Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Ngerinya Kehidupan Desa di Jombang, Harta-Nyawa Bisa Lenyap Kapan Saja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
9 Juni 2025
A A
Kehidupan desa di Jombang, termasuk Ngoro, jauh dari rasa tenang MOJOK.CO

Ilustrasi - Kehidupan desa di Jombang, termasuk Ngoro, jauh dari rasa tenang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Teror maling nyaris setiap malam

Malam itu bukan kali pertama maling meneror sebuah desa di Ngoro, Jombang. Sudah bertahun-tahun, desa itu jadi sasaran maling. Terutama untuk persoalan ternak: kambing dan ayam.

Bedanya, tahun-tahun sebelumnya, cenderung mudah bagi warga untuk menyergapnya. Tapi empat tahun belakangan, malingnya terasa lebih licin.

“Sebulan lalu kambing yang dicolong. Sekarang kambingnya ludes,” ungkap Maslikatin. Sementara tahun-tahun sebelumnya, kambing-kambing tetanggalah yang jadi korbannya.

Situasi malam itu membuat warga saling mengingatkan satu sama lain agar: Satu, membuat keamanan berlapis di rumah masing-masing. Dua, menggencarkan ronda lagi. Tiga, jangan memelihara ternak lagi.

Beberapa warga yang mengaku berencana membeli kambingpun sepakat. Mengurungkan niat untuk tidak membeli kambing dulu.

Malam berikutnya, tersiar kabar dari desa lain, maling—dengan senjata tajam—membobol rumah warga. Ponsel dan beberapa uang tunai digondol.

Kabar itu membuat warga desa di kompleks belakang rumah mertua makin tak tenang. Beberapa mengaku tidak bisa tidur. Karena ini bukan hanya persoalan uang atau harta benda yang jadi incaran, tapi nyawapun terancam melayang karena si maling membawa senjata tajam.

Bocah-bocah kriminal di jalanan Jombang

Sejak awal 2025 lalu—terutama selama Ramadan—jalanan Jombang di malam hari tak ubahnya jalur maut. Entah meniru dari mana, kini banyak bocah di Jombang jadi pelaku kriminal (gangster).

Mereka—secara bergerombol—akan menyisir jalanan Jombang dengan membawa senjata tajam. Lalu akan membabat siapa saja yang melintas.

Tindakan pengamanan dan patroli kepolisian setempat sempat membuat aksi gangster mereda. Namun, sepanjang Mei hingga Juni 2025 ini, masih ada saja yang melancarkan aksi sebagaimana mengutip Radar Jombang.

Paling baru terjadi pada Sabtu (7/6/2025). Puluhan remaja nyaris saling serang di Dusun Kemambang, Diwek, Jombang. Untuk polisi bergerak cepat.

Di rumah kita kawan, di jalan kita lawan

Adi (20), seorang pemuda asal Ngoro, Jombang, mengaku punya banyak teman yang kini coba-coba menjadi gangster. Kata Adi, nyaris setiap malam teman-temannya menyisir jalanan sepi sambil membawa senjata tajam.

“Awalnya mereka punya motif. Di sini kan banyak perguruan pencak silat. Rivalitas antarperguruan itu disalurkan dengan saling serang di jalanan,” ungkap Adi.

“Jadi kalau mereka ke jalan, mereka sudah punya sasaran, yaitu lawannya di perguruan pencak silat lain,” sambungnya.

Iklan

Akan tetapi, situasinya kini berubah. Menyerang rival perguruan tidak lagi menjadi motif utama. Karena siapa saja yang lewat bisa jadi sasaran.

Adi sendiri pernah nyaris jadi korban. Lewat tengah malam, sepulang dari ngopi, dua motor membuntutinya dari belakang. Adi sudah berfirasat buruk. Itulah kenapa dia mencoba terus mengawasi gerak dua motor di belakangnya dari sepion.

Tak lama berselang, sebuah sarung melayang persis ke bagian belakang kepalanya. Beruntung Adi menghindar. Sementara dua motor (dua orang boncengan, satu sendiri) itu menancap gas lebih kencang melewati Adi.

Sepintas, Adi melihat ada wajah orang yang dia kenal turut dalam dua motor itu: teman desanya sendiri.

“Buntelan sarung yang dilempar ke aku kuambil. Pas kubuka isinya besi. Itu kalau kenapa kepala, mati mungkin,” tutur Adi.

Melukai Orang hanya karena ingin senang-senang

Atas kasus gangster yang belakangan marak di Jombang, Adi pernah berbincang dengan seorang temannya yang terang-terangan mengaku terlibat. “Kenapa nyerang orang tanpa alasan?” Begitu tanya Adi.

Jawaban si pelaku gangster: Hanya ingin senang-senang, mencari adrenalin. Tidak lebih.

Mendengar itu, Adi hanya bisa terdiam. Dia sendiri heran, kenapa Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri kini malah rusak.

Di Jombang dulu para santri dan para kiai secara heroik melawan penjajah, demi Indonesia merdeka, lantas warga Jombang bisa hidup tenang, para santripun bisa ngaji tanpa bayang-bayang ditembak.

Kini, jauh setelahnya, warga Jombang ternyata tetap tidak bisa tenang. Maling meneror terus-menerus. Gangster mengincar siapa saja untuk dibabat.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Ironi Jombang Kota Agamis yang Makin Rusak, Bocah SD Tenggak Miras di Kelas atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2025 oleh

Tags: gangster jombangJombangngorongoro jombang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Pengendara motor plat S di jalanan Jombang tidak kalah ngawur dari plat K MOJOK.CO
Catatan

Motoran di Jatim: Dibuat Sadar kalau Plat S Jadi Motor “Paling Rusuh” di Jalan

23 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO
Urban

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO
Catatan

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Bus Harapan Jaya Surabaya Jawa Timuran hanya untuk orang-orang tangguh MOJOK.CO
Ragam

Bus Harapan Jaya Jawa Timuran Busnya Orang-orang Tak Punya Pilihan: Jauh dari Kemewahan, “Menyiksa” Sepanjang Perjalanan

10 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil MOJOK.CO

Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil

27 Mei 2026
Sikap atau reaksi pekewuh dan basa-basi ala orang Jawa jadi karakter yang justru merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Sikap Pekewuh dan Basa-basi Ala Orang Jawa bikin Repot Diri Sendiri, Sialnya Tak Gampang buat Terus Terang

21 Mei 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO

Vario 150: Motor Honda Terbaik tapi Paling Mengancam Kewarasan dan Bikin Malu, Takut Gak Bisa Nyicil Setelah Jadi Pengangguran Akhirnya Diselamat Ibu

21 Mei 2026
Kompetisi Campus League 2026 - Basketball Regional Bandung Season 1 menjadi saksi terjalinnya kerja sama antara Campus League dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang dan pembentukan karakter mahasiswa MOJOK.CO

Campus League Basketball Season 1 Regional Jakarta: Jadi Ajang Pembuktian Diri di Level yang Berbeda

25 Mei 2026
Lupakan Punya Rumah, sebab KPR Rumah Akan Jadi Keputusan Terburuk Gara-gara Masa Depan Ekonomi Begitu Buram

Lupakan Punya Rumah, sebab KPR Rumah Akan Jadi Keputusan Terburuk Gara-gara Masa Depan Ekonomi Begitu Buram

22 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.