Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa Medan Tertipu Biaya Hidup Murah Jogja, Gadaikan Laptop demi Nongkrong di Coffee Shop

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
6 Februari 2024
A A
Mahasiswa Medan Tertipu Biaya Hidup Murah Jogja, Gadaikan Laptop demi Nongkrong di Coffee Shop MOJOK.CO

Ilustrasi - Mahasiswa Medan tertipu biaya hidup murah Jogja, sampai gadaikan laptop buat nongkrong di coffee Shop (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang mahasiswa Medan bercerita soal kesannya yang merasa “tertipu” dengan iming-iming biaya hidup murah di Yogyakarta. Bahkan ada yang sampai judi online sampai gadaikan laptop demi bisa nongkrong di coffee shop.

***

Pertemuan saya dengan Fahri (27) terjadi tanpa sengaja di Kafe Basabasi Nologaten, Selasa (30/1/2024).

Awalnya saya hanya mengikuti ajakan teman lama saya asal Aceh untuk ngopi sambil ngobrol-ngobrol santai, perihal kenapa saya tiba-tiba ada di Yogayakarta.

Namun, tak lama kemudian, menyusul lah Fahri, mahasiswa Medan, yang tidak lain adalah teman satu kelas teman saya itu di Pascasarjana Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga.

Mengira Jogja serba murah dari medsos dan bisik-bisik orang lain

Sejak lulus S1 dari UIN Sumatera Utara, Fahri awalnya ingin lanjut S2 di Medan sendiri. Atau paling tidak ya di kampus yang masih di Sumatera Utara sendiri.

Namun, seorang dosen kenalannya yang kebetulan mengajar di Yogyakarta “membujuknya” untuk hijrah ke Yogyakarta.

“Kalau ke Jogja, kamu pasti lebih berkembang. Secara pemikiran dan wawasan pasti juga akan lebih luas ketimbang di sana-sana (Medan/Sumut) aja. Begitu kata dosenku itu,” aku Fahri.

Fahri yang pada dasarnya memang suka dengan ilmu pengetahuan pun akhirnya memantapkan niat untuk mendaftar S2 di Yogyakarta.

Ia lantas mencari-cari informasi perihal Yogyakarta. Baik dari medsos maupun dari orang-orang yang ia kenal.

“Banyak yang ngomong di Jogja itu serba murah. Jadi untuk ukuran mahasiswa dengan ekonomi pas-pasan kayak aku bisa lah bertahan hidup di sini. Jadi makin mantap lah aku,” ujarnya.

Setelah memastikan beberapa hal, termsuk soal biaya hidup tersebut, ia pun dengan semangat berangkat ke Jogja kira-kira pada September 2022 lalu.

Ternyata tak jauh beda dengan di Medan

Belum juga genap seminggu, Fahri sudah mulai merasa sangsi dengan harga-harga yang katanya murah di Yogyakarta.

Murah di benak mahasiswa Medan itu adalah misalnya uang Rp10 ribu sudah bisa makan dengan menu enak dan kenyang. Atau paling tidak standarnya lebih rendah sedikit dibanding dengan di Medan.

Iklan

“Rp10 ribu dapat nasi telur kalau di Burjo/Warmindo. Sama lah dengan di Medan,” katanya.

“Kos juga kukira Rp400 atau Rp300an ribu sudah dapat. Ternyata susah kali,” lanjutnya.

Ia sendiri saat ini ngekos di daerah Seturan yang per bulannya dikenai Rp650 ribu.

“Itu includenya lemari, kasur, sama WiFi. Kamar mandi luar,” ungkap Fahri.

Fahri sampai terkejut saya mendengar pengakuan saya bahwa kuang segitu bisa dapat kos mewah di Surabaya. Karena di Surabaya, salah satunya di kos saya, uang Rp350 ribu sudah dapat kos yang sudah sangat nyaman. Include lemari, kasur, bantal. Belum fasilitas yang lain seperti dapur dan lain-lain. Kalau mau yang ada WiFinya, ya di harga Rp400 ribu pun sudah dapat.

