Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Niat “Ngadem” di Taman Kota Semarang, Malah Bertemu Bapak-bapak “Yapping” yang bikin Hati Nelangsa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 Oktober 2025
A A
Taman Pandanaran, salah satu taman kota di Semarang selain Taman Indonesia Kaya. MOJOK.CO

Patung Warag Ngendog di Taman Pandanaran. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

 Boni adalah satu dari pejuang pundi-pundi rupiah yang saya temui di Taman Pandanaran. Taman yang punya patung ikonik bernama “Warak Ngendog” itu menjadi saksi keringat warga Kota Semarang menjalani hidup dengan rukun.

Sebagai informasi Patung Warak Ngendog adalah makhluk rekaan yang menggambarkan naga, unta, dan kambing. Hewan-hewan itu juga menjadi simbol keragaman etnis dan budaya di Semarang, di mana ada tiga etnis di Semarang yang hidup guyub hingga sekarang yakni Tionghoa, Jawa, dan Arab.

Selain patungnya yang ikonik, Taman Pandanaran juga memiliki air mancur yang cocok untuk menghibur Boni dan masyarakat Semarang yang ingin menepi sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan.

Menghabiskan waktu bersama orang terdekat

Taman Indonesia Kaya. MOJOK.CO
Siswa-siswa SMA tampak bersantai di Taman Indonesia Kaya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Tak jauh dari Taman Pandanaran, sebelumnya saya juga mampir ke Taman Indonesia Kaya. Jaraknya sekitar 700 meter dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Suasana Taman Indonesia Kaya lebih rindang dan luas dari Taman Pandanaran.

Selain bisa menikmati angin sepoi-sepoi dan mencuci mata dengan warna yang hijau-hijau, saya juga bisa melihat aktivitas warga Semarang yang dipenuhi dengan keceriaan.

Misalnya, seorang ibu yang sedang asyik memotret anak laki-lakinya dengan latar belakang tumbuhan hias, sekelompok remaja yang asyik mengikuti tren TikTok sambil memakai jas almamater kampus mereka, atau anak-anak yang sedang berlarian di atas panggung outdoor.

Tak jauh dari anak-anak yang berlarian tersebut, dua perempuan orang dewasa menatapnya dengan gembira sekaligus khawatir jika mereka jatuh lalu menangis.

“Hati-hati ya, Dek,” ujar salah satu dari mereka yang rambutnya sudah beruban.

Namanya Santi (59). Ia sedang menunggu dua orang cucunya yang masih balita. Ia ingin membiarkan cucu-cucunya itu bermain dengan leluasa.

“Senang aja lihat mereka bisa lari-lari sambil ketawa, kalau di rumah, kan tempatnya sempit. Takut ganggu tetangga juga,” kata Santi.

“Saya sama anak saya juga lebih suka di tempat alam seperti ini daripada nungguin mereka di mall, lebih hijau. Di sini juga gratis nggak perlu bayar,” lanjutnya.

Tak lama usai saya berbincang singkat dengan Santi, tibalah sekelompok remaja yang mengenakan selendang tari di pinggang. Mereka pun tampak sedang berlatih diiringi dengan musik jawa. Selain dipakai untuk tari, Taman Indonesia Kaya juga sering digunakan untuk pertunjukkan panggung teater atau pementasan seni lainnya.

Taman-taman ciamik di Kota Semarang

Taman Beringin. MOJOK.CO
Suasana Taman Srigunting di dekat Kota Lama. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain Taman Pandanaran dan Taman Indonesia Kaya, masih ada lagi tempat “healing” yang bisa dikunjungi di Kota Semarang. Misalnya, Taman Srigunting yang berada di tengah Kota Lama Semarang. Lalu, Taman Beringin dan Taman Kasmaran.

Sedikit berbeda dengan tiga taman lainnya yang berada di tengah atau pinggir jalan umum, Taman Beringin terletak di tengah permukiman. Tepatnya di Jalan Taman Beringin, pusat Kota Semarang.

Iklan

Taman tersebut dilengkapi fasilitas bermain anak, kursi taman, track reflection, free wifi, dan pohon yang teduh. Pohon-pohonnya begitu rindang sehingga nikmat sebagai tempat berteduh di siang hari.

Sementara itu, Taman Kasmaran memiliki bangunan dua lantai, di mana bangunan lantai bawah sebagai tempat wisata kuliner. Sementara, lantai atas biasa digunakan untuk spot foto dengan latar belakang Kampung Pelangi.

Kamu juga bisa berkeliling ke beberapa taman selainnya, yakni Taman Tugu Muda yang tak jauh dari Jalan Pandanaran, Lapangan Pancasila yang berada di Jalan Simpang Lima, Taman Singosari, Taman Siranda, hingga Taman Diponegoro.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Taman Prestasi, Pilihan Main Warga Surabaya yang “Berjarak” dari Kemewahan Mal atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2025 oleh

Tags: Fasilitas publikkota semarangRuang Terbuka HijauSemarangtaman indonesia kayaTaman kotataman pandanaran
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO
Kilas

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO
Kilas

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

24 Januari 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO
Kilas

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.