Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Siswa Terpintar di SMA Jatim Tiga Kali Pindah Kampus karena Salah Jurusan, Nyaris Berakhir DO

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Maret 2025
A A
snbp mojok.co

Ilustrasi - Siswa Terpintar di SMA Jatim Tiga Kali Pindah Kampus karena Salah Jurusan, Nyaris Berakhir DO (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sialnya, Aldo kembali tak merasa cocok dengan prodi tersebut. Ada beberapa hal yang melatarbelakanginya. Pertama, mata kuliah yang memang sulit, dan kedua, pergaulannya yang dirasa kurang match dengannya.

Alhasil, kuliahnya kembali anyep. Meski rutin masuk kelas, ia tak mendapatkan kenyamanan. Aldo malah lebih aktif menjalin jejaring di luar, termasuk berorganisasi di komunitas nonkampus, hingga bikin kuliahnya tercecer.

Iklan

Aldo mengaku sering bolos karena tak nyaman lagi dengan iklim perkuliahan di UM. Sampai akhirnya, dia meminta izin ke orang tua buat merantau ke Jogja.

“Terjadi perdebatan panjang. Termasuk hampir nggak diizinin karena masalah finansial juga. Tapi akhirnya orang tua luluh juga.”

Dari lolos SNBP karena prestasi mentereng, hingga nyaris DO

Pada 2018, Aldo sah menjadi mahasiswa Jogja. Ia berkuliah di salah satu PTS yang lumayan elite. Boleh dibilang, masa kuliahnya di Jogja jauh lebih berwarna.

Aldo akhirnya merasakan kebebasan sebagai anak kos.

“Setelah kuliah di Jogja, akhirnya benar-benar ngerasain vibes anak kuliahan yang sebenarnya,” ungkapnya.

Kuliah Aldo sebenarnya lancar-lancar saja. Uang saku aman, biaya kuliah tak jadi masalah, dan perkuliahan tak mengalami kendala yang signifikan. Bahkan, hingga semester enam, IPK-nya masih di atas 3,5 yang artinya cumlaude.

“Kebantu Covid-19 juga sih. Nggak tahu kenapa kuliah serba mudah aja. Daring, gampang dapat nilai,” guraunya.

Petaka terjadi di semester tujuh, tepatnya pada tahun 2021. Kala itu, Aldo memang sedang menggebu-gebu aktif di organisasi ekstrakampus. Jiwa mudanya bergelora. Demo sudah menjadi agenda wajib.

Bahkan, bukan sekali dua kali dia harus berurusan dengan pihak kampus karena dianggap terlalu kritis. Bahkan, puncaknya, ia sempat diancam drop out (DO) bersama beberapa kawannya.

“Dianggap mencemarkan nama baik kampus. Saat itu ada hal sensitif terkait anggaran pendidikan di kampus yang terus kami tuntut. Aku bersama beberapa kawan udah dapat ancaman, langsung pakai surat ditanda-tangani rektor.”

Untungnya, Aldo menganggap itu cuma gertak sambal. Toh, buktinya sampai semester delapan kuliahnya lancar-lancar saja. Ia tetap aktif ikut demo dan ancaman DO tetap diberikan. Namun, hingga ia bisa lulus kuliah pada 2022 lalu dengan predikat cumlaude. Ia kini bekerja di sebuah lembaga nonprofit Jogja.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Curahan Hati Seorang Ibu yang Anaknya Nggak Bisa Ikut SNBP Gara-gara Anomali di SMKN 2 Depok Sleman atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2025 oleh

Tags: KampusMahasiswa Jogjamahasiswa malangseleksi mandiriSNBPSNBTub malang
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Saat Kemerdekaan RI Belum Bisa Dirasakan Buruh. MOJOK.CO

Saat Kemerdekaan Belum Bisa Dirasakan Kelompok Buruh dan Pekerja

17 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

14 Agustus 2026
fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

13 Agustus 2026
Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.