Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Gara-gara Berita Kenaikan UKT, Ibu Mengubur Mimpi Menguliahkan Anak di UGM, dan Melirik Universitas Terbuka, Kampus dengan Biaya Paling Masuk Akal

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
27 Mei 2024
A A
Gara-gara Berita Kenaikan UKT, Ibu Mengubur Mimpi Menguliahkan Anak di UGM, dan Melirik Universitas Terbuka, Kampus dengan Biaya Paling Masuk Akal

Gara-gara Berita Kenaikan UKT, Ibu Mengubur Mimpi Menguliahkan Anak di UGM, dan Melirik Universitas Terbuka, Kampus dengan Biaya Paling Masuk Akal

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kenaikan UKT kampus yang tak masuk akal dan sedang jadi buah bibir ini akhirnya sampai ke telinga orang tua calon mahasiswa. Tak pelak, ketakutan pun menyergap, bahkan akhirnya ada yang menyerah. Tapi, ada salah satu kampus yang mungkin bisa jadi jawaban untuk para calon mahasiswa yang ingin kuliah, tapi terbatas dananya. Tak lain, tak bukan, kampus tersebut adalah Universitas Terbuka.

***

“Ora wani, Mas, aku ora iso mbayar.”

Yuni (64) mengatakan hal tersebut dengan nada pasrah yang begitu dalam. Mimpinya untuk menguliahkan anak bungsunya di UGM pupus karena tahu dia tidak akan sanggup membayar UKT. Berita kenaikan UKT Unsoed lah yang bikin Yuni dan suaminya khawatir dengan masa depan anaknya.

Meski anaknya masih SMA, tapi rencana menguliahkan anak sudah mereka siapkan sejak dini. Mereka sudah menabung sejak anak bungsunya masih SMP, sebab tahu biaya kuliah anak zaman sekarang begitu mahal. Pemasukan yang sebenarnya lumayan pun tak bikin mereka bisa tenang menatap masa depan.

Yuni sendiri pensiunan pegawai pabrik, sekarang buka bisnis katering kecil-kecilan. Suaminya pensiunan PNS, tapi jadi sopir pribadi dan buka bisnis rental mobil. Pemasukan mereka sebenarnya amat lumayan, terlebih untuk hitungan warga kabupaten. Tapi mereka sadar betul, pemasukan mereka tak bisa mencukupi biaya kuliah.

Rencana Yuni dan suaminya untuk menguliahkan anaknya di UGM sebenarnya masuk akal. Mereka ingin anaknya punya nasib yang jauh lebih baik, karena tahu lulusan UGM punya peluang yang lebih baik nantinya di dunia kerja. Tapi sebenarnya tak kuliah di UGM pun tak masalah, mengingat dua anaknya yang lain tidak kuliah di UGM, tapi tetap bisa berdikari.

“Nggak UGM nggak apa-apa, Mas. Cuma kalau bisa UGM, ya lebih baik. Tapi mau diusahakan gimana, kampus lain yang bukan UGM wae wis larang, apalagi UGM?”

Gara-gara UKT, melirik UT

Berita kenaikan UKT Unsoed memang jadi pertimbangan Yuni. Kenaikan sebesar 100 persen tentu bikin orang tua mana pun kaget. Meski aturan tersebut dicabut, tak bikin Yuni merasa tenang.

“Takutnya kampus lain yang ikut-ikutan naik nggak ikut mencabut aturan, Mas. Apalagi UGM kan udah terkenal lebih mahal. Anakku yang nomor dua juga kuliah di Jogja, tapi bayarannya nggak semahal temen-temennya yang kuliah di UGM.”

Yuni bercerita bahwa dia sudah menceritakan ketakutannya pada anaknya, dan anaknya bisa menerima. Toh, anaknya nggak memaksa. Katanya nggak masalah kalau sekolah sambil kerja. Rencananya, anaknya akan kuliah di Universitas Terbuka saja kalau memang tidak bisa kuliah di luar kota.

“Tapi ya orang tua mana sih Mas yang kuat melihat mimpi anak hancur gara-gara dana? Kuliah kok yo larang banget.”

Universitas Terbuka memang kerap jadi tujuan orang-orang yang ingin kuliah sambil kerja. UKT-nya pun tidak mahal, bahkan bisa dibilang remah-remah jika dibanding, katakanlah rencana kenaikan UKT Unsoed. Grantino Gangga (27), adalah salah satu orang yang memutuskan kuliah di UKT karena kendala dana dan pekerjaan.

Bisa sambil kerja

Grantino adalah salah satu pemuda yang tertabrak kenyataan hidup: pengin kuliah, tapi keadaan memaksa bilang tidak. Tentu saja karena salah satu alasannya adalah UKT yang kelewat tinggi.

Iklan

“Jadi dulu aku nggak kuliah ki mergo masalah ekonomi ya, Mas. Dulu kan gaji bapakku hanya pas-pasan, terus aku punya keinginan pengen masuk TNI juga wkwk. Tapi nggak lolos. Akhire aku memutuskan untuk kerja wae. Soale emang aku pengen bisa jajan pakai duitku dewe gitu lho. Besok nek semisal enek rezeki dan berhasil nabung, rencanane malah pengen tak nggo kuliah. Awal kerja ning Pizza Hut tahun 2015.”

Setelah bekerja beberapa tahun, keinginan untuk kuliah masih begitu tinggi. Akhirnya, Grantino mulai mencari-cari info kampus. Tapi, satu masalah: dia merasa terlalu tua untuk kuliah di kampus biasa, dan dia pun masih harus bekerja.

“Atas rekomendasi kancaku yang juga kuliah di Universitas Terbuka, aku ikut kuliah di sana. Tapi pas kui, kuliah e backstreet. Soalnya, nggak setiap perusahaan bisa menerima karyawan yang juga nyambi sekolah. Yoo, kayak anak SMP yang takut ketauan pacaran gitu.”

Baca halaman selanjutnya

Bebas dari cekikan UKT

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2024 oleh

Tags: kenaikan UKTUGMuktuniversitas terbukaUnsoed
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Alumnus UT Dapat Cuan dari Tren Foto Newspaper Photobooth di Jalan Tunjungan Surabaya. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus UT Buka Bisnis Foto ala Newspaper di Jalan Tunjungan, Satu Cetak Hanya Rp5 Ribu tapi Untungnya Bisa Sejuta dalam Sehari

25 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co

Mending Kerja di Bali daripada Jogja, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.