Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Masa Depan AI yang Terasa Menyenangkan Dimanfaatkan Juga oleh Kelompok Kriminal di Dunia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
3 Januari 2026
A A
AI. MOJOK.CO

ilustrasi - AI semakin mengancam. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi Nuri (27) konten di media sosial kini kurang menarik. Ia sering kesal saat menjumpai video lucu yang ternyata hasil dari kecerdasan buatan (AI). Selain tidak lucu lagi, ia merasa tertipu karena hampir mempercayainya.

“Enak-enak ketawa, terus pas lihat kolom komentar ternyata hasil AI. Mangkanya aku sering cek dulu. Tapi nggak enak juga kan ingin terhibur harus crosscheck dulu,” kata Nuri, Jumat (2/1/2026).

Nuri tak sendiri. Di beberapa konten video AI, banyak netizen yang juga menyesalkan hal serupa. Alhasil, tak jarang juga ada yang meragukan setiap konten yang mereka lihat. Takut tertipu dengan hasil video AI.

Masalahnya, AI tak hanya dipakai untuk video lucu saja. Saat bencana banjir di Sibolga, Sumatera Utara terjadi misalnya, salah satu oknum memanfaatkan AI agar videonya viral. Video tersebut menunjukkan erupsi gunung di tengah banjir Sibolga. 

Menurut Cek fakta Liputan6.com, video erupsi gunung tersebut diragukan kebenarannya. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hadi Wijaya mengklaim Gunung Sorik yang diperkirakan tersorot dalam video tersebut tidak dalam kondisi erupsi.

Kejadian-kejadian di atas mungkin terdengar sepele. Namun, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber Indonesia atau CISSReC, Pratama Persadha mengingatkan ancaman AI di tahun 2026 akan semakin serius.

Penipuan berbasis AI

Chairman CISSReC, Pratama Persadha menyebut, kini AI bukan hanya sebagai alat bantu tapi mesin penggerak serangan siber modern. Di mana AI akan mengotomatiskan pengintaian, mengembangkan rantai eksploitasi, membuat phising yang meyakinkan dalam skala besar, dan meniru eksekutif dengan suara dan video yang hampir sempurna.

“Rekayasa sosial akan menjadi hampir tidak dapat dibedakan dari komunikasi yang sah,” kata Pratama melalui keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025).

Berdasarkan laporan FBI, kelompok kriminal di dunia kini telah menggunakan AI untuk menghasilkan suara deepfake. Hal itu sering dipakai untuk melakukan penipuan dan pemerasan. Apalagi, sejak kuartal ketiga 2024, Indonesia telah menduduki peringkat pertama di dunia sebagai sumber serangan DDoS tertinggi selama satu tahun penuh.

Tak hanya itu, para pelaku ransomware (perangkat lunak berbahaya) juga berkembang lebih cepat berkat adanya AI. Mereka menggunakan AI untuk memindai internet secara terus-menerus, merantai kerentanan, dan melancarkan serangan dengan meminimalisir intervensi manusia.

“Kecepatan terjadinya pelanggaran keamanan akan meningkat secara dramatis. Organisasi dengan program pembaruan keamanan yang lemah, paparan yang tidak terpantau, atau kemampuan respons insiden yang tertinggal akan merasakan konsekuensinya secara langsung,” jelas Pratama.

Data privasi terancam

Selain itu, Pratama juga menyebut jika enkripsi sedang mengalami perubahan dramatis. Ia meluas ke sistem berupa log, identitas mesin, bidang basis data, memori, dan semua repositori cadangan. Dengan demikian, tekanan tidak akan datang dari enkripsi itu sendiri, tetapi dari tata kelola di baliknya. 

“Manajemen kunci yang buruk akan menyebabkan dampak operasional yang lebih besar daripada sandi yang lemah,” kata Pratama.

Kini, beberapa organisasi sedang mempersiapkan diri untuk algoritma pasca-kuantum yang disetujui Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST), sementara pihak lawan mempercepat pencurian kunci menggunakan AI. 

Iklan

Selain itu, kompromi identitas akan tetap menjadi penyebab utama pelanggaran keamanan pada tahun 2026. Penyerang akan semakin mengandalkan pemutaran ulang token sesi, peniruan identitas eksekutif, pencurian identitas mesin, dan penyalahgunaan akun layanan. 

“Organisasi yang tidak dapat mengartikulasikan dengan jelas, siapa yang memiliki akses ke apa dan bagaimana akses tersebut diatur, akan menghadapi insiden berulang. Program identitas yang matang akan menjadi jalan tercepat menuju pengurangan risiko yang terukur,” kata Pratama. 

Yang tak kalah pelik, kata Pratama, pihak-pihak yang bermusuhan telah mengetahui bahwa satu pemasok yang lemah dapat membahayakan puluhan organisasi sekaligus akibat AI.

Serangan terhadap penyedia layanan terkelola seperti platform cloud, aplikasi SaaS, dan subkontraktor khusus akan meningkat. Dengan begitu, harapan bahwa perusahaan bertanggung jawab atas postur keamanan rantai pasokan mereka akan menjadi hal yang umum. 

Pemerintah Indonesia harus bersiap

Pratama berharap pemerintah dapat memperkuat perlindungan infrastruktur digital serta data publik di tengah maraknya AI sebagai agenda prioritas utama. Langkah ini mencakup penerapan standar keamanan siber yang ketat di seluruh instansi, penguatan integrasi sistem pengamanan yang saling terhubung, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Hal itu dapat dilakukan melalui program pelatihan intensif dan sertifikasi profesional di bidang keamanan siber. “Seluruh upaya tersebut menjadi landasan penting bagi Indonesia dalam menjawab tantangan era digital sekaligus menjaga kedaulatan di ruang siber,” ujar Pratama.

Selain itu, perlu adanya Lembaga Perlindungan Data Pribadi sebagai implementasi nyata dari Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Lembaga ini diharapkan memiliki independensi kelembagaan dan kapasitas yang memadai untuk mengawasi kepatuhan terhadap regulasi, menangani insiden pelanggaran data, serta menjatuhkan sanksi kepada pihak yang tidak patuh.

Guna memberi payung hukum, pemerintah diharapkan segera mengesahkan aturan turunan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta RUU Keamanan dan Ketahanan Siber yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional.

Dari sisi kelembagaan, penguatan peran dan kewenangan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, dukungan teknologi, serta alokasi anggaran yang memadai bagi BSSN.

Dengan begitu, BSSN dapat menjalankan fungsi deteksi, respons, dan pemulihan insiden siber secara optimal. Lembaga tersebut juga harus didorong sebagai aktor utama dalam pengamanan infrastruktur kritis nasional, termasuk sektor energi, transportasi, dan telekomunikasi.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Hati-hati Social Spy WhatsApp, Aplikasi Penipuan Berkedok Sadap! atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2026 oleh

Tags: AIbahaya AIkecerdasan buatanmanfaat AIpenipuanphisingUU PDP
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

UU PDP untuk menghadapi Kejahatan digital. MOJOK.CO
Liputan

Kejahatan Digital Makin Mengancam Data Pribadi Warga, tapi Perlindungan dari Negara Tak Ada

22 Oktober 2025
AMSI Usung ‘Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital' di Indonesia Digital Conference 2025 MOJOK.CO
Kilas

AMSI Usung ‘Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital’ di Indonesia Digital Conference 2025

21 Oktober 2025
kupon doorprize nggak guna saat karnaval. MOJOK.CO
Catatan

Kesal dengan Karnaval 17 Agustus, Doorprize-nya “Beri Kesialan Seumur Hidup”

5 Agustus 2025
Penipuan love scam: ngaku-ngaku jadi pilot di luar negeri, berhasil pikat perempuan Lampung hingga poroti puluhan juta MOJOK.CO
Ragam

Penyesalan Perempuan Lampung, “Tergila-gila” Lelaki yang Ngaku Jadi Pilot di Luar Negeri Berujung Kehilangan Uang Puluhan Juta

7 Mei 2025
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

Liburan di Candi. MOJOK.CO

Kejutan di Awal Tahun 2026 untuk 5 Wisatawan Pertama Taman Wisata Candi

1 Januari 2026
Dari driver ojol dari supervisor. Perjalanan Ardi Alam Jabir kejar mimpi kuliah di Teknik Pertambangan UNHAS hingga bisa ke Jepang dan Tiongkok berkat Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Kuliah Teknik Pertambangan UNHAS hingga Dapat Beasiswa LPDP ke Tiongkok, Ubah Nasib Driver Ojol Jadi Supervisor

1 Januari 2026
Omong kosong slow living dan frugal living di desa MOJOK.CO

Omong Kosong Slow Living dan Frugal Living di Desa: Mau Hidup Stabil Mental dan Finansial, Malah “Diperas” Pakai Dalih Tradisi

2 Januari 2026
Wali Kota Agustina Wilujeng berharap pondok pesantren di Kota Semarang makin tertata usai Raperda disahkan MOJOK.CO

Pengembangan 300+ Pondok Pesantren di Semarang agar Tak Tertinggal, Bukan Cuma Jadi Pusat Dakwah tapi Juga Pemberdayaan Sosial

31 Desember 2025
5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Toko Buku dan Cara Pelan-Pelan Orang Jatuh Cinta Lagi pada Bacaan

Toko Buku dan Cara Pelan-Pelan Orang Jatuh Cinta Lagi pada Bacaan

28 Desember 2025

Video Terbaru

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Foto Coip dan Keyakinan Hidup yang Baik-Baik Saja Meski Tidak Viral

Coip dan Keyakinan Hidup yang Baik-Baik Saja Meski Tidak Viral

30 Desember 2025
Toko Buku dan Cara Pelan-Pelan Orang Jatuh Cinta Lagi pada Bacaan

Toko Buku dan Cara Pelan-Pelan Orang Jatuh Cinta Lagi pada Bacaan

28 Desember 2025

Konten Promosi



Summer Sale Banner
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.