Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Honor Praktisi Mengajar Bisa Sampai Rp30 Juta Satu Semester, Mengiris Hati Dosen dengan Gaji “Kecil”

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
1 Maret 2024
A A
praktisi mengajar honornya kalahkan dosen.MOJOK.CO

Ilustrasi praktisi mengajar (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi sebagian dosen, program praktisi mengajar yang digagas Kemendikbudristek mengiris hati. Pasalnya, praktisi dapat bayaran besar sementara mereka bahkan kesulitan dapat honor tambahan saat mengajar lebih dari jam kewajiban.

Praktisi mengajar merupakan program Kemendikbudristek yang bertujuan untuk meningkatkan persiapan lulusan sebelum masuk dunia kerja. Di kelas, para praktisi berkolaborasi dengan dosen dalam berbagi pengetahuan.

Namun, honor besar bagi para praktisi sempat jadi sorotan di media sosial X. Sebab, para praktisi mendapat bayaran Rp900 ribu per jam dengan maksimal 12 jam kolaborasi untuk satu mata kuliah yang artinya bisa mengantongi total Rp10,8 juta.

Sebagai koordinator dosen di kampus untuk program ini, saya mengamininya. Honor segitu baru untuk 1 kelas, sementara praktisi bisa ngajar maks 3 kelas. Totalnya sampai 30 jutaan.
Pas ditanya dosennya dapat apa? Cuma dapat sertifikat, itu pun lama banget keluarnya. Heuheu.

— Keni Pradianti (@kenipradt) February 26, 2024

Sementara itu, dalam Panduan Program Praktisi Mengajar Kemendikbudristek 2024, tertera bahwa seorang praktisi bisa terlibat maksimal 36 jam dalam satu semester. Bagi segelintir kalangan dosen, hal itu kadang mengiris hati.

Salah satunya adalah Rani* (bukan nama sebenarnya), seorang dosen di UM Malang yang mengakui sebenarnya kehadiran praktisi dibutuhkan agar bisa memberi wawasan terkini seputar dunia kerja. Bahkan, nominal Rp900 ribu per jam pun sebenarnya baginya bukan hal yang besar.

“Nominal itu tidak terlalu besar jika konteksnya disamakan dengan biaya mengundang tamu untuk seminar. Ya standarnya Rp900 sampai Rp1,7 juta,” tuturnya saat Mojok wawancarai Rabu (28/2/2024).

Kendati begitu, mengisi seminar tentu beda tantangan dengan mengajar di satu kelas kecil. Di sisi lain, Rani juga merasa ngenes karena dosen yang seleksinya dan persyaratan kualifikasi studinya ketat seringkali tidak dapat upah layak.

“Dosen harus S2 bahkan S3 kuliahnya. Kesejahteraan sering tidak sejalan dengan tuntutan yang diberikan,” keluhnya.

Praktisi “abal-abal” ingin daftar praktisi mengajar

Jika saja praktisi yang mendaftar program memang punya rekam jejak atau pengalaman yang benar-benar menarik, bagi Rani, bayar mahal pun membawa banyak manfaat. Misalnya seperti saat Prilly Latuconsina menjadi dosen praktisi di UGM. Masalahnya, menurutnya sekarang banyak praktisi dengan rekam jejak yang tidak meyakinkan pun mendaftar.

“Bahkan ada di YouTube, ini akun yang terbilang kecil, bikin tips soal lolos program praktisi mengajar. Nggak bahas kompetensi sama sekali hanya trik agar bisa lulus,” terangnya.

Dosen praktisi mengajar.MOJOK.CO
Ilustrasi. Dosen praktisi mengajar di kelas (Jason Goodman/Unsplash)

Jika kompetensi dan pengalamannya pas-pasan, Rani menganggap sebenarnya banyak dosen yang punya rekam jejak sebagai praktisi. Bahkan sebagian masih ada yang punya sampingan sebagai praktisi di luar kampus.

Baca halaman selanjutnya…

Praktisi mengajar honor besar, dosen berjuang demi penuhi kebutuhan bulanan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2024 oleh

Tags: Dosenkampus merdekakemendikbudristekpraktisi mengajarPTN
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO
Edumojok

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO
Edumojok

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Honda Scoopy Jual Tampang Bikin Malu, Mending Supra X 125

Honda Scoopy yang Cuma Jual Tampang Seharusnya Malu kepada Supra X 125 yang Tampangnya Biasa Saja, tapi Mesinnya Luar Biasa

28 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.