Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Kopi Bukan Luwak, Kembaran Tanpa Sawah yang Bikin Pegawai Kopi Klotok Jogja Kena Marah Pelanggan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
8 Maret 2024
A A
kopi bukan luwak kembaran kopi klotok jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi Kopi Bukan Luwak (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kopi Bukan Luwak letaknya di dekat Kopi Klotok Jogja. Keduanya memang mirip secara konsep bangunan hingga menu makanan. Namun, tidak banyak pelanggan yang tahu bahwa dua tempat ini memang satu kepemilikan.

Sudah tiga kali saya menyantap makanan di Kopi Bukan Luwak. Memesan menu-menu nasi dengan sayur lodeh yang gurih nikmat ditambah telur dadar yang krispi. Sambal cabai merahnya juga menggoda, pedas manisnya berpadu cocok menggoyang lidah.

Menu-menu itu mirip dengan apa yang ada di warung lain seratus meter di sisi barat Kopi Bukan Luwak, yakni Kopi Klotok. Bahkan, secara bangunan keduanya juga mirip. Modelnya seperti rumah tradisional orang Jawa. Di halaman depan dan belakangnya yang cukup luas terdapat sejumlah gazebo yang mampu menampung banyak pengunjung.

Bedanya, Kopi Bukan Luwak punya dua bangunan rumah utama. Selain itu, warung ini tidak punya pemandangan ala sawah seperti Kopi Klotok.

suasana kopi bukan luwak.MOJOK.CO
Suasana Kopi Bukan Luwak (Hammam/Mojok.co)

Dulunya, saya kira dua warung yang mirip tersebut memang berbeda entitas. Sampai akhirnya, saya baru tahu bahwa keduanya berada dalam satu payung yang sama setelah berbincang dengan Manajer Kopi Klotok, Prita Damayanti pada Selasa (5/3/2024) lalu.

“Kepemilikannya sama, tapi tentu manajemennya berbeda,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kopi Klotok tidak buka cabang selain yang terletak di Pakem, Sleman. Ada warung dengan nama serupa di Jogja, tapi itu bukan bagian dari warung yang berdiri sejak 2015 silam tersebut. Justru, Kopi Bukan Luwak lah yang dapurnya sebenarnya sama.

Kopi Bukan Luwak Jogja berdiri sejak 2017, salah satu tujuannya memang untuk menampung pelanggan saat Kopi Klotok membludak. Namun, ternyata banyak pelanggan yang salah mengira.

Saat Kopi Bukan Luwak bikin pelanggan salah kira omeli pegawai

Sebenarnya, Kopi Bukan Luwak Jogja secara menu lebih lengkap. Ada beberapa menu yang tidak ada di Kopi Klotok seperti mangut lele dan mangut bawal. Selain itu, kudapan pendampingnya juga lebih banyak.

“Di Kopi Bukan Luwak juga ada mendoan, carabikang, dan variasi minumannya ada yang khas yakni es timur keruk. Cuma satu yang kurang, nggak ada sawahnya,” kelakar Prita.

Secara konsep, warung tersebut memang menawarkan suasana seperti makan di rumah desa. Kalau warung satunya lagi, ada tambahan nuansa alamnya.

Dulu, saat Kopi Klotok sedang ramai-ramainya, terkadang ada pegawai yang menawarkan pelanggan untuk mencoba makan di Kopi Bukan Luwak saja. Niatnya tentu baik, agar pelanggan tidak antre lama dan dapat tempat yang lebih lapang.

“Tapi pada kesal. Ada yang ngomong, ‘Aku tu maunya Klotok bukan yang lain’,” kata Prita menirukan pelanggan dengan tertawa.

Menurutnya, sampai sekarang memang masih banyak pelanggan yang belum tahu bahwa dua warung ini resep makanan beratnya sama. Bahkan, menu-menu sayuran di Kopi Bukan Luwak juga masaknya di dapur Kopi Klotok.

Iklan

Fakta tersembunyi yang belum banyak pelanggan ketahui

Selain fakta bahwa dua warung tersebut dimiliki oleh entitas yang sama, ternyata banyak hal yang belum pelanggan ketahui. Khususnya soal Kopi Klotok.

Prita bercerita bahwa di area Kopi Klotok sebenarnya ada juga beberapa titik warung yang menawarkan menu dan oleh-oleh menarik. Salah satunya Omah Bakpia dengan produk Bakpia Pathok 63.

Penjaga Omah Bakpia, Fitri berujar bahwa bakpia ini punya cita rasa nikmat dengan harga relatif lebih terjangkau. Bakpia isi 20 harganya hanya Rp35 ribu.

“Rasanya ada kacang hijau, coklat, dan keju. Khusus bakpia basah hanya ada yang rasa kacang hijau,” kata Fitri.

omah bakpia kopi klotok.MOJOK.CO
Omah Bakpia Kopi Klotok (Hammam/Mojok.co)

Selain itu, ada pula racikan wedang sehat, minuman tradisional dengan bahan rempah yang menyegarkan. Area Omah Bakpia yang letaknya ada di sisi selatan Kopi Klotok juga bisa jadi tempat makan pelanggan saat area utama penuh.

Itulah, ternyata Kopi Klotok punya kembaran yang resepnya sama yakni Kopi Bukan Luwak. Selain itu, ada pula variasi-variasi menu yang jarang pelanggan ketahui sebelumnya.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Sempat Viral, Hingga Kini Kopi Klotok Masih Rutin Rugi Puluhan Porsi karena Pelanggan Anak Kos Tak Bayar

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 8 Maret 2024 oleh

Tags: Jogjakopi bukan luwakKopi Klotokwisatawan
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.