Lagi-lagi, menurut Fahri, harga kos yang ia tempati itu tak ada bedanya dengan kos-kos di Medan.

Nasi kucingan angkringan yang tak sesuai ekspektasi mahasiswa Medan

Jauh-jauh hari sebelum ke Yogyakarta, Fahri sempat tak percaya kalau di Yogyakarta ada nasi yang dijual dengan harga Rp2.500 per bungkus, yakni nasi kucingan.

Saat melihat foto-foto yang bertebaran di media sosial, ia berasumsi bahwa mungkin saja makan dua bungkus nasi kucing sudah cukup membuatnya kenyang.

“Aku nggak ngira kalau porsinya ternyata semini itu,” ujar mahasiswa Medan itu sambil tertawa.

“Ya bener murah. Tapi kalau nggak kenyang ya sama saja,” sambungnya.

Ia lantas mengasumsikan, kira-kira butuh lima bungkus nasi kucingan untuk membuatnya kenyang. Itu artinya, ia harus mengeluarkan uang Rp12.500.

Mahasiswa Medan Tertipu Biaya Hidup Murah Jogja, Gadaikan Laptop demi Nongkrong di Coffee Shop MOJOK.CO
Ilustrasi – Mahasiswa Mean anggap harga makanan di Jogja mahal (Ke Vin/Unsplash)

“Nah, kan, Rp12 ribu saja masih cuma dapat nasi kucingan. Maksudnya nggak dapat yang ayam kek misalnya,” lanjutnya.

“Aku nggak tahu apakah di daerah Jogja lain ada yang murah. Karena hidupku selama ini ya cuma di sini-sini aja (daerah dekat kampus UIN Sunan Kalijaga). Jadi penilaianku soal harga khususnya berpatok di sini aja,” tambahnya.

Mahasiswa Medan Ikut dosen penelitian biar dapat uang jajan

Fahri mengaku kalau selama menjalani masa kuliah S2 ini ia masih mengandalkan kiriman orang tua. Baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk bayar UKT tiap semester.

Namun, dengan menimbang kehidupan di Yogyakarta yang menurutnya ternyata tak semurah yang ia kira, maka ia pun berupaya untuk meringankan beban kiriman dari orang tuanya itu. Di antaranya dengan ikut penelitian dan nulis jurnal bersama beberapa dosen.

“Ada dosen Medan, itu yang ngajak-ngajak aku penelitian. Beliau juga yang ngasih link-link ke dosen-dosen lain,” ungkapnya.

“Mungkin nggak besar (upahnya). Tapi seenggaknya bisa ngurangi intensitas minta kiriman ke orang tua lah,” beber Fahri.

Selain itu, Fahri juga mencoba membatasi diri dalam hal mengikuti tren di kalangan mahasiswa-mahasiswa di Yogyakarta. Misalnya menghindari sering-sering nongkrong di coffee shop-coffe shop.

“Budget ngopi jangan sampai di atas Rp10 ribu lah. Itulah kenapa aku milihnya di Basabasi atau ada juga aku langganan kafe merakyat di Seturan. Aku cukup pesan kopi hitam, paling Rp5 ribuan,” ujarnya.

Fahri juga mengaku ingin segera menyelesaikan tesisnya agar bisa segera lulus dan kembali ke Medan. Berlama-lama di Yogyakarta pun baginya ternyata tak terlalu opsional. Sebab, jika secara harga ternyata sama, maka menurutnya lebih baik jika hidup di kampung halaman sendiri.

“Apalagi santer omongan-omongan kalau UMR sini rendah,” tutupnya.

Baca selanjutnya…

Judi online sampai gadaikan laptop demi nongkrong di coffee shop

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2024 oleh

Tags: Jogjajudi onlinemahasiswa MedanUIN Sunan Kalijaga
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Bidikan

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.