Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Kisah Warung Padang yang 13 Tahun Relakan Utang-utang Mahasiswa UNY, Tak Tega Lihat Anak Kos Hidup Susah

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
28 Juni 2024
A A
warung padang andalan mahasiswa uny.MOJOK.CO

Ilustrasi warung padang (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebuah warung padang sederhana di Padukuhan Samirono dekat UNY jadi saksi sulitnya hidup anak kos Jogja. Pemilik warung mengaku tak sampai hati jika melihat mereka kesulitan makan.

***

Kisah tentang warung padang itu justru saya dapat dari Ibra Muhammad Ijal, pemilik akun YouTube Jejak Bang Ibra yang dulu memang sempat jadi mahasiswa UNY. Ibra, sapaan akrabnya pernah lama kos di daerah Samirono.

Selama tinggal di sana, warung padang itu jadi langganannya. “Langganan di sana sampai sering utang,” kelakarnya.

Sebelum jadi YouTuber, Ibra, tinggal di sebuah kos sederhana. Melewati fase kehidupan seperti roller coaster. Warung itu jadi tempat ia bisa makan ketika keuangannya sedang tersendat.

Kebetulan, saya juga sempat ngekos di daerah itu pada medio 2019-2020 silam. Sesekali, memang pernah makan di warung tersebut. Masakannya nikmat dan harganya terjangkau. Namun, tidak sadar bahwa banyak cerita di warung tersebut.

Belakangan baru saya ketahui penjual warung padang yang dulu dinamai Ranah Minang itu telah pindah. Warungnya masih ada, namun pengelolaannya telah berpindah ke saudara. Informasi kepindahan itu saya dapat dari anak pemilik warung tersebut.

Awal kisah perantau dari Sumatera Barat merintis warung padang

Pemiliknya dulu bernama Hayati (49). Kini ia telah pindah mengelola beberapa warung padang di Kalasan Sleman.

“Dulu yang di Samirono itu tempatnya kami menyewa. Lalu saudara yang melanjutkan sewanya sejak 2023 lalu. Saya pindah ke Kalasan,” ungkap Hayati yang saya temui pada Rabu (26/6/2024) sore.

Setelah menikah, Hayati yang berasal dari Bukittinggi merantau ke Jogja bersama suaminya. Mereka merintis kehidupan di Jogja sejak 1997.

Mulanya, mereka tidak langsung membuka warung padang di dekat area kos mahasiswa UNY. Usaha pertama yang dirintis adalah berdagang kacamata dan akseseoris di lapak kaki lima sekitar Jalan Solo.

Bisnis itu berjalan mulus pada tiga tahun pertama. Namun, pada 2002 omzetnya mulai menurun. Akhirnya, Hayati berinisiatif untuk belajar meracik masakan padang kepada kakaknya yang kebetulan sudah lebih dahulu nyemplung di bisnis warung padang di Jogja.

Pada tahun yang sama, akhirnya mereka memutuskan ganti bisnis. Menjual masakan padang kaki lima. Lokasinya masih di Jalan Solo.

“Bapak yang jaga lapak, kalau saya yang masak di rumah,” kenangnya.

Iklan

Meski kaki lima, ternyata pendapatan dari usaha itu cukup untuk menghidupi hidup ketiga anak mereka. Bahkan, perlahan mulai bisa menabung. Sampai akhirnya, mereka pindah kontrakan di Samirono sekaligus membuka kios warung padang.

“Dagangan yang di Jalan Solo juga akhirnya tutup karena ada pelebaran jalan,” ungkapnya.

Mulai banyak berinteraksi dengan mahasiswa UNY dan kampus lain

Saat mulai membuka kios di rumah kontrakan itulah, Hayati mulai banyak kedatangan pelanggan mahasiswa. Samirono merupakan padukuhan padat yang banyak ditinggali mahasiswa UNY dan berbagai kampus lain di Jogja. Bahkan di kawasan itu ada beberapa asrama untuk para mahasiswa dari luar Jawa.

Hayati, sekilas tak tampak seperti orang yang banyak bicara. Namun, ia mengaku suka mendengarkan cerita orang lain. Khususnya para pelanggannya.

warung padang.MOJOK.CO
Salah satu warung padang milik Hayati setelah pindah di Kalasan Sleman (Hammam/Mojok.co)

Salah satu pelanggan setinya adalah Ibra tadi, lelaki asal Ternate yang memang suka sekali bercerita. Hayati sampai hafal menu favorit lelaki itu.

“Dia kalau kesini itu sukanya makan tongkol. Di sini kan ada beberapa asrama mahasiswa dari Indonesia timur, itu mereka sukanya makan ikan,” ujar Hayati tertawa.

Baca halaman selanjutnya…

Pilih lupakan utang para anak kos karena pernah rasakan perjuangan sebagai perantau 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2024 oleh

Tags: mahasiswa UNYpilihan redaksisamironounywarung Padang
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Rasa Sanga (3): Urap Daun Mengkudu, Cara Sunan Kalijaga Mengajarkan Kemandirian Pangan dan Locavore pada Masyarakat Demak.MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (3): Urap Daun Mengkudu, Cara Sunan Kalijaga Mengajarkan Kemandirian Pangan dan Locavore pada Masyarakat Demak

2 Maret 2026
User kereta api (KA) ekonomi Sri Tanjung pertama kali naik bus Eka PATAS ketimbang Sumber Selamat. Dari keterpaksaan menjadi ketagihan meski tetap tidak tenang MOJOK.CO
Sehari-hari

User KA Sri Tanjung Nyoba Bus Eka: Tak Seburuk Naik Kereta Ekonomi, Tapi Pikiran Dibuat Tak Tenang Meski di Kursi Nyaman

2 Maret 2026
Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh Petani adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani MOJOK.CO
Esai

Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani

2 Maret 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO

Derita Kakak yang Jadi Tulang Punggung Keluarga: Adik Lolos SNBP Malah Overthinking, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Menderita

2 Maret 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.