Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Lulusan S2 Dianggap Overqualified, Masalah Dunia Kerja yang Bikin Lulusan S2 Pusing, Pengalaman Mentereng pun Tak Menolong di Dunia Kerja!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
23 April 2024
A A
Lulusan S2 Dianggap Overqualified, Masalah Dunia Kerja yang Bikin Lulusan S2 Pusing, Pengalaman Mentereng pun Tak Menolong di Dunia Kerja!

Lulusan S2 Dianggap Overqualified, Masalah Dunia Kerja yang Bikin Lulusan S2 Pusing, Pengalaman Mentereng pun Tak Menolong di Dunia Kerja! (MOJOK.CO/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Punya pengalaman seabrek, kemampuan mumpuni, serta pendidikan tinggi tak lantas bikin langkah mencari kerja jadi mudah. Itulah yang dirasakan Bunga, lulusan MM UGM 2023. Pengalamannya yang sebegitu banyak plus status dia lulusan S2 tak bikin dia kunjung dapat kerja. S1 dianggap underqualified, S2 dianggap overqualified. Sungguh ironi.

***

Hujan yang sesekali diselingi petir menemani proses wawancara saya dengan Bunga (23/04/2024). Saya kenal Bunga lewat kawan saya, yang sama-sama menempuh pendidikan di MM UGM. Sebagai entrepreneur yang punya minat finance, jelas dia paham betul akan hal ini.

Petir yang mengilap tiba-tiba bikin saya harus “menembak” Bunga pada poinnya, apa yang bikin S2 malah dianggap overqualified?

Awalnya Bunga pun bingung terkait hal ini, karena dia sendiri adalah salah satu orang yang overqualified tersebut. dia tidak memvalidasi hal tersebut, tapi kawan-kawannya lah yang bilang hal tersebut. Tapi terlepas benar dia overqualified atau tidak, dia pun bertanya-tanya, kok bisa orang dengan CV mentereng (banget) ditolak perusahaan?

Setelah Bunga bertemu dengan kawan-kawannya yang lain yang mengalami hal yang sama, Bunga pun memahami hal ini. Kenapa orang S2 dianggap overqualified tidak diterima kerja, ada dua alasannya menurut mereka, dan tergantung perusahaannya. Jika perusahaan swasta, karyawan yang overqualified biasanya akan disesuaikan dengan visi misi perusahaan. Tapi BUMN, beda cerita.

“BUMN justru lebih worry (kalau ada calon karyawan yang overqualified). Ya sorry to say ya, Mas, BUMN dan sejenisnya jika punya staff yang vokal, malah agak takut. Karena ya, BUMN kan punya batasan yang banyak, Mas. Stakeholdernya banyak, shareholdernya banyak, makanya banyak yang dipertimbangkan, Mas. “

“Tapi ini belum ada validasinya ya, Mas. Ini kira-kira aja, dari kesimpulan saya dan temen-temen yang diskusi tentang hal tersebut.”

Bunga melanjutkan, apa yang sebenarnya bikin lulusan S2 dianggap overqualified, dalam kasus dia pribadi, adalah background dia yang memang mentereng ditambah dengan jurusan yang menunjang, bikin calon karyawan terlihat begitu mewah.

Bagaimana dengan gaji?

Saya berbelok sedikit dari perkara overqualified, dan membahas gaji. Salah satu hal yang kerap jadi halangan orang bekerja adalah gaji. Banyak sekali cerita bertebaran lulusan S2 itu sering minta gaji tak masuk akal, atau standar gaji mereka dianggap kelewat tinggi. Bunga tak setuju dengan ini, sebab dia sendiri tak seperti itu.

“Kemarin itu, salah satu perusahaan menawari saya gaji sebesar 9 juta. Saya nggak nolak. Saya juga tidak minta lebih, juga tidak minta kurang. Ekspektasi saya awalnya 7.5 juta. Terus saya sempat daftar kerja di startup, ditawari 6.5 juta, saya tidak masalah. Di salah satu kementerian, saya ditawari 5.5, ya saya nggak masalah juga.”

“Jadi kalau dibilang S2 itu nggak masuk akal dalam perkara gaji, bagi saya ya tidak. Saya menerima offering yang diberikan. Kita (anak S2) nggak minta ekspektasi yang muluk-muluk, kok. Misal UMR Jakarta 5.5, ya kita minta di atas UMR, 6.5 lah katakanlah. Kan dari segi pendidikan udah beda. Namanya juga negosiasi.”

Lanjut Bunga, dia sudah membuat sistem yang bikin bisnis yang dia punya sudah bisa ditinggal mandiri. Gaji jelas bukan masalah baginya sekarang. Dia hanya ingin bekerja, mengikuti dunia yang dia sukai.

“Kalau dari pengalamanku daftar CPNS dan finance di salah satu BUMN ya. Nah di BUMN itu, dikulik kan bagian motivasi kerja di bagian CV, dan dalam CV saya juga menulis kalau udah punya bisnis yang sustain. Nah, di situ ditanyain, kalau udah punya bisnis yang sustain, ngapain daftar kerja?”

Iklan

“Terus sehabis itu, bahas perkara job desc kerja lama, dan kembali lagi bahas motivasi kerja. Saya jadi bingung ya, motivasi kerja saya kan emang di situ, saya seneng finance dan pengin nyoba kerja di luar bisnis saya. Intinya ya, saya pengin kerja, udah.”

Baca halaman selanjutnya

Tidak menyesal ambil S2

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 April 2024 oleh

Tags: Dunia Kerjalowongan kerjalulusan s2mahasiswa S2
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO
Urban

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO
Edumojok

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO
Edumojok

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

21 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.