Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita Debt Collector yang Tobat dan Memilih Keluar Gara-gara Tak Tega Melihat Nasabah Kena Musibah tapi Dipaksa Membayar Angsuran

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
17 April 2024
A A
Cerita Debt Collector yang Tobat dan Memilih Keluar Gara-gara Tak Tega Melihat Nasabah Kena Musibah tapi Dipaksa Membayar Angsuran

Cerita Debt Collector yang Tobat dan Memilih Keluar Gara-gara Tak Tega Melihat Nasabah Kena Musibah tapi Dipaksa Membayar Angsuran (MOJOK/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak tahan dengan lika-liku dunia kerja debt collector bikin Septian (32 tahun), pria asal Wonogiri ini berhenti dan tobat jadi debt collector. Uang yang didapat memang besar, tapi hatinya tidak sanggup menghadapi dunianya.

***

“Karena hati.”

Itulah alasan Septian memilih berhenti jadi debt collector, pekerjaan yang pernah dia tekuni sebelum menikah, saat saya tanya pada Senin malam (15/04/2024). Meski tak begitu lama jadi DC, tapi dia merasa sudah cukup dan memilih berhenti. Pergolakan batin, emosi, yang berujung pada suara hatilah yang jadi alasan dia keluar.

Septian dulunya adalah DC di salah satu perusahaan leasing di Wonogiri. Masa kerjanya tak begitu lama. Dia berhenti beberapa bulan sebelum menikah, dan kini jadi pekerja di sebuah instansi pemerintahan. Kepada saya, dia menceritakan banyak hal yang bikin dia berhenti jadi debt collector.

Septian adalah debt collector internal, artinya dia adalah DC yang bekerja di bawah perusahaan. Sebelum lebih lanjut, kita pahami dulu, ada dua jenis DC, yaitu internal dan eksternal. Internal, seperti yang sudah dijelaskan, dia bekerja di bawah perusahaan dan digaji oleh perusahaan tempat dia bekerja.

Eksternal, berbeda. DC eksternal bekerja di bawah perusahaan, tapi dalam bentuk kontrak. Biasanya, DC eksternal bergerak jika ada nasabah ruwet, atau nasabah yang sudah telat lebih dari 60 hari angsuran. Juga, DC eksternal biasanya bergerak secara beregu.

Nasabah kena musibah

Tanpa bertele-tele, saya langsung bertanya kenapa dia memilih berhenti. Seperti yang sudah saya tulis di atas, dia menjawab karena hati. Lalu dia menjelaskan detilnya.

Septian kerap bertemu dengan banyak orang yang kesulitan membayar angsuran. Orang-orang ini punya banyak latar belakang, dan banyak alasan. Tapi dari berbagai orang yang kesulitan bayar, ada satu nasabah yang bikin dia merasa tidak sreg dengan kerjaannya.

Ada nasabah Septian yang berprofesi sebagai tukang sayur keliling. Dia kredit motor bekas untuk keperluan jualan. Tapi, nasabah tersebut mengalami kecelakaan parah. Uang yang harusnya dipakai untuk bayar angsuran, terpaksa dipakai untuk berobat. Gara-gara itu, nasabah tersebut telat bayar angsuran dan Septian harus mendatanginya untuk memberi peringatan.

Masalahnya adalah, telat angsurannya tak sebentar. Hampir 60 hari. Otomatis, nasabah tersebut akan berurusan dengan debt collector eksternal. Septian memberi solusi, bayar sedapatnya dulu, biar Septian yang berurusan dengan kantor. Sejak itulah, dia merasa sudah saatnya berhenti.

“Kata orang, kerja ya kerja, jadi mesin. Jangan gunakan hati. Tapi aku nggak bisa. Di saat orang nggak punya uang, tapi dipaksa mengangsur, hatiku nggak bisa menghadapi itu.”

“Padahal selalu ada momen di mana orang nggak bisa ngangsur. Contoh, lebaran, tahun ajaran baru, orang-orang jelas nggak punya duit. Dipaksa bayar ya jelas susah.”

Gaji debt collector memang tinggi

Gaya hidup debt collector juga jadi salah satu alasan Septian untuk cabut dari dunia tersebut. Gaji DC memang tinggi, bahkan bisa beberapa kali lipat UMR Jogja jika tembus target. Septian biasa mengantongi 6-7 juta rupiah per bulan. Itu sudah hampir 3 kali lipat UMR Jogja pada saat ini. 

Iklan

Uang sebesar itu, dipakai hidup di Kabupaten Wonogiri ya amat cukup. Akhirnya dia kehilangan kontrol dan justru bikin dia boros. Meski tidak menyentuh dunia malam, tetap saja uangnya bablas.

Gaji debt collector memang besar. Penghasilan DC terdiri dari gaji pokok dan insentif. Insentif yang diterima mencakup insentif tembus target dan insentif “penarikan”. Septian cerita, jika DC bisa menagih uang angsuran atau menarik unit, ada tambahan pemasukan. Besarannya tergantung perusahaan. Tambahan yang ada itulah yang bikin gaji DC besar, bahkan bisa menembus belasan-puluhan juta, tergantung perusahaan dan jenis unit yang diurus.

Jangan silau dengan gaya hidup

Meski alasan Septian keluar adalah alasan hati yang tidak kuat melihat penderitaan, bukan berarti Septian orang yang tidak tegaan. Dia tetap tega, terlebih pada nasabah yang ruwet. Dia tak memungkiri, bahwa banyak juga nasabah ruwet yang tak bisa diberi keringanan.

“Aku tetap tega menagih nasabah yang ruwet. Soalnya unitnya pasti nggak ada di tempat, biasanya digadaikan. Jelas nggak bisa ditarik saat itu juga, bikin kerja jadi susah.”

Selain tukang gadai unit, ada nasabah ruwet jenis lain yang sering Septian temui, yaitu nasabah yang utang tak hanya pada satu tempat. Septian pernah berurusan dengan orang jenis ini. saat menagih ke rumah nasabah, di rumah itu sudah ada 4 debt collector lain dari 4 perusahaan yang berbeda.

Dari banyak pengalaman tentang menagih dan menarik unit, Septian berpesan untuk menghindari kredit, sebisa mungkin. Terlebih jika alasannya hanya untuk gaya hidup. Biaya kreditnya jelas membengkak dan bikin rugi banyak.

“Aku selalu menyarankan ke nasabah untuk tidak mengambil utang lagi setelah lunas. Apalagi untuk gaya hidup. Daripada berurusan dengan debt collector, mending menahan diri untuk tidak menuruti gaya hidup, kan?

Reporter: Rizky Prasetya
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Hal-hal yang Kita Tak Ketahui dari Debt Collector: Mereka Tidak (Sekadar) Menagih, tapi (Juga) Mengingatkan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2024 oleh

Tags: debt collectorgaji debt collectorkredit motornasabahprofesiutang
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO
Sehari-hari

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Orang tak enakan jadi debt collector: Bukannya nagih utang malah kasih uang, kerja bukannya nikmati gajian malah boncos kena potongan MOJOK.CO
Ragam

Orang Tak Tegaan Jadi Debt Collector: Tak Tagih Utang Malah Sedekah Uang, Tak Nikmati Gaji Malah Boncos 2 Kali

30 Desember 2025
Shopee Paylater: Menguntungkan Seller, tapi Bikin Keuangan Pengguna Hancur, Siap-siap Gagal BI Checking! promo paylater
Liputan

Shopee Paylater: Menguntungkan Seller, tapi Bikin Keuangan Pengguna Hancur, Siap-siap Gagal BI Checking!

25 Juni 2024
Saya Tinggal di Babarsari, Ngekos Bareng Debt Collector (DC) di Jogja, dan Saya Takut Sekaligus Merasa Terlindungi.MOJOK.CO
Ragam

Saya Tinggal di Babarsari, Ngekos Bareng Debt Collector, dan Saya Takut Sekaligus Merasa Terlindungi

20 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.