Sinden di Toilet dan Kisah Horor Lain yang Menyelimuti Lingkungan UNY

horor uny.MOJOK.CO

Ilustrasi dunia mahasiswa (Mojok.co)

Ada sejumlah kisah horor yang jadi urban legend di kalangan mahasiswa UNY. Kami mencoba menggali cerita dari mereka yang mengaku jadi saksi mata.

***

Tahun baru selalu menjadi momen yang horor bagi kebanyakan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Bagaimana tidak, secara bersamaan mereka bakal menjalani ujian akhir semester (UAS), liburan yang singkat, dan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) pada bulan Januari. 

Yang terakhir itu tentu adalah yang paling horor. Ia adalah horor tanpa hantu yang siap mengusik isi pikiran para mahasiswanya. Damn!

Namun, di samping kehororan-kehororan awal tahun tadi, UNY memang dikenal sebagai kampus yang angker. Konon ada banyak tempat di UNY yang “berpenghuni” makhluk tak kasat mata, yang beberapa kali bahkan muncul menggoda para mahasiswanya. Terlepas dari benar atau tidaknya, ada banyak mahasiswa dan para pegawai UNY mengaku pernah mengalami kejadian ganjil di kampus ini. 

Kuntilanak penunggu gedung UKM UNY

Salah satu kisah horor paling legendaris di UNY adalah kuntilanak penunggu Student Center (SC) atau gedung UKM kampus. Bahkan, secara spesifik sosok ini punya nama. Mereka menyebutnya “Mbak Siska”.

Banyak versi beredar mengenai asal usul Mbak Siska. Misalnya, yang paling terkenal adalah menyebut Mbak Siska sebagai eks mahasiswa UNY yang bunuh diri. Konon, Mbak Siska merupakan mahasiswa yang aktif di UKM penyiaran Radio, Magenta. Oleh karena suatu hal, ia ditemukan tewas di gedung SC dan arwahnya gentayangan hingga hari ini.

Sayangnya, versi paling populer itu mengundang rasa skeptis. Pasalnya, dari beberapa kawan saya yang pernah aktif di Magenta, tak sekalipun mereka ketahui kalau ada alumnus bernama Siska. Apalagi yang meninggal. Bahkan di UNY sendiri saya juga belum menemukan catatan maupun pemberitaan mahasiswa bunuh diri di area kampus.

Benar atau tidaknya versi itu, mitos Mbak Siska sudah beredar luas bahkan menjadi folklore di kalangan mahasiswa UNY. 

Saya jadi teringat kawan saya, Ilham (25), yang pernah “membuktikan” eksistensi Mbak Siska. Ceritanya, pada bulan puasa tahun 2017, kawan saya yang “mengaku” indigo itu sengaja begadang di area kampus untuk menunggu waktu sahur. Saat dirinya tengah asyik dengan laptopnya, sosok perempuan berwajah pucat terlihat melayang di lantai 3.

“Baju seperti daster warna merah. Rambut panjang nyaris menyentuh mata kaki. Dan wajahnya pucat,” kata Ilham, mencoba meyakinkan saya akan kebenaran sosok itu. Kata dia, emang kalau lagi beruntung kita bakal bisa lihat Mbak Siska “nongkrong” di lantai 3 SC selepas tengah malam.

Mbak Siska itu sosok yang baik

Soal eksistensi makhluk folklore bernama Mbak Siska juga saya tanyakan kepada Sugono (47), salah satu pengelola gedung SC. Pak Gono, sapaan akrabnya, sudah delapan tahun jadi penjaga gedung SC, siang dan malam. Sebelumnya, ia bertugas menjaga gedung di Fakultas Teknik UNY.

Kepada saya, Pak Gono membenarkan soal mitos Mbak Siska yang sudah populer di kalangan mahasiswa UNY itu.

“Saya lho, Mas, sudah delapan tahun tugas di SC. Sering dengar mahasiswa cerita ke saya soal itu [Mbak Siska]. Tapi saya sendiri belum pernah nemu,” katanya, Selasa (20/12/2023).

Pak Gono juga mengaku heran, mengapa ia belum berjumpa Mbak Siska, padahal sudah banyak mahasiswa yang mengaku melihatnya. Pa Gono beranggapan, ia mungkin memang tidak punya kemampuan untuk sesensitif itu, sehingga perkara yang gaib ia sama sekali belum pernah mengalaminya.

“Bahkan di rumah aja, ada pohon kemuning di belakang rumah yang ada penunggunya. Istri saya sering lihat, tapi saya sekalipun belum,” ujar Pak Gono.

Namun, ia tetap berkeyakinan bahwa selama ia tidak macam-macam, maka Mbak Siska pun enggak akan mengganggu. Kata Sugono juga, beberapa mahasiswa indigo yang ia kenal pernah bercerita kalau Mbak Siska itu hantu baik. Ia tidak mengganggu apalagi menyakiti manusia.

“Kalau ketemu Mbak Siska mungkin lagi apes aja, Mas,” guraunya.

Banyak tempat horor di FBSB UNY

Cerita seram lainnya juga datang dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY. Fakultas ini memang terkenal horor. Saking horornya, ketika ada suatu pagelaran, mahasiswanya kerap berkelakar “bakal aneh kalau enggak ada yang kesurupan”. 

Saat hari mulai gelap, konon beberapa tempat di FBSB UNY berubah menjadi mencekam. Seperti di gedung Galeri Lama, Gedung C15, hingga Laboratorium Karawitan.

Salah satu kisah horor terbaru di FBSB UNY dialami oleh Dimas (22). Ia mengalami kejadian tak mengenakkan di Gedung Kusbini yang letaknya hanya berseberangan dengan “rumah” Mbak Siska. 

Kepada saya, Dimas mengaku kejadian horor itu terjadi beberapa bulan lalu, waktunya sekitar pukul enam sore. Karena masih mengerjakan beberapa tugas kuliah, ia pun ngemper bersama teman-temannya di depan Gedung Kusbini. Saat itu, Dimas izin pergi ke kamar mandi buat buang air besar. 

Apes, belum juga tinjanya keluar, samar-samar ia mendengarkan suara perempuan nyinden. Awalnya, suara itu terdengar jauh, seperti dari luar kamar mandi.

“Lama kelamaan kok makin dekat. Suaranya makin jelas,” akunya.

Sempat berhenti beberapa saat, suara itu muncul kembali. Bahkan makin keras dan terasa begitu dekat.

“Rasanya suara itu berasal dari bilik sebelah,” kata Dimas.

Karena merinding ketakutan, rasa ingin BAB Dimas jadi hilang. Jika di film-film orang akan memilih buat mengintip ruang sebelah melalui celah di bawah, Dimas memutuskan untuk segera meninggalkan kamar mandi. Langkah seribu ia ambil. Dan benar saja, ketika tengah menyegerakan langkahnya, ia sama sekali tak melihat orang di kamar mandi itu.

“Trauma [buat ke Gedung Kusbini] sih enggak ya. Masih sering ke situ juga. Tapi kalau malem-malem ya milih sama temen sih.”

Anak kecil yang berlarian tengah malam

Sementara dari Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik (Fishipol) UNY, kisah horornya juga tak kalah menyeramkan. Salah satunya dialami Dina (24). Sebenarnya, sejak masuk kuliah pada 2019 lalu, kakak tingkat dan teman-teman Dina pernah bercerita kalau di FIS (nama Fishipol kala itu) banyak tempat angker. Salah satunya di Taman Pancasila.

Dina sendiri sebenarnya adalah penakut, tapi dia memang selalu berusaha positif thinking tatkala merasa ada yang horor. Sebab, bagi dia, “selama kita nggak takut, hantu nggak bakal ganggu”.

