Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Dilaporkan ke Polisi, Shopping Center Jogja Janji Nggak Jual Buku Bajakan Lagi

Redaksi oleh Redaksi
29 November 2019
A A
pembajakan buku bajakan shopping center jogja konsorsium penerbit jogja mojok.co

pembajakan buku bajakan shopping center jogja konsorsium penerbit jogja mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pembajakan buku ditanggapi dengan serius oleh penerbit di Yogyakarta lewat jalur hukum. Kini dampaknya mulai terlihat: para pedagang buku di Shopping Center mengembalikan buku-buku bajakan ke penerbit.

Alhamdulillah, pedagang buku di Jogja kini seiya sekata dengan penerbit buku untuk tidak lagi menjual buku bajakan. Ini jadi salah satu kabar terbaik yang bisa diterima telinga seorang penulis. Semoga habis ini usaha-usaha fotokopi juga mulai sadar bahwa dalam keuntungan yang mereka terima ketika menggandakan buku bajakan, ada rezeki orang lain yang dicuri.

Kerja sama penerbit-penjual buku di Jogja melawan pembajakan terwujud nyata kemarin (27/11) di pusat penjualan buku Shopping Center Yogyakarta. Para pedagang buku menyerahkan ratusan buku bajakan yang sempat mereka jual ke Konsorsium Penerbit Jogja (KPJ) untuk dikembalikan.

“Ada seratusan lebih (buku bajakan dari) 15 penerbit (yang kami serahkan). Ini sisa-sisa yang kami masih punya. Memang ada teman-teman (pedagang) yang (jual buku) bentuknya kopy atau buku bajakan itu. Terus setelah kami bertemu dengan teman-teman penerbit, kami berkomitmen untuk tidak menjual buku-buku tersebut. Mulai detik ini kami sudah sepakat membangun semangat bersama bahwa kami akan bekerjsa sama menjual buku yang asli,” ujar Untung, perwakilan pedagang buku. Rispek, Pak!

Sejak Agustus kemarin, penerbit-penerbit Jogja mulai gencar memerangi pembajakan buku yang selama puluhan tahun jadi bahan keluhan, tapi penyelesaiannya tak pernah serius. Pada 21 Agustus, KPJ melaporkan masalah pembajakan buku ini ke Polda DIY. Saat melaporkan, KPJ diwakili Hisworo Banuarli dan didampingi Pusat Bantuan Hukum (PBH) Ikatan advokat Indonesia (IKADIN) Yogyakarta.

KPJ sendiri merupakan kumpulan dari 12 penerbit, yakni: CV Gava Media, Media Pressindo, Pustaka Pelajar, CV Pojok Cerpen, PT Gardamaya Cipta Sejahtera, PT Galang Media Utama, PT LkiS Pelangi Aksara, Penerbit Ombak, PT Bentang Pustaka, CV Kendi, CV Relasi Inti Media, dan CV Diva Press.

Dalam laporan ke polisi itu, KPJ secara spesifik melaporkan kios-kios buku di Shopping Center Yogyakarta yang menjual buku bajakan secara terang-terangan. Estimasi kerugian akibat pembajakan buku dilaporkan KPJ mencapai Rp13 miliar.

“Bahkan, buku belum resmi beredar di toko buku, bajakannya sudah muncul terlebih dahulu di kios-kios buku,” ujar Hisworo.

Ini jelas berbahaya kalau dibiarkan. Mengikuti perkembangan zaman, semakin lama pembajakan malah semakin canggih. Bisa-bisa nanti bukunya masih berupa ide di kepala penulis, di toko buku bajakan udah terbit cetakan kelima.

Ngomongin pembajakan, nggak bisa nggak harus ngomongin hak cipta. Penghargaan pada hak intelektual ini adalah pekerjaan terberat Indonesia sebelum mengaku sebagai masyarakat 4.0. Nggak cuma buku, karya seni lain juga kerap jadi sasaran pembajak yang ingin mengeruk untung dan disambut pembeli yang pengin ngirit. Menurut Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ari Juliano Gema, di Indonesia, kerugian dari pembajakan karya kreatif secara keseluruhan mencapai Rp100 triliun per tahun.

Pantes penulis dan penerbitnya lebih banyak yang miskin.

pembajakan buku bajakan shopping center jogja konsorsium penerbit jogja mojok.co

(awn)

BACA JUGA Kemiskinan Bukanlah Alasan untuk Membenarkan Pembajakan Buku atau kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS.

Terakhir diperbarui pada 29 November 2019 oleh

Tags: buku bajakanhak ciptapembajakan bukushopping center
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Marjin Kiri x Cantrik: Hak Cipta Bukan Cuma Soal Uang
Video

Marjin Kiri x Cantrik: Hak Cipta Bukan Cuma Soal Uang

18 Oktober 2025
Buku Bajakan Harus Dilarang seperti Nasib TikTok Shop Sekarang MOJOK.CO
Esai

Pemerintah Seharusnya Punya Kekuatan untuk Memberantas Buku Bajakan, seperti Ketika dengan Gagah Melarang TikTok Shop

24 Oktober 2023
buku bajakan dan buku asli
Pojokan

Tips Membedakan Buku Bajakan Dengan Buku Asli Agar Kamu Tidak Terjebak Dosa Membeli Buku Bajakan

15 Agustus 2021
Tere Liye dan Eka Kurniawan Itu Tidak Berbahaya sampai Mereka Membawa Polisi ke Rumah Pembajak Buku MOJOK.CO
Esai

Tere Liye dan Eka Kurniawan Itu Tidak Berbahaya sampai Mereka Membawa Polisi ke Rumah Pembajak Buku

29 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.