Sampai saat ini, tidak bisa dipungkiri iPhone masih berjaya. Ponsel keluaran AS itu menempati posisi teratas yang tidak tergoyahkan dari para pesaingnya. Meskipun berbagai merek disebut lebih unggul secara spesifikasi, nyatanya ponsel ini tetap lebih bergengsi. Maka tidak heran, sebagian orang mencoba untuk tampil menggunakan iPhone, sekalipun dengan cara menyewa harian.
iPhone dianggap lebih keren daripada Android
Pada artikel sebelumnya, Mojok pernah mencoba melihat bagaimana iPhone tetap berhasil mengalahkan Android. Meski Android terasa lebih baik, iPhone tetap tidak ditinggalkan.
Data yang sesuai dicatatkan oleh SQ Magazine, Apple mempertahankan loyalitas pelanggan di atas 90 persen selama beberapa tahun. Bahkan spesifiknya, laporan ini sering mencapai 92 persen.
Penggunanya juga menjadi loyalis yang tidak mudah goyah. Hanya 48 persen di antara pengguna yang mengatakan punya kemungkinan beralih merek, itu pun disebutkan kecil persentasenya.

Jadilah tidak heran, iPhone dapat dikatakan masih unggul dalam menarik hati banyak orang.
Nazmul Hossain, seorang pekerja di bidang komunikasi, mengatakan, iPhone punya rasa yang premium. Ia tidak perlu terlalu mengenali teknologi untuk bisa tahu dan menggunakan fitur-fitur unggulannya. Sebab, desain kinerja ponsel ini telah mengoptimalisasi fungsinya sendiri.
“Aku nggak perlu terlalu mengutak-atik pengaturan atau bingung memaksimalkan penggunaan iPhone. Hpnya cepat, bisa diandalkan, aku nggak pernah mengalami masalah selama pemakaian,” katanya, seperti dikutip dari The Daily Star.
“Ditambah, desainnya keren. Ponselnya terasa premium,” tambahnya.
Bukan cuma dirinya, Nadia, juga menyetujui iPhone sebagai gadget paling canggih. Kesetiannya kepada ponsel ini bukan cuma-cuma.
Menurut perempuan pemilik nama lengkap Nadia Jahaan ini, keputusan menggunakan iPhone tidak pernah terasa salah. “Aku sudah pakai iPhone bertahun-tahun, rasanya tepat aja,” katanya.
Mulai dari desain, kualitas, sampai keseluruhan pengalaman Nadia terasa memuaskan. Baginya, menggunakan iPhone sama dengan investasi untuk produk jangka panjang.
“Desain, kualitas, sampai semua pengalamannya berasa kayak aku berinvestasi untuk sesuatu yang berumur panjang,” katanya.
Tidak heran semua orang ingin menggunakan iPhone
Testimoni kedua pengguna, Nazmul dan Nadia, menggambarkan bagaimana iPhone selalu punya pasarnya sendiri. Akan selalu ada hype untuk iPhone yang tidak kunjung pudar sampai hari ini.
Karena itulah, tidak mengherankan ketika banyak orang ingin terlihat menggunakan iPhone untuk berbagai alasan. Salah satu alasan teratasnya, ingin menjadi salah satu dari mereka yang dianggap keren karena menggunakannya
Hal ini dibuktikan dengan rental iPhone di Jogja yang berhasil meraup keuntungan sewa sampai 100 unit selama 1 bulan. Dari 10 unit yang tersedia, sudah dapat dipastikan seluruhnya akan disewakan setiap akhir pekan dan tanggal merah yang menandakan hari libur.
“Dalam satu bulan itu, rata-rata bisa 100 customer. Jadi, kalau di hari weekend seperti Sabtu Minggu bisa sehari unitnya ke-booking semua,” kata Alvina, pemilik penyewaan iPhone di Jogja.
Alvina menyebut, rentalnya saat ini mempunyai 10 unit yang terdiri dari seri XR, 11, 11 Pro Max, dan 13. Keempatnya dapat dipastikan tidak bersisa satu pun saat tanggal merah.
Ditukar data diri, diganti kebutuhan ngasih “makan konten”
Dalam sistem sewanya, Alvina bilang, calon penyewa harus mengisikan data diri terlebih dahulu. Identitas nama, alamat, dan media sosial ditukarkan untuk menjamin keaslian data diri penyewa.
Setelah itu, barulah penyewa dapat datang langsung untuk menjemput ponsel yang ingin dipinangnya.
Apabila masa sewa berakhir, iPhone akan dikembalikan dan dikirimkan hasil-hasil penggunaan kepada mantan penyewa ponsel tersebut. Dalam kurang dari 24 jam, mereka akan menerima data yang bisa dipamerkan sebagai “pengguna iPhone”.
Alvina bilang, fitur yang paling sering digunakan oleh penyewanya adalah kamera. Alhasil, pengiriman data “pengguna iPhone sesaat” ini seringnya berupa foto-foto, yang tidak jarang bisa mencapai lebih dari 100 foto dalam satu hari sewa.
“Fitur paling sering digunakan itu kamera, karena kita tahu fitur kamera itu lebih jernih, lebih stabil, karena foto itu bisa lebih bagus, lebih jernih hasilnya,” beber Alvina.
“Foto yang disimpan bisa sampai 100 lebih, bisa 100-200 foto,” tambah dia.
Karena itu juga, Alvina tidak heran ketika pilihan penyewanya sering jatuh kepada seri 11. iPhone seri ini disewakan dengan tarif Rp120 ribu untuk penyewaan 24 jam, Rp95 ribu untuk 12 jam, dan Rp75 ribu untuk 10 jam.
Meski terbilang mahal, hasil foto dari iPhone 11 layak dipamerkan sebagai kebutuhan makanan konten. Kamera ganda 12 MP, terdiri dari kamera wide dan ultra wide yang bisa dipakai untuk berfoto 0,5 menggunakan kamera belakang dengan flash menyala, didukung mode malam, deep fusion, sampai perekaman 4K 60fps jika ingin mengambil konten video.
“Seri yang diminati itu seri iPhone yang 11 karena harganya yang relatif murah dan fitur kamera yang lengkap itu udah bagus,” kata Alvina.
Dibayarkan dengan hasil foto yang bisa memenuhi gengsi, sewa iPhone ini bisa jadi cara paling cepat tampil keren. Terlebih, Alvina mengatakan, mayoritas penyewanya adalah pelajar.
“Dari siklus penyewaan, seringnya di hari weekend hari sabtu minggu sama pas libur sekolah karena kebanyakan penyewa itu rata rata dari pelajar,” akunya.
Maka, tidak heran, menabung untuk membayarkan biaya yang terbilang tidak murah menjadi jurus jitu agar dianggap keren. Bagi pelajar saat ini, kalah dengan gengsi lebih menakutkan daripada terlihat seadanya dan harus menahan lapar saat menyisihkan uang. Toh, nggak apa-apa, yang penting pakai IPhone.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan