Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Alasan Kecamatan Depok Lebih Layak Disebut Kota Pendidikan Ketimbang Jogja Itu Sendiri

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
21 Maret 2024
A A
Alasan Kecamatan Depok Lebih Layak Disebut Kota Pendidikan Ketimbang Jogja Itu Sendiri.mojok.co

Ilustrasi Alasan Kecamatan Depok Lebih Layak Disebut Kota Pendidikan Ketimbang Jogja Itu Sendiri (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hampir seperlima dari seluruh kampus di Provinsi DIY berada di Kapanewon atau Kecamatan Depok. Empat PTN top Jogja, juga ada di kecamatan ini. Sayangnya, fakta tersebut tak terlalu menjadi perhatian sejumlah mahasiswa Jogja.

Pada Rabu (20/3/2024), Mojok sempat membuat riset kecil-kecilan terhadap sejumlah mahasiswa baru yang tengah berburu takjil di Masjid Kampus UGM. Mojok ingin menguji, seberapa paham mereka mengenai kecamatan yang menjadi lokasi kampus mereka tersebut.

Mahasiswa UGM angkatan 2023 bernama Farisi (18), mengaku kalau dia kurang familiar dengan kata “Kecamatan Depok”. Depok, dalam benak Farisi, adalah nama kota di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan. Bahkan, ia baru tahu kalau tempatnya berkuliah, yakni UGM, berada di Kecamatan Depok.

“Baru sekarang ngeh kalau UGM ada di Depok,” tawa mahasiswa asal Bogor ini, di sela-sela santap buka puasanya kemarin.

Hal senada juga disampaikan Maulida (19), mahasiswa UNY angkatan 2022. Bedanya, ia tahu dan paham kalau Depok adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman. Namun, ketika saya menyebut fakta bahwa Seturan-Condongcatur-Babarsari-Demangan (SCBD), Pakuwon Mall, dan Stadion Maguwoharjo letaknya di Kecamatan Depok, ia cukup kaget.

“Aku enggak ngulik sampai kecamatannya, sih. Ya, tahunya itu Sleman gitu aja,” ujarnya.

Wajar jika sebagian besar mahasiswa yang Mojok tanyai kurang mengetahui soal eksistensi Kecamatan Depok. Sebab, kata ganti dari kabupaten dan kota lebih sering dipakai untuk menyebut lokasi tertentu, ketimbang menggunakan nama kecamatan.

Padahal, kalau diulik lebih jauh, Kecamatan Depok, tempat mereka kuliah ini, boleh dibilang lebih “kota pendidikan” ketimbang si kota pendidikan, yakni Jogja itu sendiri.

Ada 25 kampus di Kecamatan Depok, 4 di antaranya PTN top

Berdasarkan data Kemendikbud Ristek, per 2023 lalu Provinsi DIY total memiliki 145 kampus. 51 di antaranya berada di Kota Jogja, 41 ada di Kabupaten Sleman, 31 lagi ada di Kabupaten Bantul, satu kampus di Kabupaten Gunungkidul dan tiga kampus lain berlokasi di Kabupaten Kulonprogo. Dari data tersebut, terlihat jelas bahwa konsentrasi pembangunan kampus terfokus di provinsi bagian tengah, yakni Jogja dan Sleman.

Sementara itu, di Kecamatan Depok terdapat 25 kampus. Padahal, melansir laman resmi Slemankab.go.id, luas wilayah Kecamatan Depok hanya 35,5 kilometer persegi. Dengan demikian, itu hanya meliputi 6 persen dari total keseluruhan luas wilayah Sleman, dan setara setengah luas wilayah Cangkringan–kecamatan terluas di kabupaten tersebut.

Bisa kalian bayangkan, ada 25 kampus di wilayah seluas 35,5 kilometer persegi. Itu sama saja ketika kalian berkendara berkeliling Kecamatan Depok, setidaknya kalian bakal menjumpai satu kampus per 1 kilometernya.

