Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Memetik Makna Lain Kekalahan saat Para Bintang Muda Urung Bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
23 Januari 2026
A A
Memetik hikmah dan pelajaran saat para bintang muda urung bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO

Ilustrasi - Memetik hikmah dan pelajaran saat para bintang muda urung bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dua bintang muda bulu tangkis Indonesia urung bersinar terang di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan. Namun, mereka mencoba memetik arti lain dari kekalahan yang mereka terima. 

***

Mohammad Zaki Ubaidillah (Ubed) dari sektor tunggal putra dan Putri Kusuma Wardani (Putri KW) dari tunggal putri harus terhenti di babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2026. Langkah mereka terhenti di hari yang sama, Kamis (22/1/2026). 

Di sektor tunggal, dua nama bintang muda ini sebenarnya digadang-gadang bakal bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026. 

Ubed bertekad mengerahkan kemampuan terbaik karena event ini menjadi debutnya di Istora Senayan. Sementara Putri KW, setelah memastikan lolos ke babak 16 besar, menegaskan akan habis-habisan. 

Gema “Ayo jangan nyerah!” di Istora untuk Putri KW yang berkali-kali tersungkur

Saya menyimak penuh pertandingan Putri KW pada Kamis sore, menghadapi Huang Yu-Hsun dari Chinese Taipei. 

Di tribun, teriakan-teriakan suporter menggema. Memberi dukungan pada Putri KW yang sejak gim pertama tampak kesulitan menguasai pertandingan. 

Putri KW kalah 17-21 di gim pertama. Di gim kedua, terjadi drama saling kejar poin dengan atlet Taipei tersebut. Berkali-kali Putri KW bahkan harus tersungkur karena tak bisa mengatasi perlawanan yang diberikan Huang Yu-Hsun. 

Jatuh bangun Putri KW di Daihatsu Indonesia Masters 2026 Istora Senayan MOJOK.CO
Jatuh bangun Putri KW di Daihatsu Indonesia Masters 2026 Istora Senayan. (Dok. Djarum Foundation)

“Ayo jangan nyerah, Put!” 

“Put, kamu pasti bisa, Put!”

“Tenang, Put, pelan-pelan!”

“Indonesia! prok-prok-prok-prok. Indonesia! Prok-prok-prok-prok.”

Di gim kedua, Putri KW memang sempat menumbuhkan asa setelah membalikkan asa secara dramatis dengan poin 21-19. Namun, di gim ketiga ia harus tumbang dengan poin 17-21.

Ubed dihajar peringkat 10 dunia di Istora Senayan

Sementara Ubed harus kalah dalam dua gim sekaligus saat menghadapi pebulu tangkis peringkat 10 dunia, Loh Kean Yew (Singapura). 

Iklan

Ubed sebenarnya punya dua modal penting saat menghadapi Loh Kean Yew. Pertama, bermain di rumah sendiri. Kedua, di perempat final SEA Games 2025 Thailand lalu, Ubed berhasil menumbangkan Loh Kean Yew dalam dua gim sekaligus. 

Ubed harus tersingkir dari Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO
Ubed harus tersingkir dari Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan. (Djarum Foundation)

Di gim pertama Ubed sebenarnya tampil berani. Hanya memang ia harus mengakui keunggulan lawan dengan poin tipis 19-21. 

Sementara di gim kedua, pengalaman dan kematangan Loh Kean Yew yang bicara. Ia mampu mengontrol dan mendominasi jalannya pertandingan. Ubed tampak kesulitan keluar dari tekanan hingga ditekuk 10-21. 

Lelah, kalah, dan hikmah

“Saya belum bisa menghasilkan yang terbaik karena lawan juga pasti mempersiapkan strategi dan pola bermain yang sangat luar biasa, karena tadi dari gim pertama sampai gim ketiga saya kesulitan,” jelas Putri KW menjelaskan situasi di dalam lapangan. 

“Lawan sudah merancang strategi ambil bola dari depan dan bola atasnya itu jumping jumping, itu yang membuat saya kesulitan karena sedikit enggak kelihatan (arah bolanya),” sambung pebulu tangkis peringkat 7 dunia itu.

Putri KW mengambil hikmah dari kekalahan MOJOK.CO
Putri KW mengambil hikmah dari kekalahan. (Djarum Foundation)

Di luar faktor tersebut, Putri KW mengaku kelelahan. Wajar saja, Daihatsu Indonesia Masters 2026 (Super 500) adalah turnamen ketiga Putri KW di bulan ini. Sebelumnya, Putri KW juga tampil di Malaysia Open (Super 1000) dan India Open (Super 750). 

“Kelelahan itu pasti ada, tapi kan kita juga harus mengontrol, namanya juga pertandingan kan kita harus habis-habisan. Saya berusaha untuk bisa mengeluarkan semua permainan saya dan bisa kuat di lapangan,” beber Putri KW. 

Meski urung bersinar, Putri KW mencoba memetik sisi lain dari kekalahan yang ia alami. Yakni, ia masih punya waktu untuk istirahat dan recovery lebih panjang, latihan lebih intensif, serta melakukan evaluasi atas performa di beberapa turnamen terakhir. 

Pasalnya, Putri KW dijadwalkan akan turun di kejuaraan bergengsi internasional, All England 2026 pada Maret 2026 mendatang. 

Belajar dari lawan

Di pihak lain, Ubed mengakui kalau sebenarnya targetnya di Daihatsu Indonesia Masters 2026 tidak tercapai. Ia ditarget bisa lolos perempat final atau bahkan melaju jauh. 

Ubed juga mengakui, meski menang di turnamen sebelumnya, tapi dari segi pengalaman ia masih kalah dari Loh Kean Yew. Hal tersebut, kata Ubed, terlihat dari kemampuan lawan dalam mengatur tempo permainan dan mengendalikan situasi saat berada di bawah tekanan.

“Mungkin kalau dibilang, saya masih kalah pengalaman. Saya belum bisa benar-benar melawan tempo permainan dia,” tutur Ubed.

Ubed mencoba belajar dari kekalahan MOJOK.CO
Ubed mencoba belajar dari kekalahan. (Djarum Foundation)

“Di SEA Games dulu saya bisa main lebih lepas, sementara di sini mungkin agak tegang, apalagi main di Istora dengan banyak penonton,” sambungnya. 

Dari kekalahan itu Ubed merasa mendapat banyak pelajaran dan pengalaman berharga, perihal pengaturan tempo, kontrol permainan, serta cara menghadapi lawan yang lebih matang secara teknis maupun mental.

“Ada hal positif yang saya dapat. Saya belajar dari dia bagaimana cara menaikkan tempo permainan. Lalu, saat sedang tertinggal, bagaimana tetap bisa mengontrol lawan dengan mengatur pukulan, buangan, dan kecepatan,” ucap peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand tersebut dengan senyum. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Indonesia Masters 2026 Jadi Tempat Merawat Kenangan Keluarga, Rela Cuti Kerja demi “Napak Tilas” Mendiang Ayah di Istora atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2026 oleh

Tags: daihatsu indonesia masters 2026indonesia mastersindonesia masters 2026Istoraistora senayanputri kw
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Alwi Farhan juara Daihatsu Indonesia Masters 2026, bikin Istora Senayan, Jakarta menggelora MOJOK.CO
Sosok

The Authentic Alwi Farhan: Gen Z Muda dan Berbahaya, Mental Baja tapi Suka Belajar dari Kritik

25 Januari 2026
raymond, joaquin, indonesia masters 2026.MOJOK.CO
Aktual

Mimpi Masa Kecil “The Next Minions” yang Masih Tertunda

25 Januari 2026
Akhir pekan indah di pusat Jakarta. Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis langsung di Istora Senayan (Daihatsu Indonesia Masters 2026) MOJOK.CO
Ragam

Akhir Pekan Indah di Pusat Jakarta: Ajak Bapak Pertama Kali Nonton Bulu Tangkis di Istora, Obati Kesepian di Masa Tua

24 Januari 2026
“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan.MOJOK.CO
Ragam

“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

orang tua, ortu temani anak utbk ugm.MOJOK.CO

Jangan Minder Kalau Kamu Belum “Jadi Orang” di Usia 30-an, Itu Masuk Akal Secara Biologis dan Sosial

11 Februari 2026
tunadaksa lulusan S1 universitas terbuka (UT). MOJOK.CO

Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT

10 Februari 2026
Pekerja muda hobi bikin kue

Dicap Hobi Kuno, Bikin Kue Jadi Jalan Gen Z Jakarta Tetap Waras dari Beban Kerja Usai Ibu Tiada

10 Februari 2026
Festival Dandangan Kudus tak sekadar denyut perekonomian. MOJOK.CO

Menemukan Hal Baru di Festival Dandangan Kudus 2026 setelah Ratusan Tahun, Tak Sekadar Kulineran dan Perayaan Sambut Ramadan

11 Februari 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
kos jogja, pogung, babarsari, kos murah.MOJOK.CO

Menemukan Ketenangan di Kos Rp500 Ribu Kawasan Pogung, Lebih Nyaman Ketimbang Kos LV Babarsari yang Tak Cocok Buat Mahasiswa Alim

12 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.