Event bulu tangkis di Indonesia, seperti Daihatsu Indonesia Masters 2026, menjadi momen orang tua menyalakan mimpi anak-anaknya. Dengan melihat aksi para atlet bulu tangkis dan gemuruh suporter di Istora Senayan, anak-anak bisa terpantik bertekad lebih kuat untuk menjadi seperti Anthony Sinisuka Ginting atau Jonatan Christie kelak.
***
Seorang ibu tengah menemani dua anak laki-laki di area atas venue utama Daihatsu Indonesia Masters 2026 saat gerimis mengguyur Istora Senayan, Rabu (21/1/2026) siang.
Dua anak-anak laki-laki yang bersamanya tengah asyik bermain game di sebuah booth yang disediakan penyelenggara. Sekadar mengisi waktu jeda sebelum kembali bersorak-sorai di tribun penonton. Sesekali ia merekam aktivitas sang anak melalui ponsel dengan penuh gairah.
Ibu-ibu itu bernama Anesa (42). Ia datang dari Cikarang, Bekasi. “Sudah beberapa kali kalau ada event bulu tangkis di Indonesia kami datang nonton lahgsung,” katanya.

Upaya ibu menyalakan mimpi anak-anak jadi atlet bulu tangkis
Bagi Anesa, menonton bulu tangkis–seperti Daihatsu Indonesia Masters 2026–di venue langsung bukan sekadar hiburan keluarga. Lebih dari itu, menjadi salah satu upayanya menyalakan mimpi anak-anak.
Anak Anesa, yang masih SD, sangat menggemari bulu tangkis. Anesa pun memasukkan mereka dalam sebuah klub pembinaan bulu tangkis di Bekasi.
“Ngajak mereka ke Istora, biar mereka lihat, bagaimana kelak kalau jadi atlet bulu tangkis nasional. Main di hadapan banyak orang, menghadapi banyak atlet internasional,” ucap Anesa.
Dengan merasakan atmosfer Istora Senayan secara langsung–yang penuh gemuruh sorak-sorai dan tepukan nyaring dari balon tepuk–ia berharap anaknya makin terpupuk tekadnya: berlatih lebih keras.
“Seorang ibu, kelak kalau menyaksikan anaknya jadi atlet bulu tangkis, main di event seperti Indonesia Masters, pasti akan bangga dan terharu,” ucap Anesa.
Banggakan negara dan orang tua lewat bulu tangkis
Dua anak yang diajak Anesa adalah Omer Sakha Nugroho (kelas 4 SD) dan Sean Syahdi (kelas 5 SD). Omer adalah anak kandung Anesa, sementara Sean adalah anak saudara yang memang punya mimpi yang sama dengan Omer.
Keduanya mengaku selalu antusias tiap nonton langsung event-event bulu tangkis. Sebab, itu menjadi momen keduanya melihat langsung atlet-atlet idola. Mereka mengidolakan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
“Pengin lihat dan belajar langsung bagaimana skill mereka yang bisa ditiru pas latihan,” ucap Sean.
“Jadi lebih semangat buat jadi atlet bulu tangkis. Karena yang dukung banyak,” kata Omer. “Lihat suasana Istora Senayan (yang penuh gemuruh) juga bikin harus berlatih percaya diri.”

Bukan alasan hobi semata kenapa Omer dan Sean begitu bertekad untuk menjadi atlet bulu tangkis nasional. Melalui bulu tangkis, keduanya punya harapan kelak bisa membanggakan negara dan utamanya orang tua masing-masing (yang sedari dini senantiasa memberi dukungan atas langkah-langkah yang keduanya tapaki).
Mendengar itu, Anesa tersenyum haru. Lalu merangkul dua bocah laki-laki itu.
Orang tua dan anak di Daihatsu Indonesia Masters 2026
Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan memang menjadi list jujukan keluarga. Ada cukup banyak orang tua yang datang menggandeng anak-anak (umumnya yang masih usia SD).
Ada seorang ibu yang datang membawa tiga anak. Seorang bapak yang menerabas hujan demi ajak anak laki-lakinya menyaksikan langsung idola mereka bermain di Istora Senayan. Ada pula sekeluarga komplet, datang rombongan.
Anak-anak mereka juga tampak sumringah. Tampak raut tak sabar saat mereka harus mengantre di meja pemeriksaan tiket dan barang bawaan di pintu masuk tribun.
Tanggung jawab menyemai benih mimpi
Tak hanya orang tua, Daihatsu Indonesia Masters 2026 juga menjadi jujukan bagi para pelatih pembinaan klub bulu tangkis junior. Salah satu yang saya temui siang itu adalah Axio (32), pelatih sebuah klub bulu tangkis asal Jakarta Barat. Ia datang bersama tiga anak didiknya.
Melatih sejak 2024, Axio mengaku sudah terbilang sering mengajak anak-anak didiknya menyaksikan secara langsung event-event bulu tangkis di Indonesia. Baik dalam skala nasional maupun internasional.
Bagi Axio, ini adalah bagian dari tanggung jawab menyemai benih-benih mimpi para anak didik. Sebab, orang tua mereka menitipkan anak-anak di klub yang Axio asuh tentu bukan sekadar iseng. Tapi dengan harapan.

Harapan para orang tua pun tentu bukan sekadar agar jago bermain bulu tangkis. Tapi juga agar terus berkembang dengan potensi menjadi atlet bulu tangkis nasional.
“Apalagi di Indonesia Masters 2026 ini banyak atlet muda yang diturunkan. Itu bisa jadi motivasi tersendiri buat anak-anak. Bahwa kalau bisa unjuk diri, bahkan bisa bersinar di usia muda. Seperti Alwi Farhan,” ucap Axio. Juga nama-nama bintang muda lain seperti Nikolaus Joaquin, Mohammad Zaki Ubaidillah, hingga Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

“Sambil nonton, saya kasih tahu mereka, lihat semua bisa jadi atlet nasional. Asal kerja keras, asah kemampuan, dan nggak kalah penting: berani bermimpi. Mimpi itu kunci,” tutup Axio. Pesan motivasi itu terasa begitu bertenaga karena diucapkan di tengah gemuruh Istora Senayan, tempat banyak atlet muda menaruh mimpinya untuk bisa bersinar di sana.
Persis di kalimat terakhir, anak-anak didik Axio yang sedari tadi menyimak tampak mengembangkan senyum. Lalu mereka berjalan beriringan menuju salah satu pintu masuk tribun.
Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari Pesta Rakyat Indonesia Masters 2026 di Istora atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan













