Klaten pernah naik KRL Jogja-Solo. Pengalaman pertama naik KRL, malah berujung malu-maluin karena tak paham konsep kursi prioritas hingga salah turun stasiun.

***

Sejak KRL Jogja-Solo mulai beroperasi pada 2021, hiruk pikuk kehidupan di Klaten makin ramai. Lalu lalang kereta listrik yang membawa ribuan penumpang tiap jamnya, melintas di jalanan negeri seribu embung itu. Bahkan, kalau kata warga yang tinggal di sana, getaran relnya terasa sampai ke rumah.

Meskipun tiap hari dilintasi, Adit (23), salah satu warga kota itu, sama sekali belum pernah menjajal KRL. Alasannya sederhana: karena ia merasa Klaten ini sudah pas di tengah-tengah, antara Jogja dan Solo. 

“Jadi kalau mau ke Solo atau ke Jogja, tinggal motoran aja. Cepet,” kata mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Tulung yang ngekos di Jogja, Minggu (7/5/2025).

Adit mengakui, teman-temannya yang tinggal di Jogja atau Solo sudah sering bercerita betapa nikmat dan praktisnya naik KRL. Setidaknya kalau dibanding motoran, ia lebih cepat, murah, aman, dan nggak perlu panas-panasan atau macet-macetan.

“Nggak tahu aja, lebih senang motoran karena bisa mampir-mampir,” ungkapnya.

Malas naik KRL karena stasiun terdekat jaraknya jauh

Selain lebih suka motoran, ada alasan lain yang bikin Adit malas naik KRL Jogja-Solo. Salah satunya, karena stasiun terdekat dari rumahnya jaraknya cukup jauh.

Sebagai informasi, KRL rute Jogja-Solo memiliki 13 stasiun pemberhentian. Dari titik pertama di Stasiun Tugu, berakhir di Stasiun Palur, Solo. 

Dari total 13 stasiun ini, enam di antaranya berada di Klaten. Yakni Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, dan Gawok.

Stasiun KRL terdekat dari rumah Adit adalah Stasiun Delanggu. Kendati demikian, jaraknya sekitar 15-20 menit perjalanan.

“Jadi udah malas duluan,” kata Adit. “Belum lagi kalau kudu nunggu keretanya. Soalnya setahuku kereta lewat tiap satu jam.”

Gaya-gayaan naik KRL, pesan tiket saja tidak bisa

Sampai suatu hari pada 2024, Adit ada keperluan mendesak yang membuatnya harus pulang ke rumah. Kebetulan motornya sedang rewel. Alhasil, untuk pulang dari kosnya yang berada di Jogja, ia harus meminjam motor teman kos.

Sialnya, teman kos yang akrab sedang ada di luar kota. Sementara penghuni lain tidak begitu akrab, sehingga ada rasa sungkan buat meminjam motor.

Iklan

Akhirnya, ia pun memutuskan buat naik KRL Jogja-Solo saja. Toh, perjalanan tidak sampai satu jam sampai Stasiun Delanggu. Dari pemberhentian terakhir itu nanti, rencananya ia minta dijemput.

“Masalahnya karena itu pengalaman pertama naik KRL, buat sekadar pesan tiket saja aku bingung. Tanya teman-teman, jawabannya nggak jelas. Suruh pakai kartu, pakai Gopay, macem-macem lah,” ujarnya.

Karena bingung dengan jawaban teman-temannya, ia pun memutuskan untuk membuka Google. Karena dirasa menjadi opsi paling praktis, ia pun memutuskan pesan tiket KRL Jogja-Solo dari aplikasi Gojek.

Kaget, suasana dalam KRL se-chaos itu

Sesampainya di Stasiun Maguwo, Adit celingukan. Sebab, suasana sore itu cukup sepi–tak seramai yang kerap dibilang teman-temannya. 

Namun, begitu kereta api tiba, ia kembali kaget sebab dari luar jendela sudah terlihat para penumpang yang saling berdesakan. Ia menuju pintu yang terbuka. Tiap kali hendak masuk, ia urungkan lagi karena gerbong sudah full.

“Kaget banget ternyata dempet-dempetan parah. Kayak sarden,” kata dia, kaget.

Memang, ia pernah dengar kalau KRL Jogja-Solo memang selalu penuh. Namun, ia tak menyangka kalau penuhnya bakal separah yang ia alami.

“Buat geser dikit atau gerak dikit aja susah, soalnya sudah langsung senggolan sama orang lain. Saking penuhnya.”

Malu karena ingin bayar kursi prioritas dan salah turun stasiun

Dari Stasiun Maguwo, KRL Jogja-Solo itu membawanya ke arah Klaten. Stasiun demi stasiun dilintasi. Namun, kepadatan penumpang seolah tak berubah.

“Ada yang turun mungkin itungannya ada 100 orang turun, eh, 150 orang lagi yang masuk.”

Bukannya makin longgar, gerbong itu malah makin padat. Sesampainya di Stasiun Klaten, karena tak biasa berdiri lama, kaki Adit mulai kelelahan.

Sampai akhirnya, ketika ada petugas KRL lewat, dengan sadar ia bertanya berapa harga tambahan yang kudu dibayar untuk bisa duduk di kursi prioritas. Awalnya, ia mengira kursi prioritas diperuntukkan bagi penumpang yang membayar lebih.

“Malu banget, kelihatan nggak pernah naik KRL. Dijawab kalau kursi prioritas itu khusus lansia sama ibu hamil,” ujarnya, mengingat jawaban petugas.

Adit sangat malu, karena adegan itu disaksikan banyak orang. Dalam situasi tersebut, dalam kepalanya ia ingin segera turun. Entah karena salah hitungan atau sudah telanjur malu, ia malah turun di stasiun berikutnya, yakni Stasiun Ceper. Padahal, seharusnya ia turun di dua stasiun berikutnya.

Alhasil, ia pun mengaku kelabakan. Sebab, saudaranya yang diminta menjemput sudah menunggu di Stasiun Delanggu. 

Kalau menunggu KRL Jogja-Solo berikutnya, akan sangat lama, kira-kira sejam lagi baru melintas. Tapi kalau harus menyuruh saudaranya menjemput ke stasiun itu, ia tidak enak karena lokasinya cukup jauh.

“Akhirnya aku ngalah, naik Gojek dari Ceper ke Delanggu,” kata dia. “Sumpah itu pengalaman biasa aja, tapi rasa malunya gede banget waktu itu. Sampai sekarang, kalau aku naik KRL, kejadian itu kayak baru kemarin,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Coba-coba Naik KA Airlangga Jakarta-Surabaya: Bahagia Tiketnya Cuma Seharga 2 Porsi Pecel Lele, tapi Berujung Tak Tega sama Penumpangnya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2025 oleh

Tags: cara pesan tiket krlcara pesan tiket krl jogja-solojadwal krl jogja-solokrl jogja-solopengalaman pertama naik krl jogja-solopilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO
Sehari-hari

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO
Urban

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO
Sekolahan

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO
Urban

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.