Nah, berikut adalah 25 kampus yang tersebar di Kecamatan Depok. Fyi, empat PTN top, termasuk UGM, ada di kecamatan ini. Antara lain:

1.Universitas Gadjah Mada (UGM)

2.Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Iklan

3.Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga

4.Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta

5.Universitas Islam Indonesia (UII), kampus Demangan Baru, Depok

7.Universitas Sanata Dharma (USD)

8.Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)

9.Universitas Amikom Yogyakarta

10.Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)

11.Universitas Proklamasi ’45 (UP45)

11.STIE YKPN

12.STIE Solusi Bisnis Indonesia (SBI)

13.STIE Pariwisata “API”

14.STIKES Wira Husada Yogyakarta

15.STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

16.STIKES Panti Rapih

17.STIKOM AKINDO Yogyakarta

18.Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA

19.Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA

20.STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

21.Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia Yogyakarta (STAK Marturia Yogyakarta)

22.Politeknik API Yogyakarta

23.Politeknik Kesehatan Permata Indonesia

24.Akademi Pariwisata STIPARY

25.Institut Pertanian Yogyakarta

Alasan Kecamatan Depok banyak kampus

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terdapat banyak kampus Kecamatan Depok. Salah satunya eksistensi UGM.

Tak dimungkiri, sebagai peletak fondasi berdirinya kampus-kampus di Indonesia, keputusan buat membangun UGM di kawasan Bulaksumur, Kecamatan Depok, turut merangsang pembangunan kampus lain di sekitarnya. Terbukti, setelah UGM menyusul USD (PTPG Sanata Dharma) yang dibangun tepat di samping UGM. Kemudian UAJY, yang membangun gedung kuliah tepat di samping USD; lalu terbentuknya UNY di tengah-tengah mereka, yang merupakan pecahan dari UGM, dan kampus-kampus lain yang lokasinya berdekatan.

Alasan Kecamatan Depok Lebih Layak Disebut Kota Pendidikan Ketimbang Jogja Itu Sendiri.mojok.co
Gambar kantor Kecamatan Depok (Wikimedia Commons)

Sementara itu, penelitian Rony Gunawan Sunaryo (2004) berjudul “Penataan Ruang Publik yang Memadukan Pola Aktivitas dengan Perubahan Fisik Kawasan  (Studi Kasus: Kawasan Tambakbayan‐Babarsari)” menemukan, berdirinya UPN Veteran pada awal 1990an yang bebarengan dengan pembangunan Ring Road Utara, turut memicu pembangunan kampus lain di kawasan Babarsari-Seturan, Kecamatan Depok.

Setelahnya, pada 1995, STIE YKPN berdiri tak jauh dari UPN Veteran. Wilayah Babarsari-Seturan pun berubah jadi kawasan yang padat. Kampus-kampus lain kemudian berdiri dari yang sebelumnya hanya areal persawahan. Hingga akhirnya, wilayah ini jadi kota metropolitan yang tak pernah mati.

Lokasi Kecamatan Depok yang berada di tengah-tengah DIY, ditambah dengan izin alif fungsi lahan yang mudah, kata Rony, jadi faktor pendorong lain yang membuat pihak lain gampang dan senang bikin kampus di daerah ini.

Selain itu, di Depok sangat minim potensi wisata jika dibanding dengan kecamatan-kecamatan lain, seperti Turi, Cangkringan, atau daerah-daerah DIY bagian selatan. Makanya, alih fungsi lahannya mayoritas dimanfaatkan buat pembangunan pusat hiburan, komersial, dan pendidikan.

Selain kampus, banyak objek vital berdiri di sini

Selain pusat pendidikan dan tempatnya kampus-kampus negeri di Jogja, Kecamatan Depok juga memiliki beberapa bangunan vital. Seperti Bandar Udara Adisucipto, Stadion Maguwoharjo, hingga Kantor Polda DIY. Bangunan-bangunan mewah seperti Pakuwon Mall Jogja dan Ambarukmo Plaza juga ada di sini.

Alhasil, tak mengherankan jika Kecamatan Depok jadi wilayah terpadat seantero Sleman. Berdasarkan data BPS 2021, jumlah penduduk kecamatan ini mencapai 131 ribu jiwa atau 11 persen dari total populasi Kabupaten Sleman. Ini bisa bertambah lantaran ada puluhan ribu mahasiswa luar daerah yang datang tiap tahunnya.

Maka, tak heran jika ada wacana buat menjadikan Kecamatan Depok sebagai kabupaten sendiri di DIY. Meski, kalau menukil penelitian Pangky Febrianto (2014) berjudul “Analisis Kelayakan Pemekaran Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Menjadi Kota”, Kecamatan Depok belum memenuhi standard untuk berdiri sendiri sebagai kabupaten.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Babarsari Adalah Contoh Kawasan Pendidikan yang Tak Ramah Perempuan, Kekerasan Seksual Kerap Mengintai

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2024 oleh

Tags: depokDIYkecamatan depok sleman diykepanewon depokKota Pendidikanslemansleman diy
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO
Bidikan

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO
Catatan

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Ekonomi

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO
Ekonomi

Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY

29 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.