Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Orang-Orang yang Bernasib Sial di Depok Jogja, Harus Lewati Malam dengan Ngenes dan Sendu

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Juni 2024
A A
Jalan UIN Jogja Depok Berisi Orang-Orang Bernasib Sial MOJOK.CO

Ilustrasi - Nasib sial di Jalan UIN Jogja Depok. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjelang jam 12 malam pada Minggu (9/6/2024), saat saya hendak balik dari Depok ke Ngaglik, nasib sial menghampiri. Ban motor belakang saya jebluk persis setelah melintasi Empire XXI, Jogja.

Tidak ada yang peduli. Kendaraan-kendaraan di belakang saya malah melempar klakson karena posisi saya yang sudah terlanjur agak menengah.

Setelah berhasil menepi, saya lantas duduk-duduk sebentar, menyulut rokok lalu mencoba menghubungi seorang teman yang ngekos di Nologaten, Jogja. Sayangnya, telepon saya tidak diangkat. Barangkali ia sudah tidur.

Meski begitu, tak ada alasan untuk panik. Toh posisi saya ada di daerah ramai. Selain itu, dalam urusan nasib sial saat naik motor, saya pernah mengalami yang lebih buruk: ban bocor di jalanan sepi yang dikelilingi hutan di Cepu, Jawa Tengah, hingga kehabisan bensin saat hendak menuju ke Kawah Ijen Banyuwangi pada jam 3 pagi. Jadi ya santai saja.

Persis jam 12 malam, karena teman saya juga tak kunjung membalas, saya pun memutuskan memaksa motor saya untuk menyisir jalanan: mencari tukang tambal ban. Siapa tahu ada yang buka sampai tengah malam.

“Coba sampean muter balik ke arah UIN Jogja. Di sana banyak tukang tambal ban,” ujar seorang driver ojek online (ojol) yang sebelum menyalip saya mencoba mengingatkan kalau ban motor saya sudah sangat tidak tertolong jika harus saya paksakan jalan.

Tukang tambal ban penyelamat di Jalan UIN Jogja Depok

Di jalanan menuju UIN Jogja, Depok, saya menemui sekitar tiga pangkalan tukang tambal ban. Sayangnya, kesemuanya tutup. Saya pun sempat berhenti sejenak untuk mengecek WhatsApp, barangkali teman saya membalas.

Karena tak kunjung ada balasan, maka saya putuskan untuk lanjut lagi. Tapi kali ini mau tak mau harus saya tuntun. Kalau saya paksakan dinaiki, eman velg-nya. Apalagi velg belakang saya memang sudah peyok sedikit saat menerjang jalanan berlubang Lamongan, Jawa Timur.

Tapi beruntungnya, belum lama setelah menuntun, akhirnya ada satu tukang tambal ban yang masih buka. Si tukang tambal ban yang semula ngobrol dengan temannya langsung bergegas menyiapkan alat.

Jalan UIN Jogja Depok Berisi Orang-Orang Bernasib Sial MOJOK.CO
Ban bocor di jalanan seberang UIN Jogja, Depok. (Aly Reza/Mojok.co)

“Walah kalau ini ganti, Mas,” ujar si bapak tukang tambal ban sembari menunjukkan ban dalam motor saya: sudah robek.

“Ganti mawon, Pak,” pinta saya. Si bapak pun langsung kembali bekerja. Sementara saya mengambil duduk di sebuah bok semen tidak jauh dari tempat si tukang tambal ban bekerja.

Tak lama kemudian, ada dua orang yang bernasib sama dengan saya: menuntun motornya karena ban bocor dalam selisih waktu yang berdekatan. Keduanya tampak bernafas lega setelah menemukan ada satu tukang tambal ban di jalanan seberang UIN Jogja, Depok. Salah satunya adalah driver ojek online (ojol)

Ngojol sampai malam buat tambah-tambahan

Driver ojol yang bannya bocor tersebut bernama Sopian (28). Ia sebenarnya hendak menjemput seorang customer di daerah dekat UIN Jogja. Namun, tinggal sedikit lagi sampai ke titik si customer, bannya malah bocor. Alhasil, ia meminta si customer untuk meng-cancel.

“Tapi memang sudah tahu, Mas, kalau daerah UIN Jogja ada beberapa tambal ban yang buka sampai malam. Jadi tadi langsung nyisir saja jalanan sini,” ungkapnya usai menyulut sebatang rokok yang saya tawarkan.

Iklan

“Saya tadi narik habis Isya. Jam 8 lah. Dapat enam penumpang. Harusnya tujuh kalau yang satu nggak cancel tadi,” ujar pria asal Kulunprogo, Jogja, tersebut dengan wajah dan nada sendu.

Sopian memang narik malam hanya untuk tambah-tambahan pemasukan. Jadi cenderung sedapatnya penumpang. Pekerjaan aslinya adalah sebagai karyawan di sebuah perusahaan kecil di Jogja, bekerja dari pagi sampai sore hari. Sementara malam harinya ia gunakan untuk ngojol.

Ban bocor tengah malam bukan sekali itu Sopian alami. Sudah beberapa kali ia mengalami hal tersebut. Jadi ia sudah terlalu kebal dengan situasi-situasi tak terduga saat sedang ngojol malam. Wong dapat orderan fiktif aja sudah sangat sering kok.

“Namanya anak laki-laki pertama, Mas, harus siap montang-manting, ngurus orang tua, ngurus adik,” ucapnya.

Obrolan kami terhenti di situ. Motor saya sudah beres, saya pamitan dengan Sopian untuk tancap gas balik ke Ngaglik.

“Matur suwun sanget nggih, Mas (Terimakasih banyak ya, Mas),” ucap si bapak tukang tambal ban saat saya sodorkan besaran uang yang harus saya bayar. Matanya yang merah seketika berbinar.

Padahal harusnya saya lah yang berterima kasih karena beruntung ada si bapak tukang tambal ban yang melek sampai tengah malam. Kalau tidak, mungkin saya akan meng-gradak motor saya sampai ke Nologaten.

Saat motor saya melaju meninggalkan Sopian, dari sepion tampak Sopian menyandarkan punggung dan kepalanya ke sebuah pal papan iklan dekat tempat tukang tambal ban. Sedari kami ngobrol tadi Sopian memang sudah tampak kelelahan.

Baca halaman selanjutnya…

Depok Jogja lekat dengan kesialan ban bocor 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2024 oleh

Tags: depokdepok jogjaJogjaojol jogjatambal ban malam jogjauin jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Bidikan

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.