Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Nekat Resign usai 8 Tahun Kerja di BUMN, Nggak Betah Hidup di Jakarta dan Baru Sadar Bawa Trauma Keluarga Terlalu Lama

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
4 Desember 2025
A A
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

ilustrasi - tinggal di Jakarta (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

8 tahun merantau sebagai budak korporat BUMN, Anas Roiyan akhirnya memutuskan resign dan pulang ke Kampung Ngajee, Sumatera Selatan, karena nggak betah dengan kehidupan Jakarta dan ingin dekat dengan ibu.

***

Anas Roiyan adalah satu dari banyaknya pemuda desa di Sumatera Selatan yang punya mimpi kerja di Jakarta. Ia sering membayangkan bisa kerja di gedung tinggi, naik lift setiap pagi, hingga menggunakan lanyard sebagai identitas karyawan.

Usai lulus dari SMA, Anas Roiyan akhirnya memberanikan diri merantau untuk kuliah. Saat itu ia diterima di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Ekonomi Syariah. Agar bertahan di perantauan, ia selalu memegang dua prinsip yakni bertanggung jawab atas pilihan yang diambil, serta manajemen waktu yang baik.

Berkat prinsip itu, Anas tak terlalu kesulitan mencari kerja usai lulus kuliah. Ia pun diterima kerja di salah satu anak perusahaan BUMN. Mimpinya seolah menjadi nyata. Namun, yang tidak terpikirkan Anas selama ini adalah tuntutan kerja dengan ritme cepat, sehingga tak memberikannya ruang untuk bernapas. 

Hari-hari menjadi budak korporat di Jakarta

Setiap kali pulang ke kampung halaman, Anas sudah sering kepikiran untuk resign. Namun, tak kunjung ia putuskan. Orang-orang di sekitarnya sering bilang, sayang, karena mereka pikir itu pencapaian yang tak semua orang bisa dapatkan–dan bisa jadi itu benar.

“Saat nongkrong dengan seorang teman, ia bertanya sambil menatapku dengan serius, ‘kalau Jakarta udah jadi tempat yang bagus buat lu, kenapa akhirnya pulang kampung, Nas?’” cerita Anas saat dihubungi Mojok, Minggu (30/11/2025).

Dari pertanyaan itu Anas sadar, Jakarta memang memberikannya banyak pengalaman dan membentuk pribadinya agar berusaha lebih keras, tapi ia tak memberikannya identitas. Di Jakarta, Anas merasa kehilangan jati diri.

“Bagusnya rumah orang lain nggak akan pernah ngalahin nyamannya rumah sendiri, walaupun rumah itu sederhana,” kata Anas.

Ia bukannya burn out atau lelah bekerja. Pemuda asal Kampung Ngajee, Sumatera Selatan itu mengaku betah-betah saja dengan lingkungan kerjanya. Gajinya lumayan, lembur juga dibayar, bahkan atasannya tergolong baik.

Tapi, Anas merasa ada yang hilang. Hiruk pikuk Jakarta justru membuatnya kesepian. Di balik logo besar di belakang kantor anak BUMN itu, kata Anas, ada orang-orang yang masih lembur hingga larut malam.

“Kerja Senin-Jumat, lalu weekend cuma dipakai buat memulihkan diri untuk persiapan hari Senin lagi. Perjalanan pulang di malam hari pun terasa sepi. Hati kecil terus berbisik, ‘aku ingin kehidupan yang lain’,” kata Anas.

Kehilangan jati diri dan merasa kesepian di Jakarta

Sampai suatu hari, ia memutuskan mengambil cuti dan pulang ke Sumatera Selatan. Di hari pertamanya, tiba-tiba ada rasa rindu yang tak bisa Anas deskripsikan. Ia tak lagi mendengarkan bunyi klakson di pagi hari, tapi suara ayam berkokok. Suasana itu pun bikin Anas merenung. 

“Kalau bukan sekarang, terus aku kapan resign dan pulang kampungnya?”

Iklan

Namun, dipikir berapa kali pun, Anas belum menemukan jawaban tepat soal alasan kuatnya resign. Mulanya, ia ingin resign setelah sukses, dalam artian mapan secara finansial, tapi sepertinya hal itu mustahil baginya.

Baca Halaman Selanjutnya

Menemukan jawaban dari sang ibu

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2025 oleh

Tags: BUMNjakartakerja di jakartakesepianmerantau di jakartapulang kampungresigntrauma keluarga
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO
Urban

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO
Cuan

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO
Kilas

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.