Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Enaknya Jadi Tour Guide di Jogja, Kerja Sambil Main, Bayaran per Hari Minimal 300 Ribu Rupiah!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
12 Juni 2024
A A
Enaknya Jadi Tour Guide di Jogja, Kerja Sambil Main, Bayaran per Hari Minimal 300 Ribu Rupiah!

Enaknya Jadi Tour Guide di Jogja, Kerja Sambil Main, Bayaran per Hari Minimal 300 Ribu Rupiah! (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di jurusan bahasa asing, baik pendidikan atau sastra, pasti ada satu-dua mahasiswa yang jadi tour guide. Apalagi bagi mahasiswa di Jogja, jelas banyak yang ingin kerja seperti ini, sebab ya, kita tahu sendiri, Jogja adalah surganya wisata. Pekerjaan tersebut adalah salah satu pekerjaan yang jelas-jelas menampung dan membutuhkan orang-orang yang menguasai bahasa asing. Selain itu, pekerjaannya menyenangkan karena tidak terpaku di kantor dan meja kerja. Istilahnya, kerja sembari main lah.

Tapi, banyak yang tak tahu benar-benar bagaimana rasanya jadi guide, dan seperti apa kerjanya.

Saya bertanya pada Basir Ridwan (30), salah satu tour guide Jogja yang saya kenal. Basir sudah menekuni dunia guide ini sejak lama, lebih dari 7 tahun, sejak mahasiswa hingga sekarang. Dari Basir lah, saya tahu banyak hal tentang dunia guide.

Basir awalnya menekuni dunia ini seperti mahasiswa pada umumnya, harus menghadapi kenyataan kalau dia harus sudah mulai bayar kuliah sendiri. Dia lalu memutar otak, mencari cara untuk cari uang, lewat kerja apa yang kira-kira bisa dijalani sambil kuliah.

“Kebetulan suka dolan, terus kebetulan juga kuliah bahasa Inggris, jadi coba daftar jadi guide. Alhamdulillah lolos, terus mulai training 3 bulan, lanjut bisa bawa tamu sendiri di bulan ketiga, dan keterusan sampe sekarang, kira-kira udah 7-8 tahun lah.”

Like a duck in the water, Basir langsung nyetel dan klop dengan kerjaannya. Dia yang memang suka main, suka ketemu orang baru, dan ngobrol, bikin dia merasa bahagia. Bahkan, dia merasa tidak seperti kerja, tapi main yang dibayar. Hal ini bikin dia betah. Dari yang awalnya coba-coba, kini jadi pekerjaan utama.

Beda destinasi, beda bayaran

Bicara pekerjaan, pastinya akan bicara gaji juga. Tour guide pun tak luput dengan ini. Dan pemasukan jadi guide ini amat lumayan, apalagi untuk mahasiswa part time.

Tapi, bayaran yang diterima bervariasi, tergantung destinasi dan beratnya tour, serta ketetapan agency. Agency punya standar sendiri untuk menetapkan “gaji” guide. Bahasa yang digunakan pun memengaruhi gajinya. Guide dengan sertifikat khusus pasti juga punya gaji yang beda, ungkap Basir.

Basir lalu memberi contoh agar penjelasannya mudah dimengerti. Misal ada freelance tour guide, bisa bahasa Inggris, dan masih baru, dia bisa mendapat tarif sekitar 300-600 ribu per hari. Itu pun ya masih tergantung destinasi dan tournya.

“Maksudnya, tour di Kraton beda bayarnya sama tour di Kawah Ijen.”

Tentu ini sangat lumayan. Jika per minggu hanya mengambil sehari kerja saja, katakanlah mendapat bayaran terendah sekitar 300 ribu, maka per bulan sudah bisa meraup 1.2 juta. Itu sudah separuh UMR Jogja, uang yang cukup tinggi untuk mahasiswa. Pekerjaan ini, tentu amat menggiurkan.

Tapi tak berarti pekerjaan ini mudah. Kelihatannya mudah, tapi tidak sama sekali. Uang besar biasanya diikuti beban yang sama besarnya.

Syarat jadi tour guide yang baik

Bagi Basir, kerja guide ini sebenarnya tak mudah-mudah amat. Kelihatannya memang hanya memandu dan cerita, tapi tak sesepele itu. Memandu dan bercerita itu memang kelihatannya sepele, tapi kan untuk memahami apa yang diomongkan, harus melek informasi juga. Butuh effort untuk memahami masalah global dan lokal. Bahasa malah bukan kesulitan utama bagi Basir. Itu semua bisa sambil dipelajari.

“Kalo ada yang pengen jadi tour guide, syaratnya kudu seneng dolan dan ngobrol sama orang baru. Ngobrol ini nggak cuma ngobrol materi destinasi ya, tapi semua hal, serandom apa pun. Karena banyak turis asing yang baru pertama ke Indo dan penasaran banyak hal.”

Iklan

Maka dari itu, banyak hal yang harus dipersiapkan oleh orang-orang yang ingin jadi tour guide, terlebih jika ingin menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan utama.

“Aku menyarankan (ini jadi pekerjaan utama), asal udah punya banyak pengalaman dan udah banyak relasi agent-agent tour. Sama kudu fleksibel bawa turis asing dan lokal, karena nek asing tok ada musimnya, biasanya pas Europe (sedang) summer.”

Baca halaman selanjutnya

Pariwisata Jogja sedang tak baik-baik saja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2024 oleh

Tags: Jogjapariwisata jogjaprofesitour guidetour guide jogja
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa
Kuliner

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.