Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Alasan Intel Pakai Sandi Polisi ‘Kijang 1’ Ternyata Sesederhana Itu

Dan ternyata makna sandi "kijang 1" dan "kijang 2" nggak seperti yang kamu kira.

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
21 Oktober 2021
A A
Alasan Intel Pakai Sandi Polisi ‘Kijang 1’ Ternyata Sesederhana Itu mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sandi polisi “kijang 1” identik banget dengan intel lapangan yang nyambi tukang nasi goreng. Mojok insya Allah adalah media pertama yang mempertanyakan: mengapa kijang?

Ada tiga ciri stereotipikal intel polisi di Indonesia. Satu, biasanya nyamar jadi tukang nasi goreng atau pedagang bakso, tapi masakannya nggak enak. Dua, penyamarannya bisa dikenali lewat HT yang ia bawa. Tiga, para intel akan saling memanggil satu sama lain dengan sandi polisi “kijang satu” dan “kijang dua”. Bonus: kadang juga dikenali karena memakai sepatu PDL dan rambutnya cepak, nggak match sama sekali dengan kaus kusam dan handuk keringat ala pedagang nasgornya.

Di antara sekian stereotip itu, satu yang bikin Mojok penasaran, kenapa sandi polisinya mesti pakai kata kijang sih? Kenapa bukan macan, misalnya, hewan yang bisa ditemukan di Indonesia, terkenal gesit dan presisi (salam!), serta sabar mengintai mangsanya? Atau kenapa bukan elang, hewan yang juga bisa ditemukan di Indonesia, predator di puncak rantai makanan, dan pernah dibikinin lagu sama Dewa 19?

Dibandingkan sifat-sifat elang dan macan, kijang justru kebanting. Hewan ini memang dikenal cantik karena berbadan ramping, wajahnya imut, serta terkesan ramah karena cuma makan rumput. Tapi di alam liar, kijang justru identik dengan target yang lemah dan malah jadi mangsa predator lain. Kalau lagi ngantre dokter dan terpaksa nonton acara alam liar dengan suara di-mute, pastilah kalian menyaksikan detik-detik kijang diterkam singa dan bukan sebaliknya kan?

Oleh karena itu, patutlah kita mempertanyakan, apa arti sandi polisi kijang satu-kijang dua itu? Kenapa nama kijang yang dipakai? Apa filosofi di baliknya?

Kalian bisa menjelajahi internet untuk mencari jawabannya. Di Quora, seorang pelajar Aliyah bilang sandi kijang adalah istilah intel polisi untuk menyebut target. Ia menyebut, kijang adalah kependekan anak kijang, yang berarti tersangka. Sebuah artikel di Matra juga menyebut makna yang sama. Sekilas masuk akal, mengibaratkan target sebagai kijang, tetapi ada yang aneh. Jika kalimat lengkapnya adalah “Kijang satu, ganti”, bukankah justru kata kijang itu merujuk kepada orang yang berbicara lewat HT alias si intel polisi sendiri?

Waktunya bertanya kepada orang yang lebih tahu. Masalah ini kami kemukakan kepada Kardono Setyorakhmadi, mantan wartawan kriminal yang sering nongkrong di kantor polisi dan karena itu, banyak tahu seluk-beluk dunia Korps Bhayangkara. Kardono juga kerap meliput terorisme, kisah (ternyata) kocaknya bisa disimak di PutCast ini.

Kardono cepat tanggap menjawab pertanyaan Mojok. Ia mengaku pernah menanyakan soal asal-usul sandi kijang itu kepada polisi langsung. Jawabannya, “Karena (kijang) hewan yang paling top of mind (di antara polisi). As simple as that.” Ia juga menjelaskan, kijang memang sandi yang merujuk kepada intel polisi, bukannya target yang diintai.

“Maksudnya top of mind yang positif ya. (Kijang juga dianggap) melambangkan kelincahan,” tambahnya.

Komunikasi HT kepolisian memang punya bahasanya sendiri, kata Kardono. Misalnya, untuk menyebut kapolri, ada sandi TB-1, singkatan dari Tribrata 1 (Tribrata adalah pedoman hidup Polri). Sedangkan kapolda metro jaya disebut dengan sandi M1 atau metro-1.

Koleksi sandi polisi tidak terbatas pada sebutan kijang. Sandi populer lain mengandung angka dan singkatan, di antara yang populer adalah 86 (siap laksanakan), 64 (pekerjaan selesai), TKP (tempat kejadian perkara), dan TKA (terkendali aman). Jika belum puas, situs ini cukup lengkap merangkum daftar sandi polisi.

Kardono lalu mencontohkan obrolan ala komunikasi HT polisi.

“Taruna?”
“Izin, Komandan, ada 33. R4 dan R2.”
“810?”
“810, dua orang”
“Olah TKP segera.”
“86, Ndan.”

“Ini terjemahnya,” kata Kardono.

Iklan

“Ada peristiwa apa hari ini?”
“Izin, ada kecelakaan antara sepeda motor dan mobil.”
“Meninggal?”
“Meninggal, dua orang.”
“Lakukan olah tempat kejadian.”
“Siap dan laksanakan segera.”

Menurut penjelasan Kardono, sandi-sandi tersebut terangkum dalam hand book yang diajarkan kepada polisi baru. Fungsinya untuk komunikasi lewat HT saat patroli. “Kalau untuk patroli dan sebagainya, (polisi) masih pakai HT karena frekuensi mereka lebih aman dan komunikasinya lebih cepat,” jawabnya saat ditanyai mengapa polisi tak beralih ke grup WhatsApp, misalnya.

Yang menarik, sandi polisi untuk komunikasi HT itu mengalami perluasan makna. “Khusus untuk 86, makna perluasannya bahkan mengalahkan makna aslinya,” jela Kardono.

“86 bukan hanya siap, tapi juga kode untuk ‘main perkara’. Juga bisa berarti (agar suatu kasus) dijadikan duit. 810 kadang mengacu untuk ditembak mati. Kalau bilang ke polisi, ‘Ayo… 86 ya…,’ wah itu sensitif.”

Hal menarik lainnya, VICE pernah meliput bahwa so-called aparat yang membawa HT di lapangan tak mesti intel kepolisian, militer, atau BIN. Tukang nasi goreng yang bawa HT di depan rumahmu bisa jadi adalah anggota Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas). Lembaga ini adalah organisasi masyarakat mitra kepolisian yang sukarela menjaga keamanan lingkungan, sudah ada sejak 2005. Mereka membawa HT agar cepat melaporkan kejadian kriminal kepada kantor polisi terdekat.

Kira-kira begitulah pencerahan soal makna sandi polisi kijang-kijangan itu. Saatnya beranjak mempertanyakan hal lain. Makna angka di nama Densus 88, misalnya.

BACA JUGA Anak Buahnya Sensi pada Kritik, Kapolri Putuskan Bikin Lomba Mural Kritik Polisi dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2021 oleh

Tags: intelpolrisandi polisi
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Aktual

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
Bagi Saya, Polisi yang Baik Hati Hanya Ada di Lagu Slank.MOJOK.CO
Ragam

Bagi Saya, Polisi yang Baik Hati Hanya Ada di Lagu Slank

28 Agustus 2024
Jalan Selokan Mataram Sumber Penderitaan Mahasiswa Jogja.MOJOK.CO
Kilas

Penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas, Dinilai Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

15 Maret 2023
Dewan Pers
Kilas

Dewan Pers dan Polri Kerja Sama Lindungi Jurnalis dari Kriminalisasi

11 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.