Sayangnya, pada suatu malam di 2022, keyakinan Dina tadi roboh. Saat itu, kampus masih sepi karena baru sedikit mahasiswa yang sudah mulai kuliah luring. Pukul lima sore, sudah hampir tidak dijumpai manusia lagi di sekitaran Fishipol. Namun, karena nugas, Dina masih berada di kampus hingga pukul sembilan malam. Karena banyak nyamuk dan merasa mulai enggak enak, ia pun memutuskan untuk pulang ke kosnya.

Sebagai informasi, indekosnya Dina berada di Karangmalang, sekitar 500 meter dari kampusnya. Tiap hari ia bolak balik kos-kampus berjalan kaki.

Malam itu, saat sedang berjalan, Dina melihat sosok anak kecil berlari dari Taman Pancasila menuju ke arah parkiran Fishipol UNY.

“Seluruh badan udah kaku. Pengen teriak tapi enggak bisa,” kisahnya kepada saya.

Sambil menahan tangis, Dina terus berjalan ke arah Fakultas Ekonomi (FE) karena itu jadi jalan terdekat menuju kosnya. Apes banget, saat ia sampai di jalan antara parkiran FE dan Fishipol, ia melihat anak kecil tadi sedang lari-larian di tengah jalan. Tak hanya satu, ia mengingat ada tiga anak kecil di sana.

“Kapok. Enggak berani lagi ke kampus malam-malam.”

Kesurupan massal

Kehororan Fishipol UNY juga diakui salah satu satpamnya, Dwi Giyantara (36). Kepada saya, Dwi bercerita bahwa secara langsung ia belum pernah melihat hantu.

“Soalnya sering jaga siang kalau saya, Mas,” kata Dwi, Kamis (21/12/2022).

Namun, salah satu momen yang paling diingat Dwi adalah saat PKKMB 2018. Sebenarnya hari itu dirinya tak bertugas jaga, tapi teman-temannya mengabari kalau di kampus tengah terjadi kesurupan massal.

“Kayaknya gara-gara ada yang bawa keranda pas lagi pentas seni itu, Mas.”

Ngomong-ngomong soal kesurupan massal di PKKMB FIS UNY 2018, kebetulan saya adalah saksi hidupnya. Saya ingat betul, kala itu ada sekitar 80-an orang yang kesurupan. Namun, hingga hari ini penyebabnya masih simpang siur. Panitia PKKMB FIS UNY 2018 pun hanya menyimpulkan kalau kesurupan massal disebabkan karena salah satu penampil pentas seni “melakukan ritual aneh-aneh”.

Hah, ada dosen hantu?

Kisah lain yang tak kalah menyeramkan di UNY adalah soal keberadaan dosen hantu. Ya, benar, kejadian mengerikan bertemu dosen hantu dialami dua mahasiswa Fishipol UNY Ismail (24) dan Rudi (23). Bahkan, gara-gara dosen hantu ini, kedua mahasiswa ini hampir saja tidak lulus.

Menurut kesaksian mereka, dosen hantu ini punya karakteristik serupa: suka ilang-ilangan dan lama membalas chat. Kata mereka juga, dosen hantu ini lebih menyeramkan ketimbang hantu-hantu lain karena selain menakut-nakuti, juga bisa bikin bimbingan skripsi kita lama, bahkan terancam gagal lulus.

Nah, saya sebelumnya pernah menulis kisah Ismail dan Rudi ini di artikel berjudul “Mahasiswa UNY Dapat Dosen Pembimbing Suka Ghosting Nyaris Bikin Gagal Sarjana“. Buat teman-teman yang penasaran akan sosok dosen hantu ini, silakan baca di tulisan tersebut.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Terancam Drop Out, Nestapa Mahasiswa UNY dan ITS Jalani Semester 14 Penuh Tekanan dan Kesepian

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Exit mobile version