Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Buruh Perempuan di Pabrik Rokok Mlati Sleman, Hidupi Keluarga berkat Upah di Atas UMR Jogja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
20 Februari 2025
A A
Gaji buruh pabrik rokok di Mlati Sleman di atas UMR Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Gaji buruh pabrik rokok di Mlati Sleman di atas UMR Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pukul 14.00 WIB, beberapa perempuan tampak keluar pabrik. Bercanda-canda. Sebagian menuju tempat salat. Sebagian lain duduk-duduk menyantap bekal makanan. Begitu lah pemandangan yang saya dapati saat mampir di sebuah pabrik rokok di Mlati, Sleman, Jogja.

Perempuan-perempuan itu berangkat dari kalangan usia yang beragam. Muda, dewasa, paruh baya.

“Total buruh di sini ada 160. Mayoritas memang perempuan,” ujar Waljid Budi Lestarianto, salah satu petinggi di pabrik rokok Jogja tersebut yang juga merupakan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (SPSI-RTMM) DIY.

Waljid menjadi orang pertama yang menjamu saya saat mampir di sana. Belum berselang lama berbincang, beberapa buruh berduyun-duyun keluar pabrik: istirahat.

Atas seizin Waljid, saya dipersilakan berbincang dengan dua orang buruh pabrik di salah satu pabrik rokok di Jogja tersebut.

Pabrik rokok di Mlati, Sleman, Jogja MOJOK.CO
Pabrik rokok di Mlati, Sleman, Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Lulus SMA, mondar-mandir cari kerja

Jauh sebelum menjadi buruh di pabrik rokok Jogja tersebut, Rahma (22) awalnya begitu kesulitan mencari pekerjaan di Jogja.

Rahma lulusan sebuah SMA di Sleman. Setelah lulus tiga tahun lalu, ijazah dan cv-nya sudah dia masukkan ke berbagai pabrik dan beragam info loker lain. Sayangnya, satu pun tidak ada yang nyantol.

“Akhirnya kerja di toko kelontong. Gajinya nggak seberapa (jelas jauh dari UMR Jogja),” tutur Rahma.

Namun, Rahma mengaku ijazah SMA-nya tidak membantunya banyak untuk mencari kerja di Jogja. Alhasil, dia hanya bisa bertahan di toko kelontong tersebut hingga akhirnya Rahma mendapat informasi lowongan pekerjaan dari pabrik rokok di Jogja tersebut.

Rahma lantas mendaftar. Dan begitu mudahnya dia diterima.

“Waktu itu nggak kebayang juga kerjanya bagaimana. Karena kan aku nggak punya keterampilan sama sekali soal rokok. Cuma karena gajinya besar, aku nekat daftar,” kata Rahma.

Rahma memang nol keterampilan soal rokok. Akan tetapi, di pabrik rokok Jogja itu, dia mendapat pelatihan. Dia lalu ditempatkan di bagian packing.

Gaji buruh pabrik rokok di Mlati, Sleman, Jogja, untuk bantu orangtua

Iming-iming soal gaji besar ternyata bukan omong kosong belaka. Rahma mengaku menerima gaji di atas UMR Jogja.

“Alhamdulillah bisa buat beli motor sendiri,” ungkap Rahma dengan mata berbinar.

Iklan

Bagi orang seperti Rahma, bisa beli motor dari hasil jerih payah sendiri menjadi sesuatu yang melegakan. Sesuatu yang nyaris tak terbayang ketika dulu masih menjadi karyawan toko.

Motor tersebut lah yang kemudian menjadi alat bagi Rahma untuk mobilitas sehari-hari.

“Sebagian uang juga bisa buat bantu-bantu orangtua,” sambungnya.

Rahma sebenarnya punya dua kakak. Hanya saja, keduanya kini tinggal di luar kota.

Sebagai anak bungsu, Rahma mendapat tanggungjawab untuk menemani orangtuanya di rumah (Sleman). Maka, Rahma merasa bersyukur karena tidak hanya sekadar menemani, lebih-lebih menjadi beban. Tapi Rahma bisa membantu kebutuhan hidup orangtuanya.

Jadi buruh pabrik rokok di Mlati, Sleman, Jogja, tak ada batasan usia

Saya juga berbincang dengan Ani (38), seorang ibu-ibu asal Gunung Kidul.

“Saya di Sleman ngekost, Mas, sama anak dan suami. Suami saya jadi satpam di sini (di pabrik rokok tempat Ani bekerja),” ujarnya sembari menunjuk seorang pria berseragam satpam yang sedang menjaga di pos depan pabrik.

Gaji buruh pabrik rokok di Jogja di atas UMR MOJOK.CO
Ani (38) dan Rahma (22), buruh di pabrik rokok di Mlati, Sleman dengan gaji di atas UMR Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Bagi Ani, salah satu kemudahan menjadi buruh di pabrik rokok, selain tak memerlukan ijazah dan keterampilan, adalah tidak diberlakukannya batasan umur.

Ani mulai menjadi buruh di pabrik rokok dalam tiga tahun terakhir. Saat pertama kali mendaftar kerja di sebuah pabrik rokok di Berbah, Sleman, dia sudah berumur 35 tahun.

Lalu di usianya yang hampir kepala empat, ternyata dia masih diterima saat melamar kerja di pabrik rokok tempat kerjanya sekarang (Mlati, Sleman).

“Ada juga yang lebih tua dariku. Memang nggak ada batasan umur,” ungkap perempuan berkacamata itu.

Yang penting anak bisa sekolah

Sebelum menjadi buruh pabrik rokok di Jogja, Ani mengaku sudah menjajal bekerja dari satu pabrik ke pabrik lain. Hingga suatu ketika, dia mendengar omong-omong dari temannya kalau kerja di pabrik rokok gajinya lebih menggiurkan.

Benar saja. Persis seperti pengakuan Rahma, Ani mengaku saat ini menerima gaji di atas UMR Jogja. Belum lagi ada jaminan BPJS pula.

“Syukur bisa buat bantu-bantu suami mencukupi kebutuhan sehari-hari. Paling penting bisa buat menyekolahkan anak. Sekarang anakku sudah kelas 3 SMP, sudah mau SMA,” kata Ani.

Sama seperti Rahma, Ani juga di bagian packing. Seturut pengalaman Ani, kerja di pabrik rokok terasa manusiawi.

“Sistemnya kan borongan. Kalau sudah target, bisa pulang. Misal, aku kok jam 3 (sore) sudah target, bisa langsung pulang. Bisa langsung ngurus anak,” akunya.

Kesempatan untuk perempuan

Jam istirahat rampung. Ani, Rahma, dan buruh-buruh lain bergegas kembali masuk pabrik. Sisa waktu saya habiskan untuk berbincang dengan Waljid, sembari menunggu hujan reda.

“Begini, Mas. Kalau kami pakai syarat harus berpengalaman, di pabrik rokok itu kalau ada yang berpengalaman, dia pasti naik posisi. Jadi mandor misalnya. Gajinya makin besar. Jadi kemungkinannya kecil untuk cari buruh yang sudah berpengalaman,” ujar Waljid menjelaskan perihal sistem perekrutan yang tidak menitikberatkan ijazah, pengalaman, dan umur.

“Jadi ya sudah, kami ambil yang bahkan nol keterampilan. Kami latih. Itu lah baiknya pabrik rokok. Memberi peluang kerja, terutama bagi perempuan,” tegas Waljid.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Getirnya Menjadi Buruh Pabrik di Tengah Keluarga PNS, Diremehkan Meski Gaji Lebih Besar dan Jadi Tulang Punggung Keluarga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2025 oleh

Tags: gaji buruh pabrik rokokgaji jogjaJogjamlati slemanpabrik rokok jogjapabrik rokok slemanpilihan redaksi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Resign after lebaran karena muak dengan kantor toxic demi work life balance di Jogja MOJOK.CO
Urban

Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan

30 Maret 2026
Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co
Pojokan

Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026
Diledek ibu karena merantau dari Jakarta ke Jogja. MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pulang ke Jakarta setelah Sekian Lama, malah Diledek Ibu Saat Kumpul Keluarga karena Tak Bisa Sukses seperti Saudara Lainnya

29 Maret 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co
Pojokan

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Mahasiswa Interior di Surabaya: Memuja Garis Presisi di Studio, tapi Menyembah Kue Lembek di Dapur MOJOK.CO

Dosa Mahasiswa Interior di Surabaya: Memuja Garis Presisi di Studio, tapi Menyembah Kue Lembek di Dapur

25 Maret 2026
Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Mending, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati Mojok.co

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati

25 Maret 2026
Jalan rusak di Taniwel, Maluku. MOJOK.CO

Ratusan Anak Sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat Dibiarkan Menderita dari Tahun ke Tahun oleh Maluku

30 Maret 2026
Duka merantau lama: nelangsa dengan pertanyaan dan permintaan ibu yang sebenarnya sangat sederhana MOJOK.CO

Pertanyaan dan Permintaan Ibu yang Bikin Saya Nelangsa dan Bersalah karena Merantau Lama, Padahal Ia Tak Banyak Menuntut

24 Maret 2026
Ibu hamil kondisi mengandung bayi

Hampir Memiliki Anak Sudah Jadi Anugerah, Ibu Tak Apa Berjuang Mati-matian demi “Buah Hati” yang Belum Tentu Lahir ke Dunia

29 Maret 2026
Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co

Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.