Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Doa Tak Putus dan Ketegaran Ibu untuk Masa Depan Anak di Arena Bulu Tangkis, Terpisah Raga tapi Senantiasa Bertaut Jiwa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 September 2025
A A
Doa tak putus dan ketegaran ibu demi masa depan anak di audisi bulu tangkis PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO

Ilustrasi - Doa tak putus dan ketegaran ibu demi masa depan anak di audisi bulu tangkis PB Djarum 2025 Kudus. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ratusan anak masih harus bermandi keringat di arena bulu tangkis di GOR Jati Kudus dalam Audisi Umum PB Djarum 2025. Saling kejar-mengejar poin terjadi. Masing-masing mereka tentu tak ada yang ingin gugur. Sebab, mereka sudah melangkah hingga hari ketiga. Sisa dua hari lagi untuk memastikan diri lolos PB Djarum.

Tak pelak jika situasi tersebut membuat wajah-wajah di lapangan tampak tegang. Para pelatih tak henti-henti memberi instruksi. Sementara pemain tampak emosional tiap kali shuttlecock-nya menyentuh lantai lawan. Juga sebaliknya, mereka yang tak mampu membendung serangan lawan, tak bisa menyembunyikan raut panik di wajahnya.

Wajah-wajah tegang penonton di tribun GOR Jati Kudus MOJOK.CO
Wajah-wajah tegang penonton di tribun GOR Jati Kudus. (Aly Reza/Mojok.co)

Lebih-lebih para ibu-ibu. Malah tampak lebih tegang. Harap-harap cemas dari tribun dan pinggir lapangan. Hari ini, Rabu (10/9/2025) adalah hari ketiga Audisi Umum PB Djarum 2025. Wajar saja jika setiap peserta—sekaligus orangtua dan pelatihnya—menaruh harapan besar bisa lolos karantina PB Djarum. Wong tinggal sejengkal lagi.

Wajah tegang ibu-ibu yang menonton anaknya di Audisi UMUM PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO
Wajah tegang ibu-ibu yang menonton anaknya di Audisi UMUM PB Djarum 2025 Kudus. (Aly Reza/Mojok.co)

Susah payah menyaksikan keponakan dari sudut sempit

Meski ada tribun, tapi banyak orangtua memilih menyaksikan anak-anak mereka dari pinggir lapangan. Berdesakan, berebut celah pandang dengan penonton-penonton lain. Salah satunya adalah Esti, perempuan 40-an tahun asal Kota Semarang, Jawa Tengah.

Esti tengah menyaksikan keponakannya, Gavin di KU11 PB Djarum 2025, bermain pada sekitar jam 2 siang. Esti awalnya duduk khusyuk dengan mata yang tak tak beralih dari sang keponakan.

Tepi lapangan tempat Esti duduk awalnya sepi. Lalu tiba-tiba jadi pusat kerumunan karena mempertontonkan duel seru. Sialnya, para penonton yang datang belakangan berdiri membentuk pagar persis di depan Esti.

Beberapa kali Ester menggeser duduk. Mencari celah lain agar bisa menyaksikan sang keponakan. Namun, berkali-kali pula jarak pandangnya terhalangi pagar manusia.

Tak lama berselang, Esti beringsut, kembali ke salah satu sudut GOR Jati Kudus, persis di sebelah tangga masuk. Di sana, seorang ibu-ibu lain tengah duduk cemas. Kepada ibu-ibu itu, Esti mencoba melaporkan situasi Gavin di dalam lapangan.

Esti mencari celah untuk menonton ponakannya di arena Audisi Umum PB Djarum 2025 MOJOK.CO
Esti mencari celah untuk menonton ponakannya di arena Audisi Umum PB Djarum 2025. (Aly Reza/Mojok.co)

Doa tak putus untuk perjuangan anak di PB Djarum

Ibu-ibu yang dihampiri Esti ternyata adiknya, bernama Rara. Rara inilah ibu kandung Gavin. Sejak saya masuk GOR Jati Kudus, saya memang mendapati Rara tampak duduk tak jenak.

“Sepanjang anak main, saya rasanya cemas. Makanya saya lebih baik nggak nonton langsung,” ungkap Rara dengan tawa renyah.

Kata Rara, PB Djarum 2025 sebenarnya bukan audisi yang pertama kali Gavin ikuti. Tahun sebelumnya Gavin juga ikut, tapi hanya mampu main dua kali. Sementara tahun ini sudah tembus di game ketiga.

Hanya saja, entah kenapa, Rara masih belum terbiasa setiap sang anak bertanding. Pasti deg-degan. Pasti cemas.

“Jadi saya biasanya doain aja, Mas, biar lancar, biar mainnya bagus,” tutur Rara.

Rara, ibu Gavin, perempuan asal Kota Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO
Rara, ibu Gavin, perempuan asal Kota Semarang, Jawa Tengah. (Aly Reza/Mojok.co)

Ketegaran ibu saat anak “terhenti”

Tak berselang lama, pertandingan di lapangan Gavin usai. Sayang, Gavin harus gugur di pertandingan ketiga itu. Beringsut dari lapangan, Gavin langsung menghambur pada sang ibu dengan isak tangis.

Iklan

Sejujurnya, ada perasaan tak tega tiap melihat langkah sang anak terhenti. Akan tetapi, Rara selalu menunjukkan ketegaran selapang langit.

“Nggak apa-apa. Tadi mainnya sudah enak. Nanti coba lagi, kan masih ada pertandingan lagi. Tahun depan juga masih bisa lagi (ikut Audisi Umum PB Djarum),” tutur Rara sembari mengelus tangan sang anak yang basah oleh keringat bercampur airmata.

Setelah dari Audisi Umum PB Djarum 2025, Gavin masih akan bertanding bulu tangkis lagi minggu depannya, bersama klub bulu tangkis tempatnya menimba ilmu: PB Altrec Semarang.

Karena sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, Rara punya waktu leluasa untuk mengantar sang anak dalam setiap pertandingan. Dan itulah yang dia upayakan: selalu hadir di sisi sang anak, meski kerap kali ia mengambil sudut yang jauh dari lapangan karena diserang kecemasan.

“Tapis saya selalu pesan ke Gavin, pokoknya mainnya lhos aja, yang penting enjoy,” ungkap Rara.

Tangkupan tangan tak pernah lepas di tepi lapangan Audisi Umum PB Djarum 2025

Di sudut lain, saya mendapati seorang perempuan nyaris tak melepaskan tangkupan tangannya: tanda berdoa. Matanya tertuju ke lapangan tempat sang anak tengah adu menepok bulu dengan peserta lain di KU11.

Dia baru melepaskan tangkupan tangannya usai pertandingan dinyatakan selesai dan sang anak dipastikan masih akan lanjut ke pertandingan besok.

Perempuan itu bernama Astri (39), asal Temanggung, Jawa Tengah. Ia datang untuk mendukung sekaligus mendoakan secara langsung perjuangan sang anak, Abizar Rizki Ramadhan, agar lolos karantina Audisi Umum PB Djarum 2025.

“Rasanya nggak karuan, deg-degan kalau lihat anak main,” ungkap Astri.

Astri tak henti-henti berdoa untuk sang anak yang bertanding di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO
Astri tak henti-henti berdoa untuk sang anak yang bertanding di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus. (Aly Reza/Mojok.co)

Rizki ternyata sudah beberapa kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Perjalanan paling jauhnya ditorehkan tahun lalu: sampai ke tahap akhir, tapi gagal masuk karantina.

Di tahun ini, Rizki sebenarnya menunjukkan performa apik, sehingga baik Rizki maupun Astri sama-sama menaruh harap bisa tembus karantina.

“Pokoknya saya doain terus. Ya Allah kasih kelancaran biar main Rizki bagus. Kalah menang bonus nggak apa-apa. Tapi yang penting Rizki bisa kasih yang terbaik biar membanggakan pelatihnya dan orangtua,” tutur Astri.

Terpisah sejak SD

Astri dan Rizki sebenarnya lebih sering terpisah raga. Tapi jiwa ibu-anak itu tetaplah salung bertaut.

Ceritanya begini, Rizki mengenal bulu tangkis sejak TK B karena suka melihat sang kakak yang sudah lebih dulu bermain raket. Dari situ, Rizki lalu masuk ke sebuah klub di Temanggung. Saat beranjak kelas 4 SD, Rizki langsung merantau ke Medan.

“Coach-nya Rizki yang sekarang kan pelatih nasional di Medan. Pas berkunjung ke Temanggung, dia lihat Rizki dan suka. Terus diajaklah Rizki ke Medan,” beber Astri.

“Sebenarnya dari kelas 3 SD sudah diajak, tapi saya belum melepas. Nah coach-nya itu minta terus, baru saya lepas kelas 4 SD,” sambungnya.

Awalnya tentu saja tak tega. Namun, demi masa depan Rizki, Astri rela terpisah jarak begitu jauh dengan sang anak.

Sampai saat inipun Astri masih terpisah jarak dengan sang anak walaupun Rizki sudah kembali ke Jawa. Sebab, usai satu tahun di Medan, kini—satu tahun terakhir ini—Rizki menempa diri di Ambarawa.

Doa ibu senantiasa melindungi

Kendati kini sama-sama di Jawa Tengah, tapi intensitas Astri bertemu Rizki terbilang jarang. Pasalnya, di satu sisi Rizki harus menjaga kedisiplinan asrama, di sisi lain Astri kerap sibuk bekerja (sebagai perawat).

Astri bahkan baru bisa menyusul sang anak di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus di hari ketiga ini. Ia mengambil cuti hingga Jumat dengan perhitungan Rizki bisa tembus hingga babak akhir.

“Komunikasi sering lewat hp. Sehari Rizki dapat jatah pegang hp dari pelatihnya 1 jam untuk hubungan sama keluarga,” ucap Astri.

Kendati sudah lebih terbiasa berpisah jarak dengan sang anak, Astri tak memungkiri kalau sesekali ia juga merasa khawatir dengan sang anak di rantau. Lebih-lebih saat Rizki sedang tidak enak badan. Akan tetapi, Astri menyerahkan segala urusan dan perlindungan atas Rizki pada Tuhan.

“Setiap saat saya berdoa agar Rizki sehat, tetap rajin salat, dan senantiasa dikelilingi orang-orang baik di manapun berada,” kata Astri.

Saya jadi teringat penggalan puisi Aan Mansyur: “Doa ibu saya lebih luas daripada langit. Di manapun saya berada, saya berteduh di bawahnya.”

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Tempuh 7 Hari Perjalanan di Atas Laut demi Audisi PB Djarum: Belum Berbuah Hasil, tapi Tetap Pulang Membawa Kebanggaan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 10 September 2025 oleh

Tags: audisi pb djarumbeasiswa djarumbulu tangkisdjarumgor jati kuduskuduspb djarum
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Praja bertanding panahan di Kudus. MOJOK.CO
Sosok

Nyaris Menyerah karena Tremor dan Jantung Lemah, Temukan Semangat Hidup dan Jadi Inspirasi berkat Panahan

20 Desember 2025
Atlet panahan asal Semarang bertanding di Kota Kudus saat hujan. MOJOK.CO
Ragam

Memanah di Tengah Hujan, Ujian Atlet Panahan Menyiasati Alam dan Menaklukkan Gentar agar Anak Panah Terbidik di Sasaran

19 Desember 2025
Pontang-panting Membangun Klub Panahan di Raja Ampat. Banyak Kendala, tapi Temukan Bibit-bibit Emas dari Timur Mojok.co
Ragam

Pontang-panting Membangun Klub Panahan di Raja Ampat. Banyak Kendala, tapi Temukan Bibit-bibit Emas dari Timur

17 Desember 2025
Kegigihan bocah 11 tahun dalam kejuaraan panahan di Kudus MOJOK.CO
Ragam

Kedewasaan Bocah 11 Tahun di Arena Panahan Kudus, Pelajaran di Balik Cedera dan Senar Busur Putus

16 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
Kuliah Scam Itu Omongan Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

8 Januari 2026
Gudeg Jogja 3 Porsi di Malioboro Dihargai 85 Ribu Itu Wajar, Jadi Wisatawan Mbok Ya Riset, Jangan Caper!

Gudeg Jogja 3 Porsi di Malioboro Dihargai 85 Ribu Itu Wajar, Jadi Wisatawan Mbok Ya Riset, Jangan Caper!

4 Januari 2026
Orang Medan naik angkot di Bandung. MOJOK.CO

Orang Medan Pertama Kali Naik Angkot di Bandung, Punya Cara Tersendiri Meminta Sopir Berhenti Sampai Bikin Penumpang Syok

5 Januari 2026
Dari keterangan Polresta Yogyakarta: Kantor scammer berbasis love scam di Gito Gati, Sleman, raup omzet puluhan miliar perbulan MOJOK.CO

Kantor Scammer Gito Gati Sleman: Punya 200 Karyawan, Korbannya Lintas Negara, dan Raup Rp30 Miliar Lebih Perbulan dari Konten Porno

7 Januari 2026
Santri penjual kalender keliling dan peminta-minta sumbangan pembangunan masjid meresahkan warga desa MOJOK.CO

Santri Penjual Kalender dan Peminta Sumbangan Masjid Jadi Pengganggu Desa: Datang Suka-suka, Ada yang Berbohong Atas Nama Agama

8 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.