Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kuliah S1-S2 di Kampus Terbaik Indonesia Merasa Gagah, Tapi Lulus Jadi Sarjana Payah dan Bernasib Terlunta-lunta

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
25 September 2025
A A
Sarjana lulusan kampus terbaik Indonesia seperti Unair, UGM, bahkan UI: tetap tak lolos CPNS dan susah cari kerja. Sekali dapat langsung job hugging MOJOK.CO

Ilustrasi - Sarjana lulusan kampus terbaik Indonesia seperti Unair, UGM, bahkan UI: tetap tak lolos CPNS dan susah cari kerja. Sekali dapat langsung job hugging. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dulu, bayangan orang ketika kuliah di kampus—yang masuk kategori terbaik di Indonesia—adalah sederet atribut prestisius. Puncaknya, tak punya kekhawatiran susah cari kerja usai lulus. Sebab, nama besar universitas (dulu) kerap menjadi pertimbangan HRD dalam menerima seseorang sebagai pekerja. Namun, in this economy, lulusan Unair, UGM, bahkan UI sekalipun ternyata tidak menjamin apapun. Sarjana kini bahkan seperti tak ada harganya di hadapan lapangan kerja. Alhasil, sekali dapat pekerjaan, job hugging jadi pilihan yang diambil.

Lulusan kampus terbaik Indonesia (Unair): merasa gagah padahal payah

Puluhan lamaran kerja langsung Dani (23) sebar usai lulus S1 dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Tentu ada perasaan optimis setiap mengirim lamaran-lamaran tersebut melalui surel.

Iklan

Batinnya, HRD mana, sih, yang tidak tahu nama besar “Unair”. Apalagi, kampus ini kerap masuk dalam jajaran kampus terbaik di Indonesia. Dani sendiri merasa gagah menyandang atribut sebagai sarjana Unair.

Tahun 2025 ini saja, Unair berada di urutan ketiga kampus terbaik Indonesia versi Webometrisc dan Uniraank, di bawah UI dan UGM. Sementara berdasarkan QS World University Rankings (WUR), berada di urutan keempat di bawah UI, UGM, dan ITB.

Namun, nyatanya puluhan lamaran kerja tersebut tidak ada yang tembus. Itu membuat Dani merasa nyaris putus asa.

“Sebenarnya ada satu yang akhirnya tembus. Kerja di sebuah perusahaan swasta di Jogja (pada 2024). Tapi baru tiga bulan, kontrakku nggak diperpanjang,” ujarnya berbagi cerita, belum lama ini.

“Aku tarik perasaan gagah sebagai sarjana Unair tadi. Karena kenyataannya aku payah sekali di dunia kerja,” sambungnya dengan tawa terkekeh.

Sarjana Unair jadi pengamen

Tak mudah bagi Dani untuk mendapat pekerjaan lagi. Dia terpaksa harus luntang-lantung di Jogja dulu. Dia jelas tak berani pulang ke Surabaya. Malu dengan teman dan keluarga kalau tahu baru tiga bulan kerja malah sudah kena “PHK”.

Di tengah upaya mencari pekerjaan lagi itu, uang sisa gaji bulan ketiga Dani sebelumnya kian menipis. Karena pulang ke Surabaya bukan pilihan, dia memutuskan untuk menjadi pengamen.

“Ada nelangsanya lah. Lulusan salah satu kampus terbaik ini, Cak, masa cuma jadi pengamen,” ujar Dani.

Tapi tidak ada waktu untuk tenggelam dalam gengsi. Saat itu, yang penting ada pemasukan harian aja buat makan. Sebelum akhirnya awal tahun lalu Dani mendapatkan pekerjaan dengan gaji layak di Jogja.

Baca halaman selanjutnya…

Nasib lulusan Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada, terdengar bergengsi tapi berakhir terlunta-lunta

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 September 2025 oleh

Tags: job huggingkampus terbaikkampus terbaik indonesialapangan kerjalulusan kampus terbaiklulusan ugmlulusan uilulusan unairpilihan redaksisarjanasarjana pengangguransarjana ugmsarjana uisarjana unairsusah cari kerjaUGMuiunairuniversitas airlanggaUniversitas Gadjah Madauniversitas indonesia
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)
Pojokan

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.