Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Lulusan Universitas (Sarjana) Jadi Beban: Saat Kuliah Habiskan Biaya, Pas Lulus bikin Bapak Mumet Carikan Kerja, Simbol Gagal bagi Tetangga

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
20 Juli 2025
A A
Lulusan universitas jadi sarjana pengangguran MOJOK.CO

Ilustrasi - Lulusan universitas jadi sarjana pengangguran. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nyatanya, gelar sarjana yang sedianya diimpikan bakal menjadi bekal untuk membahagiakan orangtua, malah tidak lebih dari lembaran kosong tanpa guna. Label lulusan universitas tak membuat seseorang mudah mencari kerja. Sehingga terpaksa harus terus menjadi beban orangtua karena lama jadi pengangguran.

***

Iklan

Isu sarjana susah cari kerja alias pengangguran sebenarnya bukan isu lama di RI. Kendati belakangan ini terdengar begitu riuh usai rilisnya data BPS yang menyebut sebanyak 1 juta lulusan universitas menjadi pengangguran dan membeludaknya peserta job fair di sejumlah daerah.

Dalam situasi seperti ini, narasumber Mojok hanya bisa tercenung merutuki diri sendiri. Mengutuk negara toh aparatnya tetap bebal juga.

Sarjana pengangguran: hari-hari seperti gombal

Menjadi lulusan sebuah universitas di Solo pada 2024, Juna (23), bukan nama asli, mengaku sampai saat ini masih menjadi sarjana pengangguran.

Juna bukannya tanpa usaha. Sudah tak terhitung lamaran kerja dia lemparkan ke berbagai perusahaan di berbagai daerah. Tapi tak kunjung ada pertanda baik—sekalipun hanya sekadar panggilan wawancara kerja.

Juna yang frustrasi mengistilahkan dirinya seperti gombal (kain lap atau pel): klumbrak-klimbruk. Padahal, sejak memutuskan kuliah, Juna sudah memimpikan bakal bisa kerja kantoran. Seminimal-minimalnya menjadi ASN.

Saat kuliah orangtua pontang-panting cari biaya

“Bapakku satpam hotel. Ibuku guru SMP, tapi memang sudah ASN. Aku punya dua adik yang masih SMP dan SMA. Jadi kebayang bagaimana mereka pontang-panting waktu aku kuliah dulu,” ungkap Juna, Sabtu (19/7/2025).

Saat kuliah Juna mengaku mendapat UKT yang terbilang tinggi. Sementara dia agak kesulitan mencari beasiswa. Sehingga biaya hidup dan kuliahnya ditanggung penuh oleh orangtua.

Yang kini Juna sesali, kenapa dulu dia tidak “berlatih” bekerja saja sambil kuliah? Biar beban biaya orangtuanya berkurang. Dulu dia hanya fokus mengejar gelar sarjana agar bisa lulus tepat waktu.

Setelah itu, label lulusan universitas yang melekat pada dirinya akan dia gunakan untuk mencari pekerjaan formal sebagaimana yang dia impikan. Dari situlah dia berniat untuk membantu keuangan di rumah: mengingat dua adiknya masih sekolah.

“Dulu ibu sampai bikin jajanan, dijual di sekolah, buat tambah-tambahan,” ujar Juna.

Baca halaman selanjutnya…

Pas lulus bukannya bahagiakan orangtua malah makin merepotkan minta dicarikan kerja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2025 oleh

Tags: loker pasukan oranye jakartaloker s1lulusan universitassarjanasarjana nganggursarjana pengangguran
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO
Urban

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Sehari-hari

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO
Urban

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana
Esai

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.