Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

Sri Sultan bersama Ketua Yayasan De Britto Romo Pitoyo.(sumber: Humas Pemda DIY)

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X telah meresmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Pakem, Kabupaten Sleman pada Jumat (24/7/2026). Ruang pembelajaran berbasis alam ini dirancang untuk membentuk karakter peserta didik di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kemanusiaan harus berada di atas AI

Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi pembangunan Laboratorium Alam dan Rumah Studi oleh SMA Kolese De Britto Yogyakarta. 

Menurutnya, kehadiran Laboratorium Alam dan Rumah Studi di Pambregan, Kadisobo, Turi, Sleman dapat menjadi pengingat, bahwa kemanusiaan harus tetap berada di atas teknologi. Kehadiran AI misalnya, kata Sri Sultan, memang memberi kemudahan instan

Namun, sebagai pribadi yang hidup, manusia harus menjalankan sikap satya wacana, menyelaraskan antara perkataan, sikap, dan perbuatan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bicara di podium. MOJOK.CO
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto. (sumber: Humas Pemda DIY)

“Kecerdasan buatan dapat mengolah data, tapi manusialah yang harus menjaga satya wacana, kesatuan antara kata, sikap, dan perbuatan. Karena itu, pesan yang ingin saya tinggalkan hari ini sederhana, kemanusiaan harus tetap berada di atas teknologi,” tutur Sri Sultan dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Selasa (28/7/2026).

Sri Sultan berujar kemudahan yang ditawarkan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mendalam. Proses menghadapi ketidakpastian, kegagalan, dan kegelisahan menjadi peristiwa penting dalam pembentukan karakter setiap pribadi.

Dengan begitu, teknologi bisa dimanfaatkan secara bijak.

“Yang unggul bukan selalu manusia paling cerdas, yang dipasangkan dengan mesin paling canggih, keunggulan justru lahir dari manusia yang mampu membangun proses kerja yang baik bersama teknologi,” tuturnya.

“Yang menentukan bukan hanya kecerdasan mesin, yang menentukan adalah kebijaksanaan manusia dalam mengarahkannya,” tegasnya.

Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto sebagai pondok perenungan 

Sri Sultan berujar Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta tak hanya mampu menumbuhkan kemampuan peserta didik, tetapi turut membentuk kepekaan dan nurani mereka. 

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meresmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto.(sumber: Humas Pemda DIY)

Di sana, para siswa dapat merenung untuk memahami batasan penggunaan teknologi. Tidak hanya terlena dengan kemudahan yang ditawarkan, tapi juga terhindar dari dampak destruktif yang dapat ditimbulkan.

“Sebab pinter ora cukup. Selama masih ada ruang seperti ini, dikelilingi sawah, kolam, langit terbuka untuk merenung, akankah kita kehilangan arah? Saya kira tidak, sekalipun algoritma berlari secepat apapun,” jelas Sri Sultan.

Hal itu bisa ditunjang lewat fasilitas yang diberikan oleh Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta, misalnya laboratorium komputer, museum mini, ruang musik, ruang kelas, perpustakaan, dan ruang khusus lainnya berbasis alam.

Berada tepat di lereng utara Gunung Merapi, suasana sekolah tersebut menawarkan hamparan hijau yang asri, udara pegunungan yang sejuk, serta ketenangan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, sehingga memberikan ketenangan bagi siswa. 

Tak terbatas untuk siswa, Laboratorium Alam dan Rumah Studi juga terbuka lebar bagi masyarakat luas, mulai dari instansi pendidikan lain, komunitas, organisasi, hingga sektor perusahaan. Di sana mereka dapat retret, rekoleksi, rapat kerja, seminar, kemah pendidikan, hingga outbond. 

“Kepada Yayasan De Britto dan semua pihak yang merancang tempat ini, saya menyampaikan penghargaan. Anda tidak membangun menara gading, anda membangun pondok perenungan,” ucap Sri Sultan.

Diolah dari laman resmi Pemerintah Daerah DIY dan situs web resmi SMA De Britto

BACA JUGA: SALAM: Sekolah yang Berontak karena Masalah Pendidikan di Indonesia tapi Sering Dikira Tempat Wisata Edukasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version