Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
25 Februari 2026
A A
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

Ilustrasi - User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

User bus ekonomi seperti Sumber Selamat jelas kagok ketika pertama kali menikmati fasilitas kereta makan (kantin) di dalam kereta api. Awalnya memang bisa buat bergaya, tapi ujungnya bikin merana usai memesan dan membayar makanan. 

***

Sebagai orang yang juga merupakan user bus ekonomi seperti Sumber Selamat, ekspektasi saya soal makan di kereta api sudah saya turunkan. Sebab, sebagaimana di fasilitas transportasi umum sejenis (seperti terminal, tol, dan bandara), sering kali makanannya overprice.

Saya sendiri toh sebenarnya bukan tipikal orang yang suka jajan atau beli-beli makanan ketika di perjalanan. Untuk antisipasi lapar, sebelum berangkat bepergian saya pasti akan beli makan dulu atau minimal beli camilan berat. Jadi camilan itu bisa saya makan sewaktu-waktu tanpa harus beli-beli lagi. 

Tapi bagi user bus ekonomi, sensasi makan di kantin kereta api tetap membuat penasaran. Alhasil, momen pertama kali ada di gerbong tersebut disambut dengan antusias dan ekspektasi tinggi. 

Kalau naik bus ekonomi Sumber Selamat, cuma ada pecel Madiun dan nasi rawon sekepal

Kalau naik bus ekonomi seperti Sumber Selamat, tentu akan familiar dengan keberadaan pedagang asongan. Umumnya menjajakan air mineral dan aneka minuman dingin, tahu asin, lumpia, lemper, hingga bakpao. 

Namun, di beberapa titik pemberhentian, ada juga loh pedagang asongan yang menjajakan makanan berat. Misalnya, di Terminal Madiun, pasti ada pedagang pecel yang mengasong bungkus-bungkus pecelnya di dalam bus. Di Terminal Madiun pula, ada pedagang yang menawarkan bakso hingga sate Ponorogo. 

Pemandangan semacam itu sudah sangat akrab bagi Prian (25) tiap menempuh perjalanan Jogja-Kertosono menggunakan bus ekonomi Sumber Selamat. Hanya memang dia tidak membeli. Mentok-mentok membeli tahu asin sebagai pengganjal perut. 

“Aku pernah dua kali naik bus selain Sumber Selamat. Naik bus PATAS Eka. Itu kan bayar karcisnya sudah sekalian kupon makan di Ngawi. Ya dua kali itu makan nasi di tengah perjalanan naik bus. Itu pun menunya nggak ada yang bikin kenyang. Nasi rawon cuma sekepal, dagingnya cuma tiga potong kecil-kecil,” ujar Prian, Selasa (24/2/2026). 

Tergoda makan di kantin kereta api karena lapar dan buat gaya

Prian bukannya tidak pernah naik kereta api sama sekali. Beberapa kali ia juga naik kereta api. Prian bukannya tidak tahu pula kalau kereta api memiliki kantin yang bisa dituju. Bukan sekadar pramugrai yang datang menawarkan menu dari gerbong ke gerbong, kursi ke kursi. 

“Awalnya memang nggak tertarik. Tapi karena aku beberapa kali lihat konten kuliner di kereta, aku jadi tertarik kan. Apalagi, momen waktu makan pertama kali di kantin kereta api itu aku juga lagi lapar,” ungkap Prian. 

Hal pertama yang Prian lihat saat memasuki kantin kereta api adalah: beberapa tempat duduk+meja makan yang persis di dekat jendela. Dalam kepalanya, cocok sekali untuk membuat foto atau video yang nanti bisa diunggah di media sosial. Tapi Prian kepalang salah sangka dengan menu-menu yang tersaji. 

Baca halaman selanjutnya…

Ekspektasi tinggi berujung meratapi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2026 oleh

Tags: bus ekonomibus sumber alamharga menu keretaka ekonomikantin keretakereta apikereta ekonomikereta makankuliner keretamenu kantin keretasri tanjungsumber selamat
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran
Sehari-hari

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO
Sehari-hari

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.