Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Ketangguhan Honda Revo Temani Beratnya Pegawai Koperasi Menaklukkan Hati Emak-emak Desa

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
23 Agustus 2023
A A
Honda Revo, Andalan Pegawai Koperasi Menaklukan Hati Nasabah. MOJOK.CO

Ilustrasi Honda Revo, Andalan Pegawai Koperasi Menaklukan Hati Nasabah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ini adalah kisah pegawai koperasi simpan pinjam menjalani keseharian. Bersama kendaraan tempurnya, Honda Revo, mereka menghampiri nasabah untuk menawarkan dan menagih pinjaman.

***

Lima tahun saya mengaspal di jalanan Jogja dengan motor Honda Revo. Mulai dari akhir SMA hingga pertengahan kuliah. Pengalaman itu membuat saya menyadari bahwa motor bebek ini cukup andal di segala medan.

Jarang sekali rewel asal dapat perawatan yang layak. Setidaknya ganti oli setiap dua bulan sekali. Padahal motor ini sudah cukup berumur. Ibu membelinya pada 2010, setelah itu mulai saya bawa sejak 2016 sampai 2021 silam. Sampai sekarang, meski motor saya sudah ganti, Revo hitam itu masih eksis di rumah menemani bapak bepergian.

Saya pernah menuliskan pengalaman saya dengan Honda Revo ini dalam sebuah tulisan di Mojok, Honda Revo, Motor Artefak wujud Kasih Ibu dan Penguji Kesetiaan Pasangan.

Sebagaimana beberapa motor lain, ada stereotipe yang melekat produk andalan Honda di kelas bebek murah ini. Mulanya saya dengar dari guyonan teman. Lama kelamaan saya mulai melihat anggapan itu tersebar di media sosial.

Revo punya julukan sebagai motornya para pegawai koperasi. Kendaraan tempur yang kerap mereka bawa saat berkeliling memprospek calon nasabah atau menagih utang. 

Pada beberapa kesempatan, saya sempat melihat pengendara revo dengan seragam yang khas pegawai koperasi. Mereka berkendara, kadang sendiri namun sesekali berboncengan, dengan setelah celana kain hitam, sepatu pantofel, lalu kemeja berbalut jaket kulit.

Sayangnya, saat benar-benar melihat mereka saya tak terbesit untuk berbincang atau sekadar mengonfirmasi bahwa Revo jadi andalan saat berkeliling di lapangan. Ketika sengaja mencari malah tidak bertemu sama sekali.

Sampai akhirnya, saya memutuskan untuk lebih niat mencarinya dengan berkeliling ke beberapa kantor koperasi simpan pinjam di sekitar Jogja. Pada Selasa (22/08/2023) pagi, dengan panduan Google Maps saya mulai menelusuri beberapa titik. Utamanya yang ada Honda Revo terparkir di halaman.

Mengunjungi koperasi mencari bukti

Beberapa kali melewati kantor, kendaraan itu belum tampak. Sampai akhirnya, kendaraan harus saya rem mendadak ketika melintas di Jalan Gayam, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta. Di depan Koperasi Simpan Pinjam Primadana, sebuah Honda Revo 110 tahun 2010 terparkir rapi.

Honda Revo, identik dengan motor debt collector atau pegawai koperasi.
Honda Revo, identik dengan motor debt collector atau pegawai koperasi. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Segera saya berbelok dan memarkirkan motor. Sejurus kemudian masuk ke dalam kantor. Di dalam, dua perempuan tampak sedang menatap monitor. Satu di antara mereka langsung mengalihkan pandangan dan menyapa.

“Ada yang bisa saya bantu Mas?” kata pegawai bernama Dewi itu.

Setelah membuka obrolan dan menjelaskan bahwa tidak hendak meminjam uang, saya langsung menanyakan tentang motor di depan. Dengan sedikit tertawa ia menjelaskan bahwa motor itu betul milik salah satu pegawai koperasi.

Iklan

“Tapi itu milik pribadi bukan kendaraan kantor,” jelasnya.

Pemilik motor itu pun kebetulan sedang pergi keluar sehingga tidak bisa saya ajak berbincang. Ia lalu menerangkan bahwa KSP yang berkantor pusat di Purworejo ini tidak punya kendaraan kantor berupa Honda Revo.

Adanya malah Honda Vario di cabang lain. Khusus di cabang yang saya kunjungi, kegiatan kantor menggunakan motor pribadi. Selain itu hanya ada satu mobil dinas untuk acara khusus.

“Waduh saya malah nggak tau kalau motor itu identik dengan pegawai koperasi,” celetuknya setelah saya menjelaskan lebih lanjut.

Saya kemudian melanjutkan perjalanan ke utara, mampir ke sebuah tempat yang tampak seperti kantor KSP. Namun, setelah masuk ternyata hanya pegadaian. Selain itu juga tidak ada kendaraan yang saya cari.

Baru saat melintas di Jalan Nologaten, terdapat sebuah kantor koperasi kecil. Saya memutuskan mampir dan bertemu seorang pegawai bernama Lili.

“Oh iya, itu biasanya debt collector ya Mas,” ujarnya setelah saya tanya. Selain Revo, ia menyebut Honda Verza 150 yang menurutnya juga banyak penagih utang gunakan.

“Tapi di sini itu koperasi syariah Mas. Kami nggak pakai penagih begituan,” sambungnya. 

Baca halaman selanjutnya…

Kehidupan seorang pekerja koperasi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2023 oleh

Tags: hondahonda revohonda revo koperasikoperasi
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co
Pojokan

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)
Pojokan

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co
Pojokan

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO
Sehari-hari